Oct 12, 2026
Olahraga

FP2 Moto3 Mandalika: Veda Ega Pratama Ke-11, Hakim Danish Terpuruk

Sesi latihan bebas kedua (FP2) kelas Moto3 di Sirkuit Mandalika, Jumat sore WITA, tuntas dengan catatan beragam bagi dua pembalap Asia Tenggara. Veda Ega Pratama harus puas menempati urutan ke-11 pada...

FP2 Moto3 Mandalika: Veda Ega Pratama Ke-11, Hakim Danish Terpuruk

Sesi latihan bebas kedua (FP2) kelas Moto3 di Sirkuit Mandalika, Jumat sore WITA, tuntas dengan catatan beragam bagi dua pembalap Asia Tenggara. Veda Ega Pratama harus puas menempati urutan ke-11 pada lembar waktu, sementara Hakim Danish justru terlempar jauh ke posisi belakang usai menjalani sesi yang penuh drama.

Sebagai catatan, FP2 kali ini menjadi penentu apakah seorang pembalap berhak lolos otomatis ke Q2 atau harus melewati Q1. Dengan demikian, P11 Veda Ega membuatnya masih berada di zona aman, tetapi tidak memberi banyak ruang bernapas menuju sesi kualifikasi besok.

Jalannya Sesi: Veda Ega Konsisten di Barisan Tengah

Veda Ega langsung mengambil ritme sejak lampu hijau menyala. Pembalap tuan rumah itu mencatatkan putaran terbang pertamanya di menit ke-5 dan sempat menempel di posisi 8 sebelum akhirnya tergeser oleh para rival yang memasang ban baru pada 10 menit terakhir. Penguasaan bola tidak relevan di sini, tetapi data menunjukkan Veda Ega menorehkan catatan waktu terbaik hanya berselisih sekitar 0,4 detik dari pembalap tercepat di sesi ini.

Yang menarik, Veda Ega tampil disiplin menjaga lintasan. Ia tercatat tidak pernah keluar dari batas trek saat menikung di Tikungan 10 dan 11, dua sektor yang kerap menjadi kuburan bagi pembalap karena angin samping kencang. Konsistensi ini menjadi modal penting, sebab Mandalika menuntut pembalap menjaga suhu ban depan dan belakang secara bersamaan.

"Kami masih menyisakan margin di sektor ketiga. Kecepatan di Tikungan 12 belum maksimal, tetapi set-up yang kami bawa sudah ke arah yang benar," ujar seorang engineer tim Veda Ega usai sesi FP2.

Hakim Danish: Sesi Terpuruk Penuh Kendala

Nasib berbeda dialami Hakim Danish. Pembalap asal Malaysia itu memulai sesi dengan harapan besar, namun masalah teknis pada bagian belakang motornya membuat ia hanya menyelesaikan beberapa putaran penuh. Ia sempat turun ke lintasan pada menit ke-12, tetapi langsung kembali ke pit lane setelah merasakan getaran tak wajar di suspensi belakang.

Masalah berlanjut. Ketika kembali mencoba pada menit ke-28, Hakim Danish justru tercatat melebar di Tikungan 16 dan kehilangan waktu berharga. Hingga bendera chequered berkibar, ia terpuruk di urutan ke-24, tertinggal lebih dari 1,5 detik dari catatan waktu tercepat. Kondisi ini jelas memukul mentalnya menjelang kualifikasi, apalagi FP2 adalah sesi terakhir untuk menemukan feeling sebelum sesi penentuan grid.

Statistik memperlihatkan Hakim Danish hanya menuntaskan 9 putaran terbang valid, bandingkan dengan Veda Ega yang mencatat 14 putaran. Jarak tempuh yang minim membuat timnya kesulitan mengumpulkan data untuk perbandingan antara ban soft dan medium. Alhasil, strategi kualifikasi besok harus disusun nyaris tanpa referensi panjang.

Analisis Taktik dan Konsekuensi Kualifikasi

Dari kacamata taktik, Veda Ega tampil dengan set-up yang lebih stabil, terutama pada entri Tikungan 1. Ia beberapa kali memanfaatkan slipstream pembalap di depannya untuk menambah kecepatan di trek lurus utama. Sayangnya, ia belum mampu menembus lima besar karena sektor ketiga masih menjadi titik lemah. Jika mampu memperbaiki waktu di sektor itu sekitar 0,1 detik saja, posisinya bisa melompat ke tujuh besar.

Statistik Kunci FP2 Moto3 Mandalika:
Posisi Veda Ega Pratama: 11
Posisi Hakim Danish: 24
Jumlah putaran valid Veda Ega: 14
Jumlah putaran valid Hakim Danish: 9
Selisih Veda Ega dari tercepat: +0,4 detik
Selisih Hakim Danish dari tercepat: +1,5 detik
Jumlah pembalap yang mengikuti sesi: 28

Sementara itu, Hakim Danish harus segera bangkit. Format kualifikasi Moto3 memaksa pembalap di luar posisi 14 untuk bertarung di Q1, jalur yang jauh lebih berisiko karena hanya menyediakan sedikit putaran. Jika masalah teknis tak segera teratasi, ia berpotensi start dari barisan belakang pada balapan Minggu.

Mandalika memang dikenal sebagai sirkuit yang menuntut konsistensi lebih dari sekadar kecepatan puncak. Tikungan 1 yang lebar, kombinasi Tikungan 7-8 yang mengalir, sampai Tikungan 17 yang menurun membuat pembalap wajib menjaga ritme. Veda Ega sejauh ini membuktikan dirinya mampu membaca karakter trek itu lebih baik ketimbang Hakim Danish pada sesi ini.

Pandangan Menuju Sisa Akhir Pekan

Dengan hasil ini, Veda Ega berada di jalur yang tepat untuk mengamankan tempat di Q2. Modal putaran konsistennya menjadi senjata utama, apalagi jika ia mampu memaksimalkan ban baru pada dua lap pertama kualifikasi. Sebaliknya, Hakim Danish harus menyelesaikan pekerjaan rumah besar: memperbaiki motor, membangun kepercayaan diri, dan mengejar ketertinggalan waktu di sesi kualifikasi yang hanya menyisakan satu kesempatan.

Balapan Moto3 di Mandalika selalu identik dengan slipstream panjang dan pertarungan grup besar. Posisi start akan sangat menentukan, tetapi sejarah menunjukkan bahwa pembalap yang mampu menjaga ban belakang hingga lima lap terakhir justru yang sering mencetak hasil mengejutkan. Veda Ega punya peluang itu. Hakim Danish harus berjuang keras untuk sekadar menemukan ritmenya kembali.

Mata pencinta balap Tanah Air tentu berharap Veda Ega melangkah lebih jauh, setidaknya menembus barisan depan pada kualifikasi. Namun, siapa pun yang menonton FP2 hari ini tahu bahwa jarak antar-pembalap di kelas Moto3 begitu rapat. Satu kesalahan kecil di Tikungan 10, dan posisi 11 bisa berubah menjadi 21 dalam sekejap. Sesi kualifikasi besok akan menjadi ujian sesungguhnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User