Oct 12, 2026
Olahraga

Friedkin Grup Cari Investor Baru untuk Everton Usai Benahi Keuangan

Belum genap dua tahun menguasai klub, The Friedkin Group (TFG) dikabarkan tengah menjajaki opsi melepas kembali saham mayoritas mereka di Everton. Grup asal Amerika Serikat itu memegang kendali atas 9...

Friedkin Grup Cari Investor Baru untuk Everton Usai Benahi Keuangan

Belum genap dua tahun menguasai klub, The Friedkin Group (TFG) dikabarkan tengah menjajaki opsi melepas kembali saham mayoritas mereka di Everton. Grup asal Amerika Serikat itu memegang kendali atas 99,5% saham The Toffees, namun kini membuka pintu bagi investor baru untuk masuk ke Goodison Park—atau lebih tepatnya ke stadion baru mereka, Bramley-Moore Dock.

Langkah ini mengejutkan banyak pihak, mengingat TFG baru menyelesaikan akuisisi Everton pada Desember 2024, atau sekitar kurang dari dua tahun lalu. Namun, di balik manuver tersebut, ada narasi yang lebih penting: TFG disebut telah memperbaiki situasi keuangan klub yang sebelumnya kerap dilanda ketidakstabilan finansial dan ancaman sanksi profitabilitas serta keberlanjutan (PSR) dari Premier League.

Mengapa TFG Melepas Everton?

Menurut sejumlah laporan, TFG tidak serta-merta ingin meninggalkan Everton. Mereka justru mencari mitra strategis—investor minoritas maupun konsorsium—yang dapat berbagi beban investasi jangka panjang. Klub Merseyside itu membutuhkan suntikan dana segar untuk membiayai operasional stadion baru, memperkuat skuad, dan menjaga stabilitas neraca keuangan.

Sejak mengambil alih, TFG memang menorehkan sejumlah perbaikan. Utang klub yang sempat membengkak perlahan direstrukturisasi. Pendapatan komersial mulai naik. Stadion baru Bramley-Moore Dock yang berkapasitas sekitar 52.888 penonton menjadi aset masa depan yang bisa mendongkrak pendapatan matchday secara signifikan. Dengan kata lain, Everton yang sekarang lebih sehat secara finansial dibanding dua tahun lalu.

Namun, biaya operasional Premier League tidak pernah murah. Untuk bersaing di papan tengah atas, Everton butuh investasi berkelanjutan. Di sinilah TFG melihat perlunya investor baru yang mampu berbagi risiko dan mempercepat pertumbuhan klub.

Perjalanan Everton di Era TFG: Catatan Statistik

Sejak TFG resmi menguasai 99,5% saham, Everton telah melewati sejumlah periode krusial. Pada musim pertamanya di bawah kendali grup Amerika, Everton berjuang menghindari degradasi—sebuah skenario yang sudah terlalu akrab bagi The Toffees dalam beberapa musim terakhir.

Rata-rata penguasaan bola Everton di Premier League berada di kisaran 45–48%, menunjukkan gaya bermain yang cenderung pragmatis dan mengandalkan serangan balik. Jumlah shots on target mereka pun tidak pernah menembus lima besar liga, mencerminkan kebutuhan mendesak akan tambahan kualitas di lini depan dan lini tengah.

Dari sisi pertahanan, Everton sempat mencatat beberapa clean sheet penting, terutama di laga-laga kandang. Namun, angka kartu kuning yang tinggi—sering di atas 60 kartu per musim—menunjukkan agresivitas berlebih yang kerap merugikan. Beberapa keputusan VAR dan offside tipis juga menjadi sorotan di laga-laga krusial, menambah drama di kursi pelatih.

Di balik itu semua, TFG sukses menjaga stabilitas manajemen. Mereka tidak melakukan perombakan ekstrem di jajaran direksi, memilih merapikan struktur keuangan dan meningkatkan komunikasi dengan suporter. Kebijakan ini penting untuk membangun kembali kepercayaan publik setelah bertahun-tahun ketidakpastian.

Dampak bagi Skuad dan Bursa Transfer

Rencana pencarian investor baru ini jelas akan memengaruhi strategi transfer Everton. Jika dana segar masuk, pelatih bisa merekrut pemain sesuai kebutuhan taktik—bukan sekadar pinjaman murah atau transfer bebas. Klub juga bisa mempertahankan pemain bintang yang selama ini dikaitkan dengan klub-klub besar.

Sebaliknya, ketidakpastian soal kepemilikan bisa menjadi pedang bermata dua. Agen dan pemain target mungkin ragu bergabung jika masa depan klub belum jelas. Kompetitor di Premier League juga tidak akan tinggal diam; mereka akan memanfaatkan situasi ini untuk menggaet talenta incaran Everton.

Formasi starting XI Everton di bawah TFG memang kerap berubah. Dari 4-4-2 klasik hingga 4-2-3-1 yang lebih fleksibel, pelatih mencoba mencari keseimbangan antara soliditas pertahanan dan daya gedor. Namun tanpa dukungan finansial konsisten, perubahan formasi hanya akan jadi tambal sulam.

Respons Pelatih dan Arah Klub ke Depan

Meski hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pelatih soal rencana penjualan saham, sinyalemen dari dalam klub menyebut bahwa fokus utama tetap pada performa di lapangan. Manajemen ingin memastikan transisi kepemilikan berjalan mulus tanpa mengganggu persiapan tim.

"Kami sedang membangun fondasi yang kuat. Everton punya sejarah besar, stadion baru yang megah, dan basis suporter yang luar biasa. Langkah mencari investor adalah bagian dari strategi jangka panjang, bukan tanda mundur," demikian pernyataan yang beredar dari kalangan internal klub, menggambarkan keyakinan pada proyek yang sedang berjalan.

Jika benar TFG menemukan investor yang tepat, Everton bisa menjadi salah satu klub Premier League dengan struktur keuangan paling sehat dalam beberapa tahun ke depan. Stadion baru, pendapatan komersial yang meningkat, dan skuad yang kompetitif adalah paket menarik bagi investor mana pun.

Namun, bagi para pendukung, pertanyaan terbesarnya tetap sama: apakah perubahan kepemilikan ini akan membawa Everton kembali bersaing di papan atas, atau justru mengulang siklus ketidakpastian yang sudah terlalu sering mereka alami? Waktu yang akan menjawab, dan setiap langkah TFG akan diawasi ketat oleh Goodison Park—baik yang lama maupun yang baru.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User