Drama Extra Time: Argentina Lolos Semifinal Usai Singkirkan Swiss 3-1
Lusail Stadium bergemuruh, Sabtu malam waktu setempat, saat Argentina memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis 3-1 atas Swiss melalui babak tambahan waktu. Skor 1-1 s...
Lusail Stadium bergemuruh, Sabtu malam waktu setempat, saat Argentina memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis 3-1 atas Swiss melalui babak tambahan waktu. Skor 1-1 selama 90 menit tak cukup memisahkan kedua tim, hingga akhirnya dua gol di menit-menit krusial extra time membawa La Albiceleste melaju ke empat besar.
Babak Pertama: Swiss Mengejutkan Lewat Disiplin Taktis
Pertandingan dibuka dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama. Argentina, dengan formasi 4-3-3 andalan Lionel Scaloni, langsung mendominasi penguasaan bola hingga 67 persen di 20 menit awal. Namun, Swiss yang tampil dengan formasi 5-3-2 justru lebih dulu menciptakan peluang berbahaya lewat serangan balik cepat. Menit ke-18, umpan terobosan Granit Xhaka berhasil dimanfaatkan Breel Embolo yang menusuk dari sisi kiri. Beruntung bagi Argentina, Emiliano Martínez tampil sigap menutup ruang tembak.
Gol yang ditunggu justru lahir dari kaki pemain Swiss. Menit ke-31, sepak pojok Xhaka mengarah ke tiang jauh dan disambut sundulan keras Manuel Akanji yang tak mampu dihalau Martínez. Skor 0-1 membuat stadion hening sejenak. Hingga turun minum, Argentina kesulitan menembus blok rendah Swiss yang dikawal ketat oleh Denis Zakaria dan Fabian Schär. Argentina hanya mencatatkan dua shots on target dari total enam percobaan, sementara Swiss satu tembakan tepat sasaran yang berbuah gol.
Dominasi Argentina di Babak Kedua Berbuah Penyetaraan
Selepas jeda, Argentina meningkatkan tempo. Masuknya Alejandro Garnacho menggantikan Nicolás González di sisi sayap kiri menambah daya gedor. Menit ke-58, tendangan Julian Alvarez dari luar kotak penalti membentur tiang gawang Yann Sommer. Tekanan terus menggila: dalam 30 menit pertama babak kedua, Argentina mencatatkan penguasaan bola 73 persen dan melepaskan delapan tembakan.
Gol penyeimbang akhirnya datang melalui skema umpan silang. Menit ke-74, Enzo Fernández mengirim umpan lambung terukur dari tengah lapangan yang disambut Lionel Messi di kotak 16. Dengan tenang, Messi menanduk bola ke sudut gawang, menaklukkan Sommer yang bergeming. Skor 1-1 membangkitkan momentum Argentina. Hingga 90 menit, total shots on target Argentina mencapai 7 berbanding 2 milik Swiss, namun kokohnya pertahanan Swiss memaksa laga berlanjut ke extra time.
Ledakan di Extra Time: Argentina Menggila 2 Gol dalam 11 Menit
Babak tambahan menjadi panggung bagi para pemain pengganti Argentina. Menit ke-97, serangan cepat yang dibangun dari lini tengah menghasilkan kemelut di depan gawang. Julian Alvarez melepaskan tendangan yang ditepis Sommer, namun bola muntah langsung disambar Lautaro Martínez dari jarak dekat. Gol! Argentina unggul 2-1.
Swiss mencoba bangkit, namun fisik mereka mulai terkuras. Menit ke-108, kembali dari skema transisi cepat, Messi mengirim umpan terobosan kepada Garnacho. Dengan kecepatannya, Garnacho melewati kawalan Silvan Widmer dan melepaskan tendangan menyilang yang tak mampu dihentikan Sommer. Skor menjadi 3-1, memastikan kemenangan Argentina.
Hingga akhir pertandingan, statistik menunjukkan dominasi Argentina: penguasaan bola total 61 persen, 18 total tembakan dengan 10 shots on target, sementara Swiss hanya 5 tembakan dengan 3 tepat sasaran. Swiss juga mendapat dua kartu kuning melalui Zakaria dan Schär, sedangkan Argentina bermain disiplin tanpa kartu.
Statistik Kunci dan Analisis Pemain
Bintang kemenangan Argentina adalah Lionel Messi yang mencatatkan satu gol dan satu assist, sekaligus menunjukkan kepemimpinan di lini serang. Gelandang Enzo Fernández juga tampil luar biasa dengan akurasi umpan 92 persen dan dua assist kunci. Di lini belakang, Cristian Romero mencatatkan 6 intersep dan 4 sapuan bersih. Untuk Swiss, Yann Sommer menjadi tembok kokoh dengan 7 penyelamatan, namun harus menyerah pada gelombang serangan Argentina di extra time.
Pelatih Lionel Scaloni memuji ketangguhan mental timnya setelah pertandingan. Dalam konferensi pers, ia berkata:
"Ini adalah laga yang sangat sulit. Swiss tim yang disiplin dan kuat. Tapi kami menunjukkan karakter juara. Messi, sekali lagi, jadi pembeda. Sekarang kita fokus ke semifinal."
Dengan kemenangan ini, Argentina akan menghadapi pemenang laga antara Belanda dan Brasil di semifinal yang dijadwalkan pada pekan depan. Pertandingan ini menjadi catatan bersejarah bagi La Albiceleste yang terus mempertahankan asa meraih gelar Piala Dunia ketiga mereka.
Baca juga:
Comments (0)