Drama Dua Gol di Babak Kedua Antar Persib Juara HYDROPLUS U-18
Ribuan pasang mata di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (22/3) malam, menjadi saksi bagaimana Akademi Persib Bandung mengukuhkan diri sebagai raja baru kompetisi usia muda regional. Dalam laga puncak HY...
Ribuan pasang mata di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (22/3) malam, menjadi saksi bagaimana Akademi Persib Bandung mengukuhkan diri sebagai raja baru kompetisi usia muda regional. Dalam laga puncak HYDROPLUS Soccer League All-Stars U-18 2025/2026, skuad Maung Ngora menundukkan Putri Garut dengan skor tipis 2-1 setelah melalui duel yang menyedot emosi hingga menit akhir. Kemenangan ini tidak sekadar mempersembahkan trofi, melainkan juga menegaskan konsistensi akademi asal Jawa Barat tersebut sepanjang musim yang bergulir sejak pertengahan tahun lalu.
Pertarungan Taktik di Babak Pertama Tanpa Gol
Sejak peluit tanda mulai dibunyikan, tensi tinggi langsung terasa. Akademi Persib yang mengusung formasi 4-3-3 ofensif tampil lebih mendominasi penguasaan bola. Data kandang menunjukkan bahwa sepanjang 45 menit pertama, Persib memegang kendali permainan dengan penguasaan bola mencapai 55 persen berbanding 45 persen milik Putri Garut. Namun, dominasi itu belum berbuah gol. Gelandang pengatur serangan Persib, Rizki Fauzi, beberapa kali mengirim umpan terobosan ke lini depan, tetapi penyelesaian akhir dari Dimas Arjuna dan Robby Hermawan masih bisa dimentahkan oleh penjaga gawang Putri Garut, Yusuf Pratama, yang tampil gemilang. Di sisi lain, Putri Garut yang mengandalkan formasi 4-2-3-1 justru beberapa kali merepotkan lewat skema serangan balik cepat. Menit ke-23, striker mereka, Galih Firmansyah, nyaris membuka skor setelah lolos dari jebakan offside, namun sontekannya masih menerpa tiang gawang. Babak pertama berakhir tanpa gol dengan catatan shots on target 3-2 untuk keunggulan Persib.
Dentuman Dua Gol Maung Ngora
Fase penentu terjadi selepas jeda. Pelatih Persib U-18, Asep Sumantri, tampak meracik ulang strategi dengan meminta anak asuhnya lebih rapat dalam transisi menyerang. Hasilnya datang pada menit ke-57. Bermula dari skema sepak pojok pendek, bola dikirim ke mulut kotak penalti di mana Rizki Fauzi melepaskan tendangan first-time kaki kanan yang melesak deras ke pojok kiri atas gawang. Stadion bergemuruh. Tertinggal 0-1, Putri Garut meningkatkan intensitas, tetapi justru kecolongan lagi. Menit ke-74, umpan silang terukur dari bek kiri Dendi Saputra disambut tandukan penuh tenaga oleh bek tengah Andi Setiawan yang tak terkawal di tiang jauh. Skor berubah menjadi 0-2. Putri Garut tak menyerah. Menit ke-83, suntikan semangat datang dari kaki Galih Firmansyah yang mampu memperkecil kedudukan menjadi 1-2 melalui akselerasi individu yang diakhiri penyelesaian dingin di depan gawang. Sisa waktu diwarnai tekanan bertubi-tubi dari Putri Garut, termasuk sebuah insiden yang sempat meminta peninjauan VAR pada menit ke-89 akibat potensi handball di kotak terlarang, namun wasit memutuskan tak ada pelanggaran. Hingga peluit panjang, skor 2-1 tetap bertahan.
Papan Statistik dan Kontribusi Individu
Secara keseluruhan pertandingan, statistik mencatat Akademi Persib Bandung unggul dalam penguasaan bola sebesar 53 persen dan menorehkan 8 tembakan tepat sasaran dari 15 percobaan, sementara Putri Garut hanya menghasilkan 3 shots on target dari 10 upaya. Disiplin juga menjadi pembeda: Persib hanya menerima satu kartu kuning untuk pelanggaran taktis, sedangkan Putri Garut mengoleksi dua kartu kuning dan satu kartu merah langsung untuk bek Fajar Ramadhan di menit ke-90+1 setelah melanggar striker lawan sebagai orang terakhir. Performa Rizki Fauzi terpilih sebagai pemain terbaik berkat satu gol dan satu assist dari empat umpan kunci yang ia ciptakan. Ketenangan lini belakang Persib yang dikomandoi Andi Setiawan juga patut diacungi jempol, dengan statistik 6 sapuan dan 4 intersepsi sepanjang laga.
Suara dari Ruang Ganti
Kegembiraan jelas terpancar dari kubu pemenang. Pelatih Asep Sumantri memuji daya juang pasukannya.
“Kami tahu Putri Garut adalah lawan kuat dengan transisi cepat. Anak-anak bermain sangat disiplin, terutama setelah unggul. Gol pertama Rizki membuka jalan, dan kami mampu mengontrol tempo sampai akhir,”ujarnya dalam konferensi pers usai laga. Sementara itu, pelatih Putri Garut, Deden Hermawan, mengakui keunggulan lawan meski menyayangkan keputusan-keputusan krusial wasit.
“Mereka lebih efektif hari ini. Saya bangga dengan perjuangan pemain yang tidak menyerah hingga menit terakhir. Ini pengalaman berharga menuju level berikutnya,”ungkapnya. Gelar ini menjadi yang kedua bagi Akademi Persib Bandung di pentas HYDROPLUS, sekaligus mengamankan tiket ke turnamen antar-akademi se-Jawa yang dijadwalkan Juni mendatang.
Comments (0)