Oct 26, 2026
Olahraga

Donnarumma Tinggalkan Lapangan Usai City Kalahkan Everton di Pekan ke-35

Skor akhir 3-1 untuk Manchester City atas Everton pada pekan ke-35 Premier League, Selasa (05/05/2026) dini hari WIB, menjadi latar momen yang menyita perhatian: Gianluigi Donnarumma meninggalkan lapa...

Donnarumma Tinggalkan Lapangan Usai City Kalahkan Everton di Pekan ke-35

Skor akhir 3-1 untuk Manchester City atas Everton pada pekan ke-35 Premier League, Selasa (05/05/2026) dini hari WIB, menjadi latar momen yang menyita perhatian: Gianluigi Donnarumma meninggalkan lapangan dengan ekspresi dingin setelah peluit panjang berbunyi. Kiper asal Italia itu tampil penuh 90 menit, mencatatkan 4 penyelamatan dan 1 clean sheet yang bertahan hingga menit ke-78 sebelum gawangnya akhirnya bobol lewat tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti.

Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak awal. City memakai formasi 4-2-3-1 dengan starting XI yang menempatkan Rodri dan Mateo Kovacic sebagai double pivot, sementara Everton merespons dengan 4-4-2 yang rapat di lini tengah. Penguasaan bola City mencapai 63 persen pada babak pertama, dengan 7 shots on target berbanding hanya 2 milik tuan rumah. Menit ke-12, Phil Foden membuka skor lewat penyelesaian first-time setelah menerima assist terobosan dari Kevin De Bruyne. Menit ke-23, Donnarumma dipaksa bekerja keras menepis tendangan voli jarak dekat, sebuah aksi yang langsung disorot kamera karena posisinya yang sangat rendah di bawah mistar.

Everton sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-39 melalui sundulan bek tengah mereka setelah skema sepak pojok pendek. Namun, VAR mengonfirmasi tidak ada pelanggaran dan gol disahkan. Babak pertama ditutup dengan keunggulan tipis City 2-1 setelah Erling Haaland mencetak gol keduanya di menit ke-45+3, memanfaatkan kelengahan lini belakang Everton yang terjebak perangkap offside. Sepanjang 45 menit pertama, Donnarumma mencatatkan 3 penyelamatan dan akurasi distribusi 87 persen.

Dominasi Babak Kedua dan Peran Donnarumma

Memasuki babak kedua, City mengubah pendekatan dengan menaikkan garis pertahanan dan menekan lebih agresif. Penguasaan bola meningkat menjadi 68 persen, dengan total 11 shots on target sepanjang laga. Menit ke-58, Bernardo Silva melepaskan tendangan kaki kiri dari tepi kotak penalti yang masih bisa ditepis kiper Everton. Menit ke-71, Haaland nyaris mencetak hat-trick andai sepakannya tidak membentur tiang. Namun, gol ketiga City baru tercipta pada menit ke-84 lewat aksi individu Julian Alvarez yang memanfaatkan umpan silang rendah dari sisi kanan.

Donnarumma tetap menjadi sorotan. Setelah gawangnya bobol pada menit ke-78 lewat tendangan keras dari luar kotak penalti, ia beberapa kali terlihat mengatur posisi lini belakang dan memberi instruksi kepada bek tengah. Pada menit ke-88, ia melakukan penyelamatan krusial dengan kaki kanan untuk menjaga keunggulan dua gol. Statistik akhir menempatkannya sebagai kiper dengan rasio penyelamatan 80 persen dari 5 tembakan tepat sasaran yang ia hadapi.

Selepas pertandingan, Donnarumma memilih langsung menuju terowongan tanpa banyak berbicara kepada awak media. Sejumlah kamera menangkap momen ketika ia meninggalkan lapangan, sebuah pemandangan yang langsung memicu spekulasi di kalangan penggemar. Meski demikian, tidak ada indikasi cedera berarti; ia tampak berjalan normal dan sempat memberi salam kepada beberapa ofisial di pinggir lapangan.

"Kami mengendalikan pertandingan, tetapi Everton memberi tekanan di momen-momen tertentu. Kiper kami tampil tenang dan itu penting untuk menjaga struktur tim," ujar pelatih Manchester City dalam konferensi pers usai laga, tanpa menyebut secara khusus alasan kipernya meninggalkan lapangan lebih cepat.

Implikasi Klasemen dan Catatan Taktis

Kemenangan ini membuat City mengumpulkan 3 poin penuh dan menjaga jarak di papan atas klasemen. Dengan hanya tiga pertandingan tersisa, setiap hasil menjadi krusial dalam perburuan gelar. Secara taktis, formasi 4-2-3-1 yang dipakai City berhasil menciptakan keunggulan di lini tengah berkat rotasi posisi De Bruyne dan Foden yang bergantian turun ke dalam. Everton sendiri mencatatkan 8 pelanggaran dan menerima 2 kartu kuning, tanda bahwa mereka kesulitan menahan laju serangan balik City.

Dari sisi pertahanan, kehadiran Donnarumma memberi dimensi berbeda pada lini belakang City. Kemampuannya membaca bola silang dan menguasai area kotak penalti membuat bek-bek City lebih berani naik ke depan. Namun, satu gol yang bersarang di gawangnya menunjukkan bahwa ruang antara garis pertahanan dan kiper masih bisa dieksploitasi oleh tim yang berani menembak dari jarak jauh.

Sorotan Kiper dan Agenda Selanjutnya

Meninggalkan lapangan lebih cepat bukan hal baru bagi kiper-kiper top Eropa, terutama setelah laga yang berjalan ketat. Bagi City, fokus kini beralih ke pertandingan berikutnya yang akan menjadi ujian berat. Donnarumma diprediksi tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar, mengingat kontribusinya musim ini yang mencatatkan 14 clean sheet dari 33 penampilan di Premier League.

Dengan penguasaan bola yang konsisten di atas 60 persen dan rata-rata 6,2 shots on target per laga, City tetap menjadi tim paling produktif di liga. Namun, pertanyaan soal rotasi dan kondisi fisik pemain akan menjadi perhatian utama menjelang pekan-pekan penentuan. Everton, di sisi lain, harus segera bangkit karena posisi mereka di papan tengah belum sepenuhnya aman.

Pertandingan ini meninggalkan satu catatan menarik: sebuah kemenangan meyakinkan, tetapi diwarnai momen kepergian kiper yang membuat publik bertanya-tanya. Apa pun itu, City tetap membawa pulang tiga poin dan terus menempel ketat pemuncak klasemen.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User