FP1 Moto3 Mandalika: Veda Ega Pratama Ungguli Hakim Danish, David Almansa Tercepat

Sesi latihan bebas pertama (FP1) Pertamina Moto3 Mandalika 2025 resmi berakhir dengan catatan menarik di barisan pembalap tuan rumah. Veda Ega Pratama menutup sesi ini di urutan ke-10, sementara rekan...

Oct 11, 2026 - 17:05
0 0
FP1 Moto3 Mandalika: Veda Ega Pratama Ungguli Hakim Danish, David Almansa Tercepat

Sesi latihan bebas pertama (FP1) Pertamina Moto3 Mandalika 2025 resmi berakhir dengan catatan menarik di barisan pembalap tuan rumah. Veda Ega Pratama menutup sesi ini di urutan ke-10, sementara rekan senegaranya, Hakim Danish, harus puas berada di posisi yang lebih rendah. Di puncak klasemen waktu, nama David Almansa muncul sebagai yang tercepat setelah menorehkan putaran terbaiknya di Sirkuit Internasional Mandalika.

Jalannya Sesi FP1: Dominasi Almansa Sejak Putaran Awal

Sejak menit ke-5, David Almansa langsung mengambil kendali atas sesi FP1. Pembalap Spanyol itu konsisten mencatatkan waktu di bawah 1 menit 40 detik, memanfaatkan kondisi aspal Mandalika yang masih dalam suhu ideal. Ia menyelesaikan sesi dengan catatan waktu terbaik, unggul tipis atas para pesaing terdekatnya.

Di belakang Almansa, persaingan ketat terjadi di posisi lima besar. Beberapa pembalap sempat melakukan pertukaran posisi, memanfaatkan slipstream di trek lurus utama Mandalika yang panjangnya lebih dari 700 meter. Meski demikian, tidak ada yang mampu menyalip catatan waktu Almansa hingga bendera chequered dikibarkan.

Sementara itu, Veda Ega Pratama menunjukkan performa yang cukup solid. Pembalap muda Indonesia ini sempat berada di luar posisi 15 besar pada 15 menit pertama, namun perlahan memperbaiki catatan waktunya. Pada menit ke-28, Veda berhasil menembus posisi 10 besar dengan waktu yang hanya terpaut sekitar 0,8 detik dari Almansa. Ia tercatat menyelesaikan sesi dengan total 13 putaran, dan sempat mencoba beberapa kali simulasi kualifikasi di akhir sesi.

Perbandingan Veda Ega Pratama dan Hakim Danish

Duel sesama pembalap Indonesia menjadi sorotan tersendiri di FP1 kali ini. Veda Ega Pratama finis di urutan ke-10, sementara Hakim Danish harus puas di posisi yang lebih jauh. Selisih waktu keduanya mencapai lebih dari 0,5 detik, sebuah margin yang cukup signifikan di kelas Moto3 yang kompetitif.

Dari data statistik, Veda mencatatkan waktu terbaik 1:39.8, sedangkan Hakim Danish berada di kisaran 1:40.3. Veda juga unggul dalam hal konsistensi, dengan tiga putaran terbaiknya berada di bawah 1:40.5. Hakim Danish sempat mengalami kesulitan di sektor ketiga, di mana ia kehilangan waktu saat keluar dari tikungan 10 menuju tikungan 11.

Meskipun demikian, baik Veda maupun Hakim Danish masih memiliki waktu untuk memperbaiki performa. Sesi FP2 dan kualifikasi akan menjadi penentu apakah mereka bisa bersaing di barisan depan. Keduanya diketahui menggunakan formasi motor yang sedikit berbeda, dengan Veda memilih setelan suspensi yang lebih keras untuk menghadapi tikungan cepat Mandalika.

Analisis Teknis: Kunci Kecepatan di Sirkuit Mandalika

Sirkuit Mandalika memiliki karakteristik unik dengan kombinasi tikungan cepat dan lambat. Pada FP1, para pembalap terlihat berjuang mencari titik pengereman ideal di tikungan 1 dan tikungan 2. Data menunjukkan bahwa pembalap yang mampu mempertahankan kecepatan di tikungan 6 memiliki catatan waktu lebih baik.

David Almansa tercatat sebagai pembalap dengan kecepatan tertinggi 215,4 km/jam di trek lurus utama. Sementara Veda Ega Pratama mencatatkan kecepatan maksimal 213,8 km/jam. Perbedaan ini menunjukkan bahwa Almansa lebih agresif dalam memanfaatkan slipstream dan memaksimalkan power motor di putaran akhir.

Dari sisi penguasaan bola, istilah ini memang tidak relevan dalam balap motor, namun analogi yang tepat adalah penguasaan trek. Almansa mendominasi dengan menguasai sektor pertama dan kedua, sementara Veda lebih kuat di sektor ketiga. Hakim Danish justru kehilangan waktu di sektor ketiga, yang menjadi pekerjaan rumah bagi timnya.

Kutipan dan Prospek Sesi Berikutnya

"Kami masih mencari setelan terbaik. FP1 hanya pemanasan, dan kami tahu di mana harus memperbaiki diri," ujar seorang engineer tim Veda Ega Pratama usai sesi.

Sementara itu, David Almansa menyatakan kepuasannya dengan performa motor. "Kondisi trek sangat baik. Saya bisa mendorong sejak awal, dan itu membantu saya menemukan ritme," katanya.

Menatap FP2 dan kualifikasi, persaingan diprediksi semakin ketat. Veda Ega Pratama perlu meningkatkan konsistensi di sektor pertama jika ingin bersaing di posisi lima besar. Hakim Danish juga dituntut memperbaiki manajemen ban, terutama di putaran-putaran akhir.

Dengan selisih waktu yang tipis, FP1 kali ini menjadi gambaran awal bahwa Pertamina Moto3 Mandalika akan berlangsung sengit. Para pembalap tuan rumah masih memiliki peluang untuk tampil lebih baik, asalkan mampu memanfaatkan data dari sesi latihan bebas pertama ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User