Oct 23, 2026
Olahraga

Campus League UniGames 2026 Digelar di UPH, Tujuh Federasi Siap Bertarung

JAKARTA — Panggung multi-event mahasiswa terbesar tahun depan akhirnya menemukan rumahnya. Campus League UniGames resmi menetapkan Universitas Pelita Harapan (UPH) sebagai tuan rumah, dengan jadwal ...

Campus League UniGames 2026 Digelar di UPH, Tujuh Federasi Siap Bertarung

JAKARTA — Panggung multi-event mahasiswa terbesar tahun depan akhirnya menemukan rumahnya. Campus League UniGames resmi menetapkan Universitas Pelita Harapan (UPH) sebagai tuan rumah, dengan jadwal pertandingan yang sudah dipastikan berlangsung pada 6-11 Desember 2026. Kabar ini mencuat dalam konferensi pers yang digelar dengan menghadirkan tujuh perwakilan federasi cabang olahraga nasional, Rabu lalu.

Bagi para penggemar olahraga kampus, pengumuman ini bukan sekadar soal tanggal dan venue. Ini adalah pernyataan bahwa kompetisi antar-universitas di Indonesia tengah bergerak ke arah yang lebih serius: terstruktur, multi-cabor, dan melibatkan federasi resmi di level nasional. Tujuh cabang olahraga dipastikan masuk dalam kalender pertandingan, mulai dari seni bela diri hingga sepakbola wanita.

Komposisi Tujuh Cabang, dari Kickboxing hingga Jujitsu

Konferensi pers tersebut dihadiri oleh para petinggi federasi yang akan menjadi payung teknis kompetisi. Sektor bela diri mendominasi daftar cabor yang dipertandingkan. Dari sisi kickboxing, hadir Adriyani Mandey sebagai perwakilan Kickboxing Indonesia, yang membawa misi memperkenalkan olahraga tempur ini ke kalangan mahasiswa dengan regulasi pertandingan yang ketat.

Lalu ada nama Ramadhana Wulandhani dari Sepakbola Wanita Indonesia, sebuah sinyal kuat bahwa sepakbola putri mendapat panggung tersendiri di ajang ini — bukan sekadar pelengkap. Kehadiran perwakilan ini menegaskan bahwa UniGames 2026 tidak menempatkan sepakbola wanita sebagai cabang pelengkap, melainkan sebagai salah satu daya tarik utama.

Dari ranah seni bela diri tradisional, Sekjen Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Iwan Kwok turut hadir. Sementara Shorinji Kempo diwakili Ketua Umum PB PERKEMI, Laksdya TNI (Purn) Agus Setiadji. Dua cabang ini kerap menyumbang medali di ajang multi-event nasional, sehingga kehadirannya di UniGames menjadi tolok ukur pembinaan atlet usia kampus.

Tak ketinggalan, Ketua Umum PB Jujitsu Indonesia (PBJI) Dedy Triharjanto dan Kabid Binpres PB Taekwondo Indonesia (PBTI) Pino Indra turut memperkuat barisan federasi. Dua cabor ini dikenal memiliki sistem pertandingan berbasis kelas berat dan poin teknis, yang menuntut ketelitian wasit serta kesiapan fisik atlet mahasiswa.

Peran UPH dan Visi Penyelenggaraan

Dari sisi tuan rumah, UPH menurunkan perwakilan melalui Associate Vice President of Student Development Alumni & Corporate Relations, Dr. Andry M. Panjaitan. Kehadirannya menegaskan komitmen kampus dalam menyiapkan fasilitas, venue, hingga manajemen pertandingan selama enam hari penyelenggaraan.

"Kami ingin memastikan setiap atlet mahasiswa mendapatkan pengalaman bertanding yang setara dengan kompetisi nasional," ujar Andry dalam sesi konferensi pers, menekankan pentingnya standar penyelenggaraan yang rapi. Pernyataan ini sejalan dengan semangat Campus League yang selama ini dikenal mengusung format kompetisi berjenjang.

CEO Campus League, Ryan Gozali, berada di barisan depan jajaran penyelenggara. Kehadirannya menandakan bahwa UniGames 2026 merupakan kelanjutan dari ekosistem kompetisi kampus yang sudah dibangun sebelumnya, dengan tambahan cabor dan format yang lebih matang. Chairman LUGU Group, Hendri Lukito, juga tampil sebagai bagian dari struktur kepengurusan, menyiratkan dukungan finansial dan operasional dari sektor swasta.

Format dan Tantangan Teknis Enam Hari Pertandingan

Dengan rentang 6-11 Desember 2026, penyelenggara hanya memiliki enam hari efektif untuk merampungkan seluruh babak di tujuh cabang olahraga. Ini menjadi tantangan logistik tersendiri, terutama untuk cabor seperti taekwondo dan jujitsu yang memiliki banyak kelas pertandingan dan sistem gugur cepat.

Jika mengacu pada format multi-event serupa, tiap cabor kemungkinan menggunakan sistem grup di babak penyisihan, dilanjutkan fase gugur. Sepakbola wanita diprediksi memakan waktu paling panjang karena membutuhkan jeda pemulihan antarpertandingan, sementara kickboxing dan kempo bisa diselesaikan dengan sistem bagan bertingkat dalam waktu lebih singkat.

Menarik ditunggu bagaimana penyelenggara mengatur rotasi venue di area UPH, mengingat beberapa cabor menuntut matras khusus, ring, maupun lapangan dengan standar tertentu. Pengalaman Campus League sebelumnya menjadi modal penting agar jadwal tidak bertumpuk dan kualitas pertandingan tetap terjaga.

Bagi mahasiswa-atlet, UniGames 2026 adalah panggung pembuktian. Bagi federasi, ini adalah ladang pemanduan bakat usia muda. Dan bagi penonton, ini janji tontonan enam hari penuh yang mempertemukan disiplin teknik, strategi, serta mental bertanding dari kampus-kampus terbaik Tanah Air.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User