Oct 13, 2026
Olahraga

Campus League UniGames 2026 Digelar di UPH, Tujuh Cabang Siap Bertarung

JAKARTA — Panggung olahraga mahasiswa nasional kembali bergulir. Campus League UniGames resmi menyentuh titik konferensi persnya, dengan Universitas Pelita Harapan (UPH) ditunjuk sebagai tuan rumah ...

Campus League UniGames 2026 Digelar di UPH, Tujuh Cabang Siap Bertarung

JAKARTA — Panggung olahraga mahasiswa nasional kembali bergulir. Campus League UniGames resmi menyentuh titik konferensi persnya, dengan Universitas Pelita Harapan (UPH) ditunjuk sebagai tuan rumah pesta olahraga antar-kampus tersebut pada 6-11 Desember 2026. Bola mulai menggelinding, jadwal sudah terpampang, dan tujuh cabang olahraga kini bersiap mengunci formasi terbaiknya.

Tujuh Federasi Duduk Satu Meja

Konferensi pers yang berlangsung di kawasan UPH itu dihadiri oleh representasi dari tujuh induk cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Masing-masing federasi, dari kickboxing hingga wushu, mengirimkan perwakilannya untuk memaparkan kesiapan teknis maupun administratif jelang perhelatan perdana musim 2026 ini.

Duduk dalam satu meja, ada nama-nama kunci yang menentukan arah kompetisi. Kickboxing Indonesia diwakili Adriyani Mandey. Sepakbola Wanita Indonesia diisi Ramadhana Wulandhani. Dari ranah Wushu, hadir Sekjen PB WI, Iwan Kwok. Tak ketinggalan sang maestro sepak terjang beladiri, Ketua Umum PB Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI), Laksdya TNI (Purn) Agus Setiadji, yang siap mengawal regulasi pertandingan di matras.

Kemudian, tampak pula CEO Campus League, Ryan Gozali, sebagai motor penggerak event, Associate Vice President of Student Development Alumni & Corporate Relations UPH, Dr. Andry M. Panjaitan, Ketua Umum PB Jujitsu Indonesia (PBJI) Dedy Triharjanto, Kabid Binpres PB Taekwondo Indonesia (PBTI) Pino Indra, serta Chairman LUGU Group, Hendri Lukito. Komposisi ini menandakan UniGames bukan sekadar turnamen antar-kampus biasa, melainkan kolaborasi lintas federasi yang serius.

Dari sepakbola, wushu, taekwondo, jujitsu, shorinji kempo, kickboxing, hingga sepakbola wanita, semuanya masuk dalam satu payung kompetisi. Artinya, mahasiswa atlet akan berhadapan dengan standar penjurian resmi yang selama ini dipakai di level nasional. Ini menjadi nilai tawar tersendiri bagi kampus-kampus yang selama ini hanya menggelar turnamen internal.

UPH sebagai Tuan Rumah: Panggung dan Tantangan

UPH, sebagai lokasi penyelenggaraan, akan menjadi episentrum perhatian selama enam hari. Tidak hanya urusan lapangan, venue-venue indoor untuk cabang beladiri juga harus dipersiapkan dengan standar federasi. Mulai dari matras shorinji kempo, area tarung kickboxing, hingga ring taekwondo. Setiap sudut akan menjadi saksi siapa yang paling siap secara fisik dan mental.

Jika mengacu pada konsep Campus League, penguasaan bola bukan satu-satunya ukuran. Di cabang sepakbola, statistik shots on target, assist, dan clean sheet akan menjadi sorotan. Sementara di cabang beladiri, hitungan poin per serangan, kartu kuning akibat pelanggaran, hingga keputusan VAR (jika diterapkan) bakal menentukan siapa yang naik podium. Event ini tidak memberi ruang bagi tim yang hanya mengandalkan nama besar kampusnya.

Bagi mahasiswa, ini juga menjadi ajang unjuk gigi sebelum masuk ke level profesional. Sejumlah nama yang tampil di Campus League berpotensi dipantau oleh pelatih tim nasional maupun klub-klub liga. Formasi starting XI yang diracik pelatih kampus bisa jadi batu loncatan karier. Tak heran jika persiapan menuju Desember 2026 akan berlangsung ketat, dengan sesi latihan intens dan uji coba antar-kampus yang makin sering digelar.

Jadwal Padat, Momentum Emas Mahasiswa

Enam hari penyelenggaraan, 6-11 Desember 2026, menjadi durasi yang padat. Dengan tujuh cabang olahraga, panitia harus menyusun jadwal yang rapi agar tidak terjadi tumpang tindih venue. Babak penyisihan kemungkinan besar digelar dua hari pertama, disusul semifinal di hari ketiga dan keempat, lalu final di hari terakhir. Format ini menuntut ketahanan fisik pemain karena mereka harus tampil berulang dalam waktu singkat.

Yang menarik, kehadiran Sepakbola Wanita Indonesia dalam daftar cabang menunjukkan komitmen kesetaraan. Turnamen kampus tidak lagi sekadar ranah kaum adam; atlet putri mendapat panggung yang sama. Ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan sepakbola wanita nasional, terutama dalam menemukan bibit baru dari kampus-kampus di luar Pulau Jawa.

Dengan kolaborasi tujuh federasi dan dukungan penuh UPH serta LUGU Group, Campus League UniGames 2026 bukan hanya soal menang dan kalah. Ini soal ekosistem olahraga mahasiswa yang terukur, transparan, dan berkelanjutan. Skor akhir akan tercatat, statistik akan dianalisis, dan dari sana lahir generasi atlet yang siap bersaing. Enam hari di Desember nanti akan jadi pembuktian, siapa kampus yang paling siap secara taktik, fisik, dan mental.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User