Oct 22, 2026
Olahraga

Donnarumma jadi tembok terakhir Manchester City di Anfield

Skor akhir 1-0 untuk Manchester City atas Liverpool di Anfield, Minggu (11/10/2026), ditentukan bukan oleh gol tunggal di menit ke-67, melainkan oleh serangkaian penyelamatan Gianluigi Donnarumma yang...

Donnarumma jadi tembok terakhir Manchester City di Anfield

Skor akhir 1-0 untuk Manchester City atas Liverpool di Anfield, Minggu (11/10/2026), ditentukan bukan oleh gol tunggal di menit ke-67, melainkan oleh serangkaian penyelamatan Gianluigi Donnarumma yang membuat gawang City tetap bersih sepanjang 90 menit. Kiper asal Italia itu mencatatkan enam penyelamatan, empat di antaranya berasal dari peluang di dalam kotak penalti, dalam laga lanjutan Liga Inggris 2026/2027 yang berlangsung dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama.

Formasi yang diusung kedua tim mencerminkan duel taktik yang ketat. Manchester City memakai 4-2-3-1 dengan double pivot yang bermain disiplin menjaga ruang di depan bek tengah, sementara Liverpool tampil dengan 4-3-3 dan menekan tinggi sejak lini depan. Penguasaan bola akhirnya tipis ke arah tuan rumah, 54 persen berbanding 46 persen, tetapi City unggul dalam hal efektivitas dengan lima shots on target dari sembilan percobaan, sedangkan Liverpool melepaskan 14 tembakan dengan hanya empat yang mengarah ke gawang.

Babak Pertama: tekanan Anfield dan refleks Donnarumma

Menit ke-9, Anfield sudah bergemuruh. Mohamed Salah menerima bola di sisi kanan, memotong ke dalam, lalu melepaskan tembakan melengkung ke arah tiang jauh. Donnarumma terbang ke kiri, ujung jarinya menyentuh bola dan mengubah arahnya ke luar. VAR sempat memeriksa kemungkinan offside pada proses serangan tersebut, tetapi tidak ditemukan pelanggaran. Dua menit berselang, giliran Darwin Nunez yang mengirim tembakan keras dari jarak dekat, namun kembali kiper berusia 27 tahun itu menutup sudut dengan sempurna.

Menit ke-23 menjadi momen paling menegangkan bagi lini belakang City. Sebuah umpan terobosan membelah pertahanan dan membuat penyerang Liverpool berhadapan satu lawan satu. Donnarumma keluar dari garis gawang, memperkecil ruang, dan memblok dengan kaki kirinya. Statistik mencatat penyelamatan itu sebagai big chance saved kedua di babak pertama. Kartu kuning pertama laga ini dikeluarkan pada menit ke-31 untuk gelandang bertahan City yang menghentikan serangan balik cepat, sebuah pelanggaran taktis yang justru menyelamatkan timnya dari situasi dua lawan satu.

Menjelang turun minum, Liverpool meningkatkan volume serangan lewat umpan silang dari kedua sisi. Bek sayap kanan mereka beberapa kali berada di posisi tinggi, namun City bertahan dengan blok rendah yang rapat. Hingga menit ke-45+2, tidak ada gol tercipta. Babak pertama ditutup dengan tiga penyelamatan Donnarumma dan catatan clean sheet sementara yang membuat City tetap hidup dalam pertandingan tandang tersulit musim ini.

Babak Kedua: gol tunggal dan clean sheet yang dipertahankan

City keluar dari ruang ganti dengan pendekatan berbeda. Mereka menurunkan garis pertahanan, mengundang Liverpool menekan, lalu mengandalkan transisi cepat. Pola itu membuahkan hasil pada menit ke-67. Sebuah serangan balik dimulai dari intercept di lini tengah, bola dialirkan ke sisi kiri, dan umpan silang rendah diselesaikan dengan sepakan first-time dari tepi kotak penalti. Skor berubah 1-0 untuk Manchester City, assist dicatat atas nama penyerang sayap yang berlari 40 meter sebelum melepaskan umpan.

Sejak menit itu, Liverpool menguasai jalannya pertandingan. Pelatih tuan rumah memasukkan dua pemain ofensif tambahan, mengubah formasi menjadi 4-2-4 dengan bek sayap naik penuh. Tekanan demi tekanan datang. Menit ke-74, tendangan voli dari luar kotak penalti mengarah ke sudut atas, namun Donnarumma lagi-lagi hadir dengan penyelamatan penuh peregangan. Menit ke-81, sundulan dari sepak pojok membentur mistar, lalu bola muntah disambar dan diblok di garis gawang oleh bek City yang turun membantu.

"Kami bermain melawan salah satu tim terbaik di Eropa di stadion terberat, dan kami bertahan sebagai satu unit," ujar pelatih Manchester City dalam konferensi pers usai laga. "Kiper kami menunjukkan kelasnya, tetapi clean sheet ini milik seluruh tim."

Menit ke-88, kartu kuning kedua diberikan kepada pemain Liverpool setelah protes berlebihan terhadap keputusan wasit. VAR kembali digunakan untuk memeriksa potensi handsball di kotak penalti City pada menit ke-90+3, namun wasit memutuskan tidak ada pelanggaran. Statistik akhir mencatat Liverpool melepaskan 14 tembakan, empat shots on target, sembilan sepak pojok, dan 54 persen penguasaan bola — tetapi nol gol. City mencatatkan lima kartu kuning dan satu clean sheet berharga.

Analisis: nilai tiga poin di Anfield

Kemenangan ini mengangkat Manchester City ke posisi yang lebih kokoh di papan atas klasemen, sementara Liverpool harus menerima kenyataan pahit kalah di kandang meski mendominasi hampir semua parameter statistik. Bagi Donnarumma, ini adalah penampilan keenam musim ini dengan clean sheet, memperkuat posisinya sebagai salah satu kiper dengan rasio penyelamatan tertinggi di Liga Inggris 2026/2027. Rasio penyelamatan 100 persen di laga ini menjadi bukti bahwa kehadirannya bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi dari struktur pertahanan City.

Dari sisi taktik, keberhasilan City bertahan di Anfield menunjukkan fleksibilitas mereka. Mereka tidak hanya bisa mendominasi bola, tetapi juga mampu bertahan dalam blok rendah dan menyerang lewat transisi. Liverpool, di sisi lain, akan menyoroti efisiensi lini depan mereka: 14 tembakan tanpa gol adalah angka yang mengkhawatirkan untuk tim yang bermimpi merebut gelar. Duel kedua tim di putaran kedua nanti diprediksi akan berlangsung dengan tensi serupa, dan jika Donnarumma tampil seperti ini lagi, City punya alasan kuat untuk percaya bahwa pertahanan mereka bisa menjadi pembeda dalam perburuan trofi musim ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User