Dwigol Bellingham Antar Inggris ke Semifinal Piala Dunia 2026
Inggris memastikan satu tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Norwegia dengan skor 2-1 dalam pertarungan sengit yang berlangsung di Stadion Miami, Minggu (12/7) dini hari WIB. Jude ...
Inggris memastikan satu tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Norwegia dengan skor 2-1 dalam pertarungan sengit yang berlangsung di Stadion Miami, Minggu (12/7) dini hari WIB. Jude Bellingham menjadi pahlawan berkat dua golnya yang memupus perlawanan gigih tim asuhan Ståle Solbakken.
Laga yang berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit pertama ini menyajikan duel taktik yang menarik antara formasi 4-2-3-1 Inggris dan 4-3-3 Norwegia. Inggris yang difavoritkan langsung mendominasi penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang berbahaya melalui aksi Bukayo Saka dan Phil Foden di sepertiga akhir lapangan.
Babak Pertama: Tekanan Inggris Berbuah Gol
Inggris membuka keunggulan pada menit ke-34 melalui skema serangan balik cepat. Berawal dari sapuan Declan Rice di kotak penalti sendiri, bola langsung dialirkan kepada Bellingham yang berlari dari lini kedua. Dengan kontrol sempurna, gelandang Real Madrid itu melewati satu bek Norwegia dan melepaskan tembakan mendatar ke sudut kiri gawang yang tak mampu dijangkau Ørjan Nyland. Skor 1-0 untuk Inggris.
Hingga turun minum, statistik menunjukkan dominasi Inggris dengan penguasaan bola 62% dan empat shots on target dari delapan percobaan. Norwegia hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran melalui upaya Erling Haaland yang masih bisa ditepis Jordan Pickford. Kartu kuning pertama pertandingan diberikan kepada gelandang Norwegia, Sander Berge, setelah pelanggaran keras terhadap Saka di menit ke-28.
Babak Kedua: Bellingham Ganda, Norwegia Membalas
Memasuki babak kedua, Inggris tidak mengendurkan serangan. Hasilnya, menit ke-68, Bellingham kembali mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari tendangan sudut Foden yang disundul John Stones, bola muntah jatuh di kaki Bellingham yang berdiri bebas di depan gawang. Tanpa kesulitan, ia menceploskan bola menjadi 2-0. Gol ini sempat diperiksa VAR untuk kemungkinan offside, tetapi keputusan akhir tetap mengesahkan gol tersebut.
Norwegia yang tertinggal dua gol justru meningkatkan intensitas permainan. Haaland yang sebelumnya kurang mendapat suplai bola mulai aktif menjemput bola ke lini tengah. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-79 ketika Martin Ødegaard mengirim umpan terobosan yang berhasil diselesaikan Alexander Sørloth lewat tembakan chip melewati Pickford. Gol hiburan ini membangkitkan semangat Norwegia, namun sisa waktu tak cukup untuk menyamakan kedudukan.
Lima menit terakhir berlangsung dramatis. Norwegia menggempur pertahanan Inggris, tetapi trio bek Harry Maguire, Stones, dan Kyle Walker tampil solid. Pickford juga melakukan penyelamatan penting dari sundulan Haaland di menit ke-88. Statistik akhir mencatat penguasaan bola Inggris 58% dengan total 9 tembakan dan 6 tepat sasaran, sementara Norwegia mencatatkan 4 tembakan tepat sasaran dari 7 percobaan.
Bellingham: Mesin Gol Inggris
Dwigol Bellingham di laga ini semakin menegaskan statusnya sebagai pemain kunci The Three Lions. Dengan torehan ini, ia telah mengoleksi lima gol sepanjang turnamen, menempatkannya dalam persaingan Sepatu Emas. Assist untuk gol kedua juga pantas diapresiasi karena pergerakan tanpa bola yang cerdas dari gelandang berusia 22 tahun itu sering kali merepotkan lini belakang Norwegia.
"Jude menunjukkan kematangan yang luar biasa. Dia bukan hanya mencetak gol, tapi juga memenangkan duel-duel krusial dan mengatur ritme permainan. Saya sangat bangga dengan penampilannya malam ini," ujar pelatih Inggris, Gareth Southgate, dalam sesi jumpa pers usai laga.
Kemenangan ini memastikan Inggris akan menghadapi pemenang antara Prancis dan Brasil di babak semifinal. Dengan momentum positif dan catatan clean sheet yang hanya ternoda satu gol di laga ini, Southgate optimistis timnya bisa melaju lebih jauh. "Kami tahu jalan masih panjang, tapi malam ini kami tunjukkan karakter yang tepat," tambahnya.
Di kubu Norwegia, pelatih Solbakken mengakui kualitas lawan. "Kami kesulitan di babak pertama, tapi reaksi di babak kedua membuktikan bahwa tim ini memiliki semangat juang tinggi. Saya bangga pada para pemain, meskipun hasilnya tidak seperti yang kami harapkan," katanya. Norwegia harus mengakhiri perjalanan mereka, tetapi penampilan apik sepanjang turnamen akan menjadi modal berharga untuk masa depan.
Laga ini juga disaksikan 68.000 penonton yang memadati Stadion Miami. Suhu lapangan yang mencapai 30 derajat Celsius turut mempengaruhi tempo permainan, namun kedua tim tetap menyajikan hiburan sepak bola berkualitas. Dari sisi disiplin, wasit Fernando Rapallini hanya mengeluarkan dua kartu kuning sepanjang laga—untuk Berge dan Rice—sekaligus menandai pertandingan yang berjalan relatif bersih.
Baca juga:
Comments (0)