Oct 19, 2026
Olahraga

Dari Lapangan ke Studio: 5 Mantan Bintang Inggris yang Jadi Pundit

Ketika peluit akhir karier berbunyi, sebagian legenda sepak bola Inggris memilih jalur berbeda: berdiri di balik mikrofon sebagai komentator dan pundit. Dari ruang studio Sky Sports hingga liputan tur...

Dari Lapangan ke Studio: 5 Mantan Bintang Inggris yang Jadi Pundit

Ketika peluit akhir karier berbunyi, sebagian legenda sepak bola Inggris memilih jalur berbeda: berdiri di balik mikrofon sebagai komentator dan pundit. Dari ruang studio Sky Sports hingga liputan turnamen akbar, mereka membawa pengalaman ratusan pertandingan ke layar kaca. Berikut lima mantan pemain top Inggris yang sukses bertransformasi menjadi analis, dengan statistik dan rekam jejak yang tak bisa diremehkan.

Gary Neville: Dari Sayap Kanan Old Trafford ke Kursi Pundit

Nama Gary Neville adalah yang paling menonjol dalam daftar ini. Bek kanan kelahiran Bury tersebut menghabiskan seluruh karier profesionalnya bersama Manchester United, debut pada musim 1992/1993 dan pensiun pada Februari 2011. Selama kurang lebih 19 tahun membela Setan Merah, Neville mencatat lebih dari 600 penampilan di semua kompetisi, meraih delapan gelar Premier League, dua Liga Champions, dan tiga Piala FA. Clean sheet menjadi makanan sehari-harinya di lini pertahanan yang ia jaga bersama Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic.

Transisi ke dunia penyiaran berjalan mulus. Sejak musim 2011/2012, Neville bergabung dengan Sky Sports sebagai komentator dan pundit. Profesi itu bukan hal baru baginya karena sebelumnya ia pernah menjadi pundit untuk ITV Sport di dua turnamen besar, yakni Piala Dunia 2002 dan Piala Eropa 2008. Analisis taktisnya yang tajam, terutama soal formasi dan pergerakan offside, membuatnya cepat dipercaya sebagai salah satu suara paling berpengaruh di industri penyiaran olahraga Inggris.

Namun, petualangan Neville tidak selalu mulus. Pada Desember 2015, ia meninggalkan Sky Sports untuk menukangi Valencia. Sayangnya, kiprah di Mestalla hanya bertahan sekitar empat bulan di musim 2015/2016 sebelum ia dipecat. Ia kemudian kembali ke Sky Sports dan melanjutkan perannya sebagai pundit hingga kini.

Michael Owen: Top Skor yang Kini Analisis Shots on Target

Michael Owen adalah contoh klasik striker tajam yang berubah menjadi analis. Peraih Ballon d'Or 2001 itu mencatat lebih dari 150 gol Premier League bersama Liverpool, Newcastle United, dan Manchester United. Kecepatan dan instingnya di kotak penalti membuatnya ditakuti, termasuk saat mencetak hat-trick bersejarah melawan Jerman pada 2001. Setelah pensiun, Owen bergabung dengan BT Sport sebagai pundit, membahas detail penyelesaian akhir, pergerakan tanpa bola, dan efektivitas shots on target para penyerang modern.

Rio Ferdinand: Bek Elegan dengan Analisis Penguasaan Bola

Rekan setim Neville di Manchester United, Rio Ferdinand, juga menempuh jalur serupa. Bek tengah yang mengoleksi lebih dari 500 penampilan untuk Setan Merah itu dikenal sebagai bek modern dengan distribusi bola rapi. Di studio BT Sport, Ferdinand kerap membedah penguasaan bola, transisi bertahan, dan peran bek dalam membangun serangan dari belakang. Pengalamannya meraih enam gelar Premier League dan satu Liga Champions memberi bobot pada setiap analisisnya.

Frank Lampard: Gelandang Produktif yang Piawai Membaca Taktik

Frank Lampard adalah gelandang paling produktif dalam sejarah Premier League dengan 177 gol, rekor untuk seorang midfielder. Bersama Chelsea, ia meraih tiga gelar liga dan satu Liga Champions. Sebelum menekuni dunia kepelatihan, Lampard dikenal sebagai pundit cerdas di beberapa jaringan televisi, membahas pergerakan lini tengah, assist, dan eksekusi bola mati. Pemahamannya soal formasi 4-3-3 dan peran box-to-box membuat analisisnya selalu berbobot data.

Jamie Carragher: Suara Kritis dari Anfield

Jamie Carragher melengkapi daftar ini. Bek Liverpool yang mencatat lebih dari 700 penampilan itu menjadi tandem Neville di Sky Sports. Duo ini sering terlibat debat panas soal taktik, kartu merah, hingga keputusan VAR. Carragher membawa perspektif bek murni, terutama soal positioning, duel udara, dan pertahanan zona. Dedikasinya pada Liverpool selama 17 tahun memberi kredibilitas tersendiri di ruang studio.

"Pundit yang baik bukan yang paling vokal, tapi yang mampu menjelaskan mengapa sebuah gol tercipta dan bagaimana pertahanan bisa bobol," ujar seorang analis penyiaran Inggris, menggambarkan standar yang harus dipenuhi mantan pemain di studio.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kontribusi mantan pemain top Inggris tidak berhenti saat karier berakhir. Dengan bekal data seperti jumlah penampilan, trofi, dan pengalaman di turnamen besar, mereka membantu penonton memahami permainan lebih dalam. Dari Gary Neville hingga Jamie Carragher, kelima nama ini membuktikan bahwa membaca pertandingan bisa jadi keterampilan sekuat menendang bola.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User