Rodri Jadi Penentu, Man City Tekuk Chelsea di Etihad

Skor akhir 1-0 untuk kemenangan Manchester City atas Chelsea di pekan ke-25 Liga Inggris 2023/2024 menjadi bukti betapa ketatnya persaingan di papan atas. Dalam laga yang digelar di Stadion Etihad pad...

Rodri Jadi Penentu, Man City Tekuk Chelsea di Etihad

Skor akhir 1-0 untuk kemenangan Manchester City atas Chelsea di pekan ke-25 Liga Inggris 2023/2024 menjadi bukti betapa ketatnya persaingan di papan atas. Dalam laga yang digelar di Stadion Etihad pada Minggu (18/2/2024) dini hari WIB, satu-satunya gol yang tercipta datang dari kaki gelandang bertahan andalan City, Rodri, yang menunjukkan kelasnya sebagai pembeda di lini tengah.

Pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi sejak wasit meniup peluit panjang. Menit ke-4, City langsung menekan lewat serangan sayap yang dibangun dari Phil Foden. Tendangan kaki kiri Foden dari dalam kotak penalti masih bisa dimentahkan oleh kiper Chelsea, menghasilkan corner kick. Dari situasi set piece tersebut, John Stones menyundul bola namun masih melambung di atas mistar gawang.

Chelsea tak mau kalah dalam perebutan inisiatif. Menit ke-12, serangan balik cepat The Blues melibatkan trio lini depan mereka. Umpan terobosan yang dikirim dari lini tengah menembus pertahanan City, namun lini belakang tuan rumah yang dijaga oleh Ruben Dias dan Nathan Ake berhasil memupus bahaya dengan blok yang sempurna. Taktik transisi cepat yang diusung Mauricio Pochettino terlihat jelas, namun organisasi pertahanan formasi 4-2-3-1 milik Pep Guardiola sulit ditembus.

Taktik Guardiola Redam Agresivitas Chelsea

Separuh babak pertama menjadi ajang duel taktis yang menarik. Penguasaan bola Manchester City mencapai 58 persen, sedangkan Chelsea menguasai 42 persen bola. Meski begitu, The Blues mampu melepaskan 3 shots on target dari total 5 tendangan yang dilakukan. Sementara itu, City lebih dominan dengan 6 shots on target dari 8 usaha.

Menit ke-23, Kevin De Bruyne melepaskan tendangan voli spektakuler dari luar kotak penalti setelah menerima umpan lambung dari Bernardo Silva. Namun, bola masih bisa ditangkap oleh sang kiper. Chelsea kemudian membalas di menit ke-31 melalui serangan dari sayap kiri yang menghasilkan tendangan silang keras, namun Ederson sigap melakukan penyelamatan krusial untuk menjaga clean sheet timnya.

Kartu kuning pertama keluar di menit ke-38 setelah sebuah tekel keras di lini tengah. VAR sempat meninjau insiden tersebut, namun wasit memutuskan tidak ada peningkatan hukuman menjadi kartu merah. Situasi offside yang kontroversial juga terjadi di menit ke-43 ketika City mengira mereka telah mencetak gol melalui Erling Haaland, namun bendera asisten wasit terangkat setelah pemain Norwegia itu terlebih dahulu berada dalam posisi offside saat menerima umpan terobosan.

Rodri Pecah Kebuntuan di Babak Kedua

Babak kedua dimulai dengan tekanan lebih besar dari tuan rumah. Guardiola tampak melakukan instruksi khusus di ruang ganti untuk mempercepat perputaran bola. Hasilnya, City semakin meningkatkan dominasi dengan penguasaan bola yang akhirnya mencapai angka 61 persen di akhir laga.

Menit ke-71, peluang emas datang bagi Chelsea. Sebuah counter attack yang rapi menghasilkan situasi satu lawan satu melawan Ederson. Namun, tendangan yang dilepaskan masih bisa ditepis oleh kiper Brasil itu. City kemudian membalas dengan serangan bertubi-tubi. Menit ke-76, Foden kembali mengancam gawang lawan lewat tendangan dari sudut sempit, namun bola hanya menghantam tiang gawang.

Kemudian datanglah momen krusial di menit ke-83. Sebuah serangan terstruktur yang dibangun dari lini belakang City berhasil menembus barikade pertahanan Chelsea. Umpan kombinasi cepat antara De Bruyne dan Bernardo Silva membuka ruang di tengah. Bola kemudian jatuh di kaki Rodri yang berdiri di luar kotak penalti. Tanpa basa-basi, gelandang Spanyol itu melepaskan tendangan kaki kanan melengkung yang bersarang di sudut atas gawang. Gol yang indah sekaligus menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan ini.

Selebrasi Rodri di depan tribune penonton Etihad mencerminkan lega dan euforia. Gol tersebut bukan sekadar angka di papan skor, melainkan hasil dari kerja sama kolektif dan kesabaran menembus formasi bertahan lawan. Statistik akhir menunjukkan City mencatatkan total 14 tembakan dengan 8 di antaranya tepat sasaran, sementara Chelsea mengoleksi 9 tembakan dengan 4 shots on target.

Analisis Starting XI dan Dampak Klasemen

Dalam starting XI yang diturunkan Guardiola, pilihan menempatkan Rodri sebagai pivot tunggal dengan duet De Bruyne dan Bernardo Silva di depannya terbukti ampuh. Formasi 4-1-4-1 yang diadaptasi secara fleksibel menjadi 3-2-4-1 saat buildup memungkinkan City mengontrol tempo. Sementara itu, Chelsea dengan formasi 4-3-3 mereka kesulitan mengembangkan permainan di area terakhir karena pressing tinggi yang diterapkan lini depan City.

"Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Chelsea memiliki pemain-pemain berkualitas dan mereka sangat disiplin secara taktis. Rodri menunjukkan mengapa dia adalah salah satu gelandang terbaik di dunia saat ini. Momen seperti itulah yang membedakan tim besar," ujar Pep Guardiola dalam sesi wawancara pasca pertandingan.

Kemenangan ini mempertegas posisi Manchester City dalam perburuan gelar juara. Meski tidak ada hat-trick yang tercipta, satu gol dari Rodri lebih dari cukup untuk mengamankan tiga poin berharga di kandang sendiri. Sementara itu, Chelsea harus kembali ke papan drawing board untuk memperbaiki efisiensi di lini depan setelah gagal memanfaatkan beberapa peluang emas yang mereka miliki sepanjang laga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User