De Jong Hancur Usai Belanda Tumbang Adu Penalti Lawan Maroko

Skor akhir 1-1 (3-4 adu penalti) menjadi luka mendalam bagi Timnas Belanda yang harus mengakhiri perjalanan Piala Dunia 2026 di babak 32 besar. Di Stadion Monterrey, Guadalupe, pada 30 Juni 2026, pasu...

De Jong Hancur Usai Belanda Tumbang Adu Penalti Lawan Maroko

Skor akhir 1-1 (3-4 adu penalti) menjadi luka mendalam bagi Timnas Belanda yang harus mengakhiri perjalanan Piala Dunia 2026 di babak 32 besar. Di Stadion Monterrey, Guadalupe, pada 30 Juni 2026, pasukan Oranye tumbang dari Maroko dalam drama adu penalti setelah 120 menit penuh tekanan. Frenkie de Jong, sang gelandang penganggu ritme lawan, terlihat hancur di mixed zone usai gagal membawa negeri kincir angin melangkah lebih jauh.

Babak Pertama: Maroko Punya Kejutan Lewat Counter Attack

Menit ke-19, Maroko membuka keunggulan melalui serangan balik mematikan. Starting XI Maroko yang memakai formasi 4-2-3-1 berhasil memanfaatkan transisi cepat usai merebut bola dari kaki Frenkie de Jong di tengah lapangan. Umpan terobosan dari Sofyan Amrabat menembus lini belakang Belanda yang memakai formasi 4-3-3, dan Youssef En-Nesyri melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang. Shots on target Maroko di babak pertama mencapai tiga kali, sementara Belanda baru mengemas dua tembakan tepat sasaran meski unggul penguasaan bola 61 persen.

Belanda kesulitan memecahkan blok pertahanan Maroko yang kompak. De Jong berulang kali menjelajahi ruang antara bek tengah dan gelandang bertahan, namun kurangnya pergerakan tanpa bola dari lini depan membuat umpan progresifnya sering mandeg. Menit ke-38, Memphis Depay melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, tetapi kiper Maroko melakukan penyelamatan spektakuler. Hingga wasit meniup peluit babak pertama, skor 1-0 untuk keunggulan Atlas Lions bertahan.

Babak Kedua: De Jong-Gakpo Selamatkan Masa Depan Sementara

Memasuki babak kedua, Ronald Koeman melakukan penyesuaian taktis dengan menurunkan Wout Weghorst menggantikan Steven Bergwijn, beralih ke variasi formasi 3-5-2 dalam fase serangan. Tekanan Belanda semakin meningkat. Menit ke-74, Frenkie de Jong menunjukkan kelasnya sebagai metronom lini tengah. Setelah menerima bola di area setengah lapangan, De Jong melakukan progresi carry sejauh 18 meter sebelum menyodorkan umpan lambung presisi ke kotak penalti. Cody Gakpo meneruskan dengan sundulan keras yang merobek gawang, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Assist gemilang itu sekaligus menambah catatan penting De Jong di turnamen ini.

Menit ke-81, Belanda sempat berpesta usai Weghorst membobol gawang dari sepakan jarak dekat, namun wasit membatalkan gol setelah dicek VAR karena posisi offside sang striker. Belanda terus menekan hingga menit akhir, dengan penguasaan bola akhir laga mencapai 58 persen dan total shots on target enam berbanding empat. Namun, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Laga dipaksa berlanjut ke perpanjangan waktu setelah 90 menit berakhir dengan skor imbang.

Adu Penalti: Tragedi Oranye dan Komentar Pedas De Jong

Dua kali 15 menit perpanjangan waktu tidak menghasilkan gol, meski Belanda mendominasi dengan peluang berbahaya dari tendangan Xavi Simons yang membentur mistar gawang pada menit ke-112. Drama kemudian beralih ke adu penalti. Maroko menunjukkan ketenangan luar biasa, sementara Belanda gagal mempertahankan konsistensi. Setelah tiga eksekutor pertama dari kedua tim berhasil, tendangan penentuan dari seorang pemain Belanda membentur tiang, membuka jalan kemenangan Maroko dengan skor akhir adu penalti 4-3.

De Jong, yang tampil penuh selama 120 menit dan menjadi motor lini tengah, terlihat tertunduk lesu di tengah lapangan. Ia sempat mendapatkan kartu kuning pada menit ke-88 karena protes keras terhadap keputusan wasit, namua semangatnya tak bisa disalahkan.

"Kami menguasai bola, kami menciptakan peluang, tapi sepak bola kadang kejam. Saya kecewa berat, ini bukan cara yang kami inginkan untuk mengakhiri turnamen," ujar De Jong usai laga.

Dengan hasil ini, Belanda harus menelan pil pahit di babak 32 besar, sementara Maroko melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. De Jong dan kawan-kawan pulang dengan kepala tertunduk, meninggalkan Stadion Monterrey dalam sunyi yang menusuk hati para pendukung Oranye.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User