Skor akhir 3-1 untuk Real Madrid atas VfB Stuttgart pada matchday pertama Liga Champions 2024/2025 di Santiago Bernabeu, Rabu (18/9/2024) dini hari WIB. Kemenangan ini menjadi panggung debut yang tak terlupakan bagi Endrick, penyerang muda asal Brasil yang baru saja bergabung di bursa transfer musim panas. Gol pembuka tuan rumah lahir dari kaki Kylian Mbappe pada menit ke-46, memanfaatkan umpan terobosan yang membelah lini pertahanan Stuttgart. Babak pertama berjalan ketat dengan penguasaan bola 54 persen milik Los Blancos dan 5 shots on target berbanding 3 milik tamu.
Babak Pertama: Stuttgart Berani Menekan di Bernabeu
Formasi 4-3-3 yang diterapkan Carlo Ancelotti awalnya tampak kesulitan menghadapi agresivitas Stuttgart yang bermain dengan starting XI penuh pressing tinggi. Menit ke-12, tim tamu hampir membuka skor lewat sundulan striker mereka, namun Thibaut Courtois tampil sigap dengan penyelamatan refleks gemilang. Madrid baru bisa mengendalikan tempo setelah menit ke-25, ketika Toni Kroos mulai mengatur distribusi bola dari lini tengah. Statistik mencatat 8 tendangan Madrid di paruh pertama, dengan empat di antaranya mengarah tepat ke gawang. Stuttgart sendiri mencatat 6 pelanggaran dan satu kartu kuning menjelang turun minum, tanda bahwa mereka kesulitan mengimbangi kecepatan lini serang Madrid.
Menit ke-39, Vinicius Junior nyaris menggandakan keunggulan setelah aksinya melewati dua pemain bertahan, tetapi tendangannya masih membentur tiang gawang. Skor 0-0 bertahan hingga jeda, meski Madrid mendominasi dengan akurasi umpan 89 persen.
Endrick Masuk, Lini Serang Madrid Meledak
Ancelotti memasukkan Endrick pada menit ke-80, dan keputusan itu langsung berbuah manis. Tiga menit berselang, tepatnya menit ke-83, pemain berusia 18 tahun itu melepaskan tendangan kaki kiri dari tepi kotak penalti setelah menerima assist dari Jude Bellingham. Bola meluncur deras ke sudut kanan gawang Stuttgart tanpa mampu dijangkau kiper. Skor berubah 2-1, membuyarkan harapan tamu yang sempat menyamakan kedudukan lewat tendangan penalti pada menit ke-68 setelah VAR memutuskan adanya pelanggaran di area terlarang.
Gol Endrick menjadi momen kunci. Shots on target Madrid bertambah menjadi 8, sementara Stuttgart hanya 4. Penguasaan bola akhir pertandingan tercatat 56 persen untuk Madrid, mencerminkan kontrol permainan di babak kedua. Menit ke-90+2, Antonio Rudiger memastikan kemenangan menjadi 3-1 melalui sundulan kepala setelah memanfaatkan sepak pojok Luka Modric. Stuttgart harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-77 akibat kartu merah bek tengah mereka yang melanggar Mbappe sebagai pemain terakhir.
"Endrick menunjukkan mentalitas luar biasa. Dia masuk dengan lapar, dan gol itu adalah hadiah atas kerja kerasnya di latihan. Kami punya kedalaman skuad yang bisa membuat perbedaan di kompetisi ini," ujar Carlo Ancelotti dalam konferensi pers usai laga.
Analisis Taktik: Pressing Stuttgart Lumpuh di Babak Kedua
Stuttgart sebenarnya memulai pertandingan dengan pendekatan berani, menggunakan formasi 4-2-3-1 yang berfokus pada serangan balik cepat. Namun, intensitas mereka menurun drastis setelah menit ke-60. Data menunjukkan jarak tempuh pemain Stuttgart turun 12 persen di babak kedua dibanding paruh pertama, sementara Madrid justru meningkatkan tempo dengan rotasi umpan yang lebih cepat. Kehadiran Endrick memberi dimensi baru: kedalaman lini serang dan kemampuan menembak dari luar kotak penalti yang jarang dimiliki pemain lain.
Secara statistik, Madrid mencatat 17 total shots dengan 8 on target, sedangkan Stuttgart hanya 9 shots dan 4 on target. Pelanggaran Madrid 10 kali, Stuttgart 14 kali. Clean sheet gagal diraih Madrid akibat penalti, tetapi kemenangan ini mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen sementara Grup C. Endrick kini menjadi pemain termuda kedua yang mencetak gol untuk Madrid di Liga Champions, setelah Raul Gonzalez pada 1995.
Dengan hasil ini, Madrid akan melakoni laga tandang melawan Lille pada matchday kedua, sementara Stuttgart menjamu Sparta Praha. Jika Endrick terus menunjukkan performa seperti ini, bukan tidak mungkin ia menjadi senjata rahasia Ancelotti sepanjang musim. Satu hal yang pasti: Bernabeu menyaksikan kelahiran bintang baru malam itu.
Comments (0)