PRESTON — Menit ke-63, Jeremie Frimpong melepaskan sprint diagonal dari garis sayap kanan, melewati dua pemain bertahan Preston North End, lalu melepas umpan silang rendah yang nyaris berbuah gol. Momen itu menjadi penanda paling tajam dari penampilan perdana bek Belanda bernomor punggung 59 tersebut bersama Liverpool dalam laga persahabatan pramusim di Stadion Deepdale, Minggu, 13 Juli 2025.
Pertandingan berakhir dengan catatan penguasaan bola 64 persen milik Liverpool, shots on target lima berbanding dua milik tuan rumah, serta enam sepakan sudut yang seluruhnya lahir dari sisi kanan pertahanan Preston. Frimpong mencatatkan 42 sentuhan, tiga umpan kunci, dan empat duel darat yang dimenangkan selama 70 menit bermain — angka yang mengesankan untuk pemain yang baru pertama kali mengenakan seragam The Reds di hadapan publik.
Formasi 4-2-3-1 dan Peran Baru di Sayap Kanan
Pelatih Liverpool menurunkan starting XI kombinasi pemain senior dan akademi dalam formasi 4-2-3-1. Frimpong ditempatkan sebagai bek kanan dengan instruksi overlap tinggi, sementara gelandang bertahan ganda menjaga keseimbangan saat ia naik. Pola ini membuat sisi kanan Liverpool menjadi jalur serangan utama: dari total 18 umpan silang yang dilepas sepanjang laga, 11 di antaranya datang dari area yang dikuasai Frimpong.
Menit ke-23, eks pemain Bayer Leverkusen itu menunjukkan akselerasi khasnya. Menerima bola di ruang tengah, ia melewati satu pemain dengan gerakan body feint, lalu melepas tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti yang masih menyamping tipis di sisi kanan gawang. Empat menit berselang, ia kembali menusuk ke kotak penalti dan memaksa bek Preston melakukan clearance terburu-buru.
Statistik pertahanan pun tidak kalah menarik. Frimpong mencatatkan dua tekel bersih, satu intersep, dan tiga kali merebut bola di area pertahanan sendiri. Kecepatan pemulihannya menjadi kunci saat Preston mencoba melakukan serangan balik cepat melalui sisi kiri mereka.
Kartu Kuning dan Momen VAR yang Mewarnai Laga
Intensitas laga pramusim tetap tinggi. Wasit mengeluarkan tiga kartu kuning, salah satunya untuk pemain Preston yang menjatuhkan Frimpong di menit ke-51 setelah bek Belanda itu melewatinya dengan dribel lurus. Tidak ada kartu merah maupun keputusan VAR yang mengubah jalannya pertandingan, meski satu gol Liverpool sempat dianulir karena offside pada menit ke-38.
"Dia memberi kami dimensi berbeda di sisi kanan. Ancamannya konstan, dan itu membuka ruang bagi pemain lain," ujar pelatih Liverpool dalam konferensi pers usai laga, tanpa menyebut nama pemain secara spesifik.
Dari sisi tuan rumah, pelatih Preston mengakui bahwa kecepatan Frimpong menjadi masalah utama bagi lini pertahanannya. "Kami kesulitan mengantisipasi pergerakannya di ruang sempit. Sekali dia mendapat bola dalam posisi satu lawan satu, kami harus menarik pemain tambahan," katanya.
Clean Sheet dan Sinyal Persaingan di Lini Belakang
Liverpool menutup laga dengan clean sheet, meski komposisi bek terus berubah pada babak kedua. Frimpong ditarik keluar pada menit ke-70, digantikan pemain akademi yang langsung mendapat tekanan dari sayap kiri Preston. Penarikan itu bukan karena cedera, melainkan bagian dari manajemen beban pramusim yang ketat.
Bagi Frimpong, laga ini adalah pernyataan awal. Dengan kecepatan sprint yang tercatat 34,2 km/jam — salah satu yang tertinggi di skuad — ia menawarkan opsi berbeda dibandingkan bek kanan konvensional. Jika konsisten, peran sebagai wing-back dalam skema transisi cepat bisa menjadi senjata utama Liverpool musim depan.
Pramusim masih panjang, dan uji coba melawan Preston hanyalah babak pembuka. Namun satu hal sudah jelas: Jeremie Frimpong bukan sekadar pelengkap di starting XI. Ia datang untuk mengubah cara Liverpool menyerang dari sisi kanan, satu sprint demi satu sprint, satu umpan silang demi satu umpan silang.
Comments (0)