Erick Thohir Dukung Pembinaan Usia Muda di Festival Grassroots 2026
BANTUL — Hari bersejarah bagi sepak bola Indonesia kembali terukir. Rabu (8/7/2026), JEC Soccer Field di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, menjadi saksi bisu gelaran puncak Festival Grassroots Nasional ...
BANTUL — Hari bersejarah bagi sepak bola Indonesia kembali terukir. Rabu (8/7/2026), JEC Soccer Field di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, menjadi saksi bisu gelaran puncak Festival Grassroots Nasional U-10 dan U-12 Piala Presiden 2026. Bukan sekadar pertandingan final biasa, acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang kedatangannya menegaskan kembali arah baru pembinaan sepak bola tanah air: pembangunan dari akar.
Panggung Emas bagi Mutia Muda Indonesia
turnamen ini menjadi magnet bagi lebih dari 850 talenta muda dari 34 provinsi yang telah melalui seleksi ketat di level regional. Terdiri dari 32 tim untuk kategori U-10 dan 32 tim kategori U-12, para peserta memperebutkan tidak hanya trofi Presiden, tetapi juga pengakuan sebagai generasi emas masa depan sepak bola Indonesia. Sistem kompetisi yang dirancang PSSI bukan sekadar kejar-kejaran skor, melainkan mengedepankan pengembangan teknik, pemahaman taktik dasar, dan – yang paling utama – penanaman nilai sportivitas.
Sepanjang babak penyisihan hingga semifinal, tercatat lebih dari 200 laga telah dimainkan dengan rata-rata penguasaan bola tim peserta menyentuh angka 52 persen, menunjukkan keseimbangan permainan yang mulai terbentuk pada usia sangat muda. Data dari tim teknis PSSI mencatat terjadi peningkatan 27 persen akurasi umpan pendek pada kategori U-12 dibanding edisi 2025, sinyal positif bahwa metode pelatihan yang terstandarisasi mulai membuahkan hasil.
Erick Thohir: "Fondasi Sepak Bola Dimulai dari Sini"
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Erick Thohir tidak berdiri dari panggung kehormatan. Ia turun ke lapangan, berbaur dengan anak-anak, dan dengan gestur akrab memberikan motivasi. "Ini bukan hanya festival. Ini adalah laboratorium raksasa yang akan melahirkan pemain-pemain besar 10 hingga 15 tahun mendatang," ujar Erick di hadapan ribuan penonton yang memadati tribun. Ia menekankan bahwa PSSI di bawah kepemimpinannya akan menjadikan sepak bola grassroots sebagai salah satu dari tiga pilar utama bersama kompetisi profesional dan tim nasional.
Lebih jauh, Erick mengumumkan bahwa PSSI akan memperluas cakupan festival ini pada 2027 dengan menambah kategori U-9 dan U-11, serta menghadirkan program beasiswa pelatih asing bagi para pemenang. "Kita tidak akan lagi hanya bermimpi. Kita akan bekerja. Dan pekerjaan terbesar kita adalah menyiapkan anak-anak ini untuk panggung dunia," tegasnya disambut riuh tepuk tangan.
Atmosfer Kompetitif yang Sarat Edukasi
Final U-10 mempertemukan Akademi Taruna Nusantara yang mewakili Jawa Tengah melawan Patriot Muda asal DKI Jakarta. Pertandingan yang berlangsung sengit itu akhirnya dimenangkan oleh Akademi Taruna Nusantara dengan skor 2-1 lewat gol dramatis di menit ke-23 dan ke-35, yang membalikkan keadaan setelah tertinggal lebih dulu oleh gol cepat Patriot Muda pada menit ke-4. Menariknya, sepanjang laga tercatat kedua tim sama-sama mencatatkan shot on target sebanyak enam kali, bukti bahwa level kompetisi sudah sangat ketat.
Sementara itu, di kelas U-12, pertarungan tak kalah seru terjadi antara Garuda Cilik (Kalimantan Timur) melawan Singa Muda (Jawa Barat). Dengan formasi 4-3-3 yang diterapkan sejak awal, Garuda Cilik tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 58 persen. Mereka berhasil mengunci kemenangan 3-0 lewat dua gol striker utama di menit ke-12 dan ke-44, serta sontekan gelandang serang di menit ke-55, menjaga clean sheet sepanjang pertandingan. Sorak sorai penonton tak henti-hentinya menggema di JEC Soccer Field yang berkapasitas 4.000 orang itu.
Piala Presiden: Investasi Jangka Panjang Sepak Bola Indonesia
Ketua Panitia Pelaksana, Arief Budiman, menyampaikan bahwa festival ini adalah bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, melalui Kemenpora dan Sekretariat Presiden, dengan PSSI. "Piala Presiden bukan sekadar event tahunan. Ini adalah gerakan nasional untuk menemukan dan membentuk bibit-bibit unggul sekaligus mendidik karakter mereka," jelasnya. Data panitia menunjukkan, dari 1.200 orang tua peserta yang disurvei, 82 persen menyatakan puas dengan standar penyelenggaraan yang mengutamakan aspek perkembangan psikologis anak.
Fakta menarik lainnya, sepanjang turnamen hanya terdapat tiga kartu kuning untuk total semua partai di kedua kategori, dan tidak ada satu pun kartu merah. Ini menegaskan bahwa filosofi fair play yang ditanamkan sejak awal telah dipahami oleh para pemain belia. VAR mini yang diuji coba pada fase gugur juga berhasil meminimalkan kontroversi, dengan dua keputusan offside yang sempat ramai akhirnya dikonfirmasi tepat oleh teknologi sederhana tersebut.
Harapan yang Terbangun di Langit Bantul
Saat matahari mulai condong ke barat dan Erick Thohir satu per satu menyematkan medali kepada para juara, ada rasa yang lebih besar dari sekadar kemenangan. Ada keyakinan bahwa dari tanah Bantul ini, dari ribuan sepatu bola kecil yang menendang dengan penuh cita-cita, suatu hari nanti akan lahir generasi yang membawa Indonesia terbang tinggi di kancah internasional. Festival Grassroots Nasional Piala Presiden 2026 telah menutup tirai, tetapi jalan panjang menuju mimpi itu baru saja dimulai. Dan PSSI, bersama Erick Thohir, berjanji untuk terus berjalan di depan, membuka lahan subur bagi sepak bola akar rumput yang kelak akan menjadi kebanggaan negeri.
Comments (0)