Oct 09, 2026
Olahraga

Endrick Cetak Brace, Real Madrid Lolos ke Perempat Final Copa del Rey

Skor akhir 3-1 untuk Real Madrid atas Celta Vigo di babak 16 besar Copa del Rey, Kamis dini hari WIB. Endrick menjadi bintang dengan brace alias dua gol yang membawa Los Blancos melaju ke perempat fin...

Endrick Cetak Brace, Real Madrid Lolos ke Perempat Final Copa del Rey

Skor akhir 3-1 untuk Real Madrid atas Celta Vigo di babak 16 besar Copa del Rey, Kamis dini hari WIB. Endrick menjadi bintang dengan brace alias dua gol yang membawa Los Blancos melaju ke perempat final. Pemain muda Brasil itu kini telah mengoleksi 4 gol di semua kompetisi musim ini, dan selebrasinya yang emosional setelah gol kedua menjadi momen paling ikonik dari laga ini.

Jalannya Pertandingan: Tekanan Madrid Sejak Awal

Sejak peluit kick-off, Real Madrid langsung mengambil inisiatif menyerang. Formasi 4-2-3-1 yang diusung Carlo Ancelotti menempatkan Endrick sebagai ujung tombak tunggal, didukung oleh trio gelandang kreatif di belakangnya. Celta Vigo yang bermain dengan formasi 5-3-2 mencoba bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik cepat.

Menit ke-12, gelombang serangan Madrid mulai terlihat. Umpan terobosan dari lini tengah memaksa kiper Celta Vigo bekerja keras. Namun, pertahanan berlapis lima pemain bertahan Celta sempat membuat Madrid frustrasi di sepertiga akhir lapangan.

Statistik babak pertama menunjukkan dominasi jelas: penguasaan bola 68% untuk Madrid berbanding 32% untuk Celta. Tembakan ke arah gawang (shots on target) Madrid mencapai 5, sementara Celta hanya mencatatkan 1. Total tembakan Madrid 11 berbanding 3. Meski mendominasi, Madrid baru bisa memecah kebuntuan menjelang akhir babak pertama.

Menit ke-37, Endrick akhirnya membuka skor. Memanfaatkan umpan silang rendah dari sisi kanan, penyerang muda itu melepaskan tendangan first-time yang tidak bisa dijangkau kiper. 1-0 untuk Madrid, dan babak pertama ditutup dengan keunggulan tipis.

Babak Kedua: Brace Endrick dan Momen Emosional

Memasuki babak kedua, Celta Vigo keluar lebih agresif. Mereka menaikkan garis pertahanan dan berani menekan lebih tinggi. Hasilnya, beberapa peluang sempat tercipta. Namun, Madrid tetap menjaga ketenangan.

Menit ke-58, Endrick kembali mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini ia menerima umpan matang di dalam kotak penalti, melakukan cut inside untuk melewati satu bek, lalu melepaskan tembakan kaki kiri yang akurat ke sudut jauh gawang. 2-0 untuk Madrid, dan Endrick berlari ke sudut lapangan dengan selebrasi emosional — menutup wajah dengan kedua tangan sebelum menunjuk ke arah tribun penonton. Momen itu menunjukkan betapa berharganya gol tersebut bagi pemain berusia 18 tahun itu.

Celta Vigo sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-71 melalui gol sundulan setelah situasi bola mati. Skor menjadi 2-1, dan pertandingan kembali terbuka. wasit sempat mengecek dugaan offside melalui VAR, namun gol dinyatakan sah.

Madrid merespons dengan menambah intensitas serangan. Menit ke-84, sebuah serangan balik cepat berbuah gol ketiga. Kali ini bukan Endrick yang mencetak gol, melainkan pemain pengganti yang memanfaatkan ruang kosong di lini pertahanan Celta yang sudah terlalu ke depan. 3-1 untuk Madrid, dan pertandingan praktis sudah di tangan tuan rumah.

Statistik akhir pertandingan menegaskan superioritas Madrid: penguasaan bola 64%, shots on target 8 berbanding 4, dan total tembakan 18 berbanding 7. Endrick sendiri mencatatkan 4 tembakan dengan 3 di antaranya tepat sasaran, serta memenangkan 5 duel udara.

Analisis: Endrick Mulai Menemukan Ritmenya

Brace ini menjadi sinyal positif bagi Endrick yang sempat kesulitan menembus starting XI Madrid di awal musim. Dengan tambahan dua gol ini, ia kini telah mencetak 4 gol di semua kompetisi — sebuah pencapaian yang cukup mengesankan mengingat menit bermainnya yang terbatas. Rasio golnya per menit bermain menempatkannya di antara penyerang muda paling efisien di Eropa saat ini.

Dari sisi taktik, Ancelotti tampaknya mulai menemukan cara memaksimalkan potensi Endrick. Bermain sebagai ujung tombak tunggal dengan dukungan gelandang kreatif memberinya ruang untuk bergerak bebas di kotak penalti. Pergerakan tanpa bola Endrick juga terlihat semakin matang, terbukti dari gol pertamanya yang lahir dari pembacaan posisi yang tepat.

Sementara itu, Celta Vigo memang tampil disiplin dalam bertahan, tetapi kualitas individu pemain Madrid terlalu tinggi untuk mereka bendung selama 90 menit. Formasi 5-3-2 mereka efektif memblokir jalur tengah, tetapi rentan terhadap serangan dari sisi sayap.

Kutipan dan Dampak ke Babak Berikutnya

"Endrick menunjukkan kualitas yang luar biasa. Gol keduanya adalah cerminan dari insting seorang penyerang top. Dia masih muda, tetapi mentalitasnya sudah dewasa. Saya sangat senang dengan performanya malam ini," ujar Carlo Ancelotti dalam konferensi pers usai pertandingan.

Dengan hasil ini, Real Madrid melaju ke perempat final Copa del Rey. Undian babak berikutnya akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Bagi Endrick, penampilan ini bisa menjadi batu loncatan untuk mendapatkan lebih banyak menit bermain di sisa musim — terutama dengan jadwal padat yang menanti, termasuk La Liga dan Liga Champions.

Menarik untuk ditunggu apakah Ancelotti akan memberikan kepercayaan lebih besar kepada Endrick sebagai starter reguler, atau tetap menggunakannya sebagai super sub yang mematikan dari bangku cadangan. Satu hal yang pasti: dengan 4 gol musim ini, Endrick telah mengirim pesan yang jelas bahwa ia siap berkontribusi lebih besar untuk Los Blancos.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User