Drama 10 Gol! Inggris Hajar Prancis 6-4 di Perebutan Tempat Ketiga
MIAMI — Stadion Hard Rock bergemuruh oleh 10 gol dalam satu malam bersejarah! Inggris menumbangkan Prancis dengan skor telak 6-4 di laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026, Minggu (20/7) di...
MIAMI — Stadion Hard Rock bergemuruh oleh 10 gol dalam satu malam bersejarah! Inggris menumbangkan Prancis dengan skor telak 6-4 di laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026, Minggu (20/7) dini hari WIB. Pertandingan yang diwarnai drama comeback, gol-gol spektakuler, dan keputusan VAR kontroversial ini langsung menjadi perbincangan hangat di seluruh penjuru dunia sepak bola.
Sejak peluit kick-off dibunyikan wasit Andres Matias, kedua tim langsung tampil menyerang tanpa beban. Inggris yang menurunkan starting XI dengan formasi 4-2-3-1 mengandalkan kecepatan lini depan, sementara Prancis memilih 4-3-3 dengan pressing tinggi di area lini tengah. Hasilnya? Pertarungan terbuka yang menghibur dari detik pertama hingga peluit panjang berbunyi.
Babak Pertama: Enam Gol dalam 45 Menit
Menit ke-7, Jude Bellingham membuka keunggulan Inggris lewat sundulan tajam memanfaatkan umpan silang Trent Alexander-Arnold dari sisi kanan. Skor 1-0 untuk The Three Lions.
Prancis tidak butuh waktu lama untuk merespons. Menit ke-15, Kylian Mbappe yang berdiri di titik penalti setelah dilanggar Declan Rice di kotak terlarang, mengeksekusi tendangan dengan tenang. Skor imbang 1-1.
Menit ke-23, Phil Foden melepaskan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Prancis Mike Maignan. Gol spektakuler! Inggris kembali memimpin 2-1.
Drama terjadi di menit ke-31. Wasit sempat menunjuk titik putih untuk Prancis setelah VAR mengecek insiden di kotak penalti Inggris. Namun, setelah peninjauan ulang di monitor pinggir lapangan, keputusan dibatalkan karena posisi offside lebih dulu. Stadion bergemuruh protes!
Menit ke-38, Marcus Rashford menggandakan keunggulan Inggris menjadi 3-1 lewat serangan balik cepat. Assist kali ini dari Bukayo Saka yang menusuk dari sisi kiri. Skor 3-1 untuk sementara.
Prancis memperkecil ketertinggalan di menit ke-42 lewat sundulan Ibrahima Konate setelah sepak pojok dieksekusi Griezmann. Skor 3-2 menutup babak pertama yang gila.
Statistik babak pertama: penguasaan bola Prancis 54% berbanding 46% Inggris. Shots on target: Inggris 5, Prancis 4. Dua kartu kuning keluar di periode ini — untuk Eduardo Camavinga dan Conor Gallagher.
Babak Kedua: Tujuh Gol Tambahan, Inggris Tahan Gempuran
Babak kedua dimulai dengan tempo lebih lambat, namun tetap penuh aksi berbahaya. Menit ke-52, Ollie Watkins — yang masuk sebagai pemain pengganti di awal babak kedua — mencetak gol keempat Inggris lewat penyelesaian tenang di depan gawang. Skor 4-2 untuk The Three Lions.
Prancis bangkit! Menit ke-58, Mbappe mencetak gol keduanya malam itu lewat tendangan bebas memukau dari jarak 25 yard yang melengkung melewati pagar betis. Skor 4-3.
Menit ke-64, drama VAR lagi! Gol Inggris yang dicetak Harry Kane dianulir karena posisi offside setelah peninjauan ulang. Sempat dirayakan, harus mengulang.
Menit ke-71, Antoine Griezmann menyamakan kedudukan menjadi 4-4 lewat tendangan first-time setelah menerima umpan tarik dari Mbappe. Stadion Hard Rock meledak! Prancis comeback dari ketertinggalan dua gol!
Namun, Inggris tidak panik. Menit ke-78, Bellingham mencetak gol keduanya malam itu setelah menerima assist brilian dari Foden. Skor 5-4, Inggris kembali unggul.
Menit ke-86, gol penutup! Saka menutup kemenangan dengan tendangan first-time setelah umpan tarik Watkins. Skor akhir 6-4 untuk Inggris.
Statistik akhir pertandingan: penguasaan bola Prancis 51% — 49% Inggris. Shots on target: Inggris 9, Prancis 7. Total tembakan: Inggris 18, Prancis 15. Tiga kartu kuning tambahan dikeluarkan di babak kedua — total lima kartu kuning sepanjang laga, tanpa kartu merah.
Analisis Taktik: Mengapa Inggris Menang?
Meskipun penguasaan bola lebih banyak di pihak Prancis, Inggris tampil jauh lebih klinis di depan gawang. Efisiensi penyelesaian akhir The Three Lions menjadi kunci — 9 tembakan tepat sasaran menghasilkan 6 gol, sementara Prancis butuh 7 shots on target hanya untuk 4 gol. Tingkat konversi Inggris 67%, Prancis 57%.
Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Gareth Southgate terbukti efektif. Rice dan Bellingham di lini tengah menjadi motor serangan sekaligus penyaring pertama pertahanan, sementara trisula Foden-Saka-Rashford di belakang Kane memberikan variasi serangan yang sulit dibendung lini belakang Prancis sepanjang laga.
Prancis sendiri tampil di bawah standar dengan beberapa失误 fatal di lini belakang. Kesalahan positioning dan koordinasi antar-bek menjadi masalah utama Les Bleus sepanjang turnamen, bukan hanya di laga ini.
Rekor atau Tidak?
Dengan total 10 gol dalam satu pertandingan, laga ini otomatis masuk buku rekor Piala Dunia. Namun, apakah ini yang terbanyak sepanjang sejarah turnamen empat tahunan tersebut?
Catatan sejarah menunjukkan pertandingan dengan gol terbanyak di Piala Dunia terjadi di Piala Dunia 1954 saat Austria mengalahkan Swiss 7-5 — total 12 gol. Jadi, laga Inggris vs Prancis kali ini belum memecahkan rekor absolut, tapi tetap masuk daftar lima laga paling produktif dalam sejarah Piala Dunia.
"Saya sangat bangga dengan karakter tim ini. Kami sempat mendapat tekanan luar biasa di babak kedua, tapi anak-anak tidak pernah menyerah dan terus berjuang hingga peluit akhir," ujar Southgate dalam konferensi pers pasca-pertandingan.
"Ini hasil yang menyakitkan. Kami seharusnya bisa lebih baik, tapi inilah sepak bola. Kami akan evaluasi dan bangkit di turnamen berikutnya," kata Didier Deschamps, pelatih Prancis.
Dengan kemenangan dramatis ini, Inggris mengakhiri turnamen di posisi ketiga — hasil terbaik mereka di Piala Dunia sejak trofi juara 1966. Sementara Prancis harus puas di posisi keempat setelah sebelumnya gagal di semifinal melawan Argentina. Sepuluh gol, satu malam, dan sejarah baru terukir di Miami.
Comments (0)