Persib Mulai Persiapan, Dua Bintang Timnas Masih Tampak Hilang
Skor mungkin belum tercipta di lapangan pendamping Stadion GBLA, Sabtu (11/7/2026) sore, tetapi sesi latihan perdana Persib Bandung sudah membuka lembaran baru yang sarat tanda tanya. Mengawali putara...
Skor mungkin belum tercipta di lapangan pendamping Stadion GBLA, Sabtu (11/7/2026) sore, tetapi sesi latihan perdana Persib Bandung sudah membuka lembaran baru yang sarat tanda tanya. Mengawali putaran kedua Liga 1 2026/2027, Maung Bandung langsung tancap gas dengan menu latihan berintensitas sedang ke tinggi. Namun, dua nama krusial di skuad utama — Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen — tidak terlihat di antara 26 pemain yang mengikuti sesi. Absennya dua penggawa naturalisasi ini sontak memantik spekulasi, mengingat keduanya adalah elemen vital dalam skema taktikal racikan pelatih kepala anyar mereka.
Intensitas Tinggi di Hari Pertama, Menu Fisik Jadi Fokus
Menit ke-0 hingga menit ke-45 sesi pertama, staf kepelatihan yang dipimpin langsung oleh sang juru taktik menerapkan rangkaian latihan fisik berbasis sirkuit. Pemantau dari pinggir lapangan mencatat, para pemain menjalani enam pos latihan berbeda, masing-masing berdurasi tujuh menit dengan recovery dua menit. Denzell, penyerang asal Belanda yang musim lalu mencatatkan 14 gol dari 28 penampilan, menjadi salah satu yang paling menonjol dalam sesi akselerasi. Catatan internal klub menunjukkan, rata-rata detak jantung pemain menyentuh angka 155-170 bpm selama sesi latihan, menandakan level intensitas yang cukup tinggi untuk pekan pertama persiapan.
Memasuki fase kedua, latihan beralih ke small-sided games dengan format 7 lawan 7 di lapangan setengah ukuran. Di sinilah mulai terlihat pola permainan yang akan diterapkan — pressing tinggi dengan transisi cepat dari bertahan ke menyerang. Pelatih berkali-kali menghentikan permainan untuk mengoreksi posisi saat bola hilang, sebuah indikasi bahwa aspek taktikal sudah ditanamkan sejak hari pertama. Total durasi latihan mencapai 110 menit, dengan volume kerja yang terbilang agresif untuk sesi pembuka pramusim.
Ketidakhadiran Walsh-Oratmangoen: Analisis Dampak Taktikal
Absennya Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen bukanlah isu sepele. Berdasarkan data dari putaran pertama, Walsh mencatatkan rata-rata 2,4 tekel sukses per laga, 81,3% akurasi umpan, dan 4,1 intersepsi per 90 menit — statistik yang menempatkannya sebagai bek kanan dengan rating defensif tertinggi kedua di Liga 1 musim ini. Kehilangan sosoknya berarti pelatih mesti merombak sisi kanan pertahanan yang selama ini menjadi jalur overload serangan Persib.
Di sisi lain, Oratmangoen yang beroperasi sebagai gelandang box-to-box adalah penghubung vital antara lini belakang dan depan. Statistiknya berbicara lugas: 92,6% akurasi umpan di sepertiga akhir lapangan, 2,1 key passes per laga, dan kontribusi 7 assist plus 4 gol dari 18 penampilan di putaran pertama. Tanpa kehadirannya, beban kreativitas lini tengah otomatis bertumpu pada pemain-pemain lokal yang harus membuktikan diri dalam beberapa pekan latihan ke depan.
Dari sesi yang berlangsung, terlihat beberapa pemain muda dan fringe players mengambil posisi yang biasanya ditempati kedua pemain absen. Formasi awal yang dicoba dalam small-sided games masih mengusung pakem 4-3-3 fleksibel, namun di full-sided drill, staf pelatih sempat bereksperimen dengan 3-5-2 — kemungkinan antisipasi jika Walsh benar-benar tidak tersedia di laga-laga awal putaran kedua. Rotasi posisi antara wing-back kanan dan gelandang tengah menjadi fokus pengamatan dalam sesi taktikal tersebut.
Starting XI Proyeksi dan Pemain yang Mencuri Perhatian
Berdasarkan komposisi di sesi latihan, starting XI proyeksi untuk putaran kedua — tanpa Walsh dan Oratmangoen — adalah kiper utama dengan empat bek sejajar, dua gelandang pivot, seorang playmaker sentral, dua penyerang sayap, dan satu striker tunggal. Nama seperti Febri Hariyadi tampak lebih ofensif dalam peran melebar, sementara Beckham Putra mendapatkan porsi lebih besar sebagai pengendali tempo di lini tengah. Pelatih tampak memberikan instruksi spesifik kepada Beckham soal timing pelepasan bola dan posisi saat transisi negatif — detail yang mengindikasikan perannya akan semakin sentral.
Satu kejutan kecil adalah munculnya seorang pemain muda jebolan akademi yang tampil tanpa beban dalam sesi internal game. Kecepatan dan keberaniannya melakukan dribel memberi warna berbeda, meskipun masih terlihat kelemahan dalam pengambilan keputusan di sepertiga akhir. Catatan pinggir dari sesi ini: pemain muda tersebut mencatatkan dua shot on target dari tiga percobaan dalam small-sided games, angka yang cukup menjanjikan untuk pemain yang minim menit bermain di level senior.
Soliditas pertahanan juga menjadi poin yang ditekankan. Dalam sesi set-piece defensif, koordinasi antara bek tengah dan full-back berulang kali diperbaiki. Zona marking diterapkan ketat dengan satu pemain bertugas sebagai sweeper di tiang dekat. Staf pelatih menggunakan data dari putaran pertama — di mana Persib kebobolan 12 dari 22 gol melalui situasi bola mati — sebagai dasar untuk memperbaiki organisasi ini.
Kesimpulan sementara dari latihan perdana: Persib memulai persiapan dengan intensitas yang tepat, tetapi bayang-bayang absennya dua pemain kunci akan terus membayangi hingga ada kejelasan status mereka. Pertanyaan besarnya kini bukan hanya "kapan mereka kembali?", melainkan "siapa yang akan mengisi kekosongan taktikal yang ditinggalkan?" Jawabannya akan terlihat dalam sesi-sesi berikutnya, saat skema mulai dimatangkan dan komposisi skuad semakin solid.
Baca juga:
Comments (0)