Drama Injury Time, PSIM Vs Persik Kediri Imbang 2-2
Skor akhir 2-2 menjadi penutup dramatis untuk PSIM Yogyakarta saat bersua Persik Kediri dalam laga pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jumat (13/2/2026) sore...
Skor akhir 2-2 menjadi penutup dramatis untuk PSIM Yogyakarta saat bersua Persik Kediri dalam laga pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jumat (13/2/2026) sore WIB. Dalam pertandingan yang dipenuhi tensi tinggi dan perubahan momentum, kedua tim harus puas berbagi poin usai 90 menit plus tambahan waktu yang penuh gairah. Jean-Paul van Gastel, juru taktik PSIM, terlihat frustrasi di pinggir lapangan ketika timnya kehilangan keunggulan di menit-menit krusial, namun satu poin tetap menjadi hasil yang cukup berarti di kandang bumi Persebaya ini.
Duel Taktis di Babak Pertama
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi sejak wasit meniup peluit panjang. Menit ke-18, PSIM membuka keran gol melalui tendangan klinis dari penyerang andalannya yang memanfaatkan umpan tarik dari sayap kiri. Gol tersebut lahir dari transisi cepat dengan penguasaan bola sementara PSIM hanya 42 persen di 15 menit awal. Persik Kediri tak tinggal diam. Menit ke-34, tim tamu menyamakan kedudukan lewat eksekusi set-piece yang memanfaatkan kekeliruan jaga jarak lini belakang formasi 4-3-3 yang diterapkan van Gastel. Starting XI PSIM yang menurunkan tiga gelandang tengah sejak menit pertama tampak kesulitan meng-cover pergerakan dua pemain sayap Persik yang konsisten melakukan overlapping run.
Data babak pertama menunjukkan dominasi penguasaan bola Persik Kediri mencapai 56 persen dengan lima shots on target dari total delapan percobaan. Sementara PSIM lebih efisien dengan tiga shots on target dan satu gol. Laga sempat dipenuhi adu fisik di tengah lapangan yang berujung pada kartu kuning untuk gelandang bertahan PSIM di menit ke-41 setelah tekel keras yang membuat wasit terpaksa menghentikan permainan sejenak. VAR tidak perlu turun tangan, namun momen itu mengubah ritme permainan hingga jeda istirahat.
PSIM Bangkit dan Persik Membalas
Masuk ke babak kedua, Jean-Paul van Gastel melakukan penyesuaian taktis dengan memasukkan pemain sayap segar untuk meningkatkan lebar lapangan. Hasilnya terlihat di menit ke-67 ketika PSIM kembali unggul lewat gol sundulan usai tendangan sudut yang disambut dengan sempurna di tiang jauh. Assist tercatat dari eksekor tendangan sudut yang meletakkan bola dengan presisi tinggi, memaksa kiper Persik Kediri hanya bisa melihat bola bersarang di gawangnya. Keunggulan 2-1 itu seharusnya menjadi modal aman bagi PSIM untuk mengamankan tiga poin.
Namun, Persik Kediri menunjukkan mentalitas juara. Menit ke-82, serangan balik cepat dari transisi pertahanan ke ofensif berhasil membobol gawang PSIM. Striker Persik yang menerima umpan terobosan di balik lini belakang menyelesaikan peluang dengan tendangan rendah ke sudut bawah gawang. Wasit sempat memeriksa potensi offside melalui VAR, namun garis semivari menunjukkan posisi pemain masih onside dengan margin tipis. Gol itu membawa kedudukan kembali imbang 2-2 dan memicu perubahan strategi dari kedua pelatih di sisa waktu yang tersisa.
Catatan Statistik dan Dampak Klasemen
Pertandingan berakhir dengan skor akhir 2-2 setelah tambahan waktu empat menit yang diisi dengan tekanan bertubi-tubi dari Persik Kediri. PSIM hampir kehilangan satu poin di menit ke-90+3 ketika tendangan dari luar kotak penalti Persik membentur mistar gawang. Dari catatan statistik akhir, penguasaan bola Persik Kediri sedikit unggul 53 persen berbanding 47 persen milik PSIM. Namun, shots on target kedua tim sama-sama produktif dengan PSIM mencatatkan enam kali tembakan tepat sasaran dari 11 percobaan, sementara Persik mengemas lima shots on target dari sembilan tembakan.
Tidak ada pemain yang berhasil mencetak hat-trick maupun kiper yang membawa pulang clean sheet dalam laga ini. Kedua tim mengoleksi satu kartu kuning masing-masing sebagai bukti pertarungan yang alot di sektor tengah. Hasil imbang ini membuat PSIM Yogyakarta harus bersabar di papan tengah klasemen sementara BRI Super League 2025/2026, sementara Persik Kediri kehilangan momentum untuk mendekati zona perebutan gelar. Jean-Paul van Gastel pastinya akan menganalisis ulang rapatnya lini belakang yang dua kali bobol dari situasi transisi, karena di level kompetisi tertinggi, konsentrasi di menit-menit akhir bisa menjadi pembeda antara satu poin dan kemenangan penuh.
Comments (0)