Keajaiban Mikel Merino Kembali Selamatkan Spanyol
Skor akhir 2-1 untuk Spanyol atas Belgia di perempat final Piala Dunia 2026 bukan sekadar angka di papan skor, melainkan ulangan kisah yang seolah ditakdirkan: Mikel Merino, gelandang tak tergantikan,...
Skor akhir 2-1 untuk Spanyol atas Belgia di perempat final Piala Dunia 2026 bukan sekadar angka di papan skor, melainkan ulangan kisah yang seolah ditakdirkan: Mikel Merino, gelandang tak tergantikan, lagi-lagi menjadi pahlawan di menit-menit kritis. Golnya pada menit ke-88 memastikan La Roja melaju ke semifinal menghadapi Prancis, memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di turnamen ini.
Babak Pertama: Dominasi Tanpa Hasil
Dengan formasi 4-3-3 andalan Luis de la Fuente, Spanyol menguasai bola hingga 63% sepanjang 45 menit pertama, namun hanya mencatatkan dua shots on target dari total delapan percobaan. Penguasaan wilayah tengah yang dimotori Pedri, Rodri, dan Merino sendiri meredam kreativitas Belgia, tetapi ketiadaan penyelesaian akhir membuat skor bertahan 0-0 hingga turun minum. Belgia, yang mengandalkan serangan balik cepat lewat sayap, nyaris mencuri keunggulan ketika tembakan melengkung Leandro Trossard di menit ke-33 membentur tiang kanan Unai Simón.
Gol Pembuka dan Reaksi Belgia
Kebuntuan baru pecah pada menit ke-54. Umpan pendek Rodri di jantung pertahanan Belgia diselesaikan dengan tendangan melengkung kaki kiri Nico Williams yang bersarang di sudut jauh gawang Thibaut Courtois. Proses gol yang lahir dari kombinasi 12 operan itu mencerminkan filosofi penguasaan Spanyol, dan membuat skor menjadi 1-0. Statistik penguasaan bola Spanyol saat itu melonjak hingga 68%, sementara Belgia kesulitan menciptakan peluang terbuka.
Akan tetapi, Belgia yang diasuh Domenico Tedesco tak menyerah. Pada menit ke-72, mereka menyamakan kedudukan melalui skema bola mati. Tendangan sudut Kevin De Bruyne diarahkan tepat ke kaki Yannick Carrasco yang berdiri bebas di kotak penalti; tendangan volinya tak mampu dijangkau Simón, mengubah papan skor menjadi 1-1. Gol ini mengubah momentum: Belgia meningkatkan intensitas tekanan, dan dalam 10 menit berikutnya mencatatkan tiga percobaan tepat sasaran dibanding nihil dari Spanyol.
Menit Keajaiban Merino
Saat laga seolah akan menuju perpanjangan waktu, momen yang akan dikenang muncul di menit ke-88. Serangan dari sisi kanan yang dibangun Dani Carvajal berakhir pada umpan tarik mendatar ke kotak penalti. Bola sempat ditepis Courtois, tetapi jatuh di kaki Merino yang berdiri di tiang jauh. Dengan tenang, pemain Arsenal itu menceploskan bola ke gawang kosong, memicu selebrasi liar para pemain Spanyol dan 42.000 pendukung di Stadion MetLife, New Jersey.
Bukan kali ini saja Merino tampil sebagai penentu. Di fase grup melawan Kanada, ia mencetak gol penyeimbang di masa injury time yang menjaga asa Spanyol lolos. Pada babak 16 besar melawan Meksiko, sundulannya di menit ke-79 memecahkan kebuntuan. Kini, gol kemenangan dramatis ini semakin mengukuhkan reputasinya sebagai “pemain momen besar” versi De la Fuente.
“Saya hanya berlari ke posisi yang tepat. Bola datang, saya pikir, ini harus masuk,” kata Merino usai pertandingan. “Tim ini pantas berada di semifinal. Melawan Prancis akan menjadi laga berat, tetapi kami percaya diri.”
Data dan Dampak
Secara keseluruhan, Spanyol mencatat penguasaan bola 61%, dengan 6 shots on target dari 16 percobaan. Belgia hanya memiliki 4 tembakan tepat sasaran, namun dua di antaranya lahir di babak kedua dan sangat berbahaya. Kartu kuning untuk Wout Faes (menit ke-66) dan Aymeric Laporte (menit ke-80) menunjukkan tensi tinggi duel ini. VAR sempat meninjau gol Merino karena kemungkinan offside, tetapi tayangan ulang mengonfirmasi ia berada dalam posisi sah.
Keberhasilan Spanyol mencapai semifinal keempat dalam lima edisi Piala Dunia terakhir tak lepas dari kedalaman lini tengah. Merino, yang mengawali turnamen sebagai cadangan untuk Pedri dan Rodri, kini menjadi starter tak terbantahkan. Statistik membuktikan: tiga gol dan satu assist dalam 387 menit bermain menjadikannya gelandang paling produktif di tim ini.
Prancis menanti di babak empat besar dengan angka mencengangkan: mereka baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Jika Merino mampu mengulang “keajaiban” rutinnya, Spanyol punya peluang besar untuk melaju ke final dan membawa pulang bintang kedua.
Baca juga:
Comments (0)