David Raya Penyelamat Arsenal di Bergamo, Statistik Tunjukkan Dominasi Atalanta
Skor akhir 0-0 menjadi buah bibir setelah Arsenal dipaksa bermain imbang melawan Atalanta di Stadion Atleti Azzurri d'Italia, Bergamo, pada matchday pertama Liga Europa 2023/2024. Namun, angka tanpa g...
Skor akhir 0-0 menjadi buah bibir setelah Arsenal dipaksa bermain imbang melawan Atalanta di Stadion Atleti Azzurri d'Italia, Bergamo, pada matchday pertama Liga Europa 2023/2024. Namun, angka tanpa gol itu menyimpan cerita yang jauh lebih dramatis: David Raya tampil sebagai tembok terakhir The Gunners, sementara lini serang Arsenal nyaris tak berkutik sepanjang 90 menit.
Babak Pertama: Tekanan Atalanta dan Penyelamatan Krusial Raya
Sejak wasit meniup peluit kick-off, Atalanta langsung menerapkan pressing tinggi dengan formasi 3-4-1-2 yang membuat lini tengah Arsenal kehilangan ruang. Menit ke-12, Gianluca Scamacca melepaskan tendangan voli dari tepi kotak penalti, tetapi Raya bereaksi cepat dengan penyelamatan refleks rendah. Statistik mencatat penguasaan bola 58 persen untuk Atalanta di paruh pertama, dengan 7 shots on target berbanding hanya 2 milik Arsenal.
Menit ke-23, momen paling menegangkan hadir ketika Ademola Lookman melakukan penetrasi dari sisi kiri dan melepaskan tembakan mendatar ke tiang jauh. Raya, yang memakai sarung tangan kuning menyala, menjatuhkan diri dan menepis bola keluar lapangan. Var rekan tidak diperlukan karena tidak ada pelanggaran dalam proses tersebut. Bek Arsenal, William Saliba, beberapa kali harus melakukan blok darurat untuk menutup celah yang ditinggalkan Oleksandr Zinchenko yang kerap naik membantu serangan.
Babak Kedua: Raya Kembali Jadi Pahlawan, Arsenal Kehilangan Kreativitas
Memasuki babak kedua, Mikel Arteta mencoba mengubah ritme dengan memasukkan Leandro Trossard dan Jorginho. Namun, Atalanta tetap mendominasi. Menit ke-58, Teun Koopmeiners melepaskan tendangan bebas dari jarak 25 meter yang mengarah ke sudut atas gawang. Raya melakukan penyelamatan terbang penuh, memastikan bola melewati mistar. Hingga menit ke-75, Raya sudah mencatatkan 6 penyelamatan—terbanyak dalam satu pertandingan Liga Europa musim ini untuk seorang kiper Arsenal.
Di sisi lain, Arsenal hanya mencatatkan 3 shots on target sepanjang laga, dengan expected goals (xG) hanya 0,47. Gabriel Jesus dan Kai Havertz kesulitan menembus pertahanan tiga bek Atalanta yang dikomandoi Berat Djimsiti. Beberapa kali Bukayo Saka mencoba melepaskan umpan silang, tetapi selalu mampu diantisipasi oleh Marten de Roon yang bermain disiplin sebagai gelandang bertahan.
"Kami kehilangan dua poin, tetapi kami juga harus jujur: tanpa David, kami mungkin pulang dengan kekalahan. Dia menunjukkan kualitas yang kami butuhkan di level ini," ujar Mikel Arteta dalam konferensi pers usai pertandingan.
Analisis Statistik: Ketergantungan Arsenal pada Raya
Data menunjukkan ketimpangan mencolok. Atalanta melepaskan 21 tembakan dengan 9 di antaranya tepat sasaran, sementara Arsenal hanya 8 tembakan dan 3 on target. Raya juga mencatatkan 2 high claims dan 1 sweeper keeper action yang menggagalkan serangan balik cepat Lookman. Clean sheet ini adalah yang pertama bagi Arsenal di kandang lawan di kompetisi Eropa sejak 2021.
Dengan hasil ini, Arsenal harus segera berbenah. Jadwal padat Liga Primer Inggris menanti, dan performa Raya menjadi alarm bahwa lini depan perlu lebih tajam. Sementara Atalanta, meski gagal menang, menunjukkan bahwa mereka bukan tim yang bisa dianggap remeh di grup ini. Pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi Raya dan efektivitas strategi Arteta.
Comments (0)