Camara Buka Keran Gol, Monaco Petik Tiga Poin di Meinau
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan AS Monaco atas RC Strasbourg Alsace di Stade de la Meinau pada Matchday ke-36 Ligue 1 Prancis, Senin dini hari WIB. Lamine Camara, gelandang Senegal bernomor punggung 1...
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan AS Monaco atas RC Strasbourg Alsace di Stade de la Meinau pada Matchday ke-36 Ligue 1 Prancis, Senin dini hari WIB. Lamine Camara, gelandang Senegal bernomor punggung 15, menjadi pahlawan babak pertama setelah mencetak gol penyama kedudukan yang membangkitkan moral Les Rouge et Blanc dari ketertinggalan. Pertandingan yang berlangsung sengit di Strasbourg, Prancis timur, ini membuktikan ketahanan mental skuad Adi Hütter dalam merebut tiga poin krusial di pekan penentuan menuju perebutan posisi puncak klasemen.
Menit ke-19, tuan rumah RC Strasbourg Alsace berhasil membobol gawang Philipp Köhn melalui tendangan dari dalam kotak penalti usai serangan balik cepat. Gawang Monaco yang dikawal Köhn akhirnya kebobolan untuk pertama kalinya setelah menjalani tiga laga clean sheet beruntun. Starting XI Monaco dalam formasi 4-2-3-1 tampak sedikit terkejut dengan intensitas pressing tinggi tuan rumah yang menurunkan formasi 3-4-2-1 dengan wing-back yang sangat aktif di sayap.
Babak Pertama: Strasbourg Unggul, Monaco Susah Payah
Menit ke-23, Aleksandr Golovin melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, namun kiper Strasbourg berhasil mengamankan bola dengan ciamik. Penguasaan bola Monaco mencapai 58 persen pada 45 menit pertama, namun shots on target mereka baru dua kali, jauh di bawah ekspektasi untuk tim yang berambisi finis di papan atas. Kartu kuning pertama keluar di menit ke-28 bagi bek tengah Strasbourg setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Breel Embolo yang berlari menuju gawang.
Tekanan Monaco akhirnya membuahkan hasil di menit ke-34. Lamine Camara yang beroperasi sebagai box-to-box midfielder menerima umpan terobosan dari Youssouf Fofana di tengah lapangan. Tanpa basa-basi, pemain berusia 20 tahun itu menggiring bola melewati satu pemain Strasbourg dan melepaskan tendangan kaki kanan dari tepi kotak penalti yang bersarang di sudut kiri atas gawang. Gol tersebut menjadi penyeimbang sekaligus gol pertama Camara dalam tiga pertandingan terakhir di ajang Ligue 1. Skor imbang 1-1 bertahan hingga jeda babak, dengan Monaco unggul jumlah tendangan 8-4 meski sama-sama mengemas dua shots on target.
Babak Kedua: Dominasi Les Rouge et Blanc
Memasuki babak kedua, Adi Hütter melakukan penyesuaian taktis dengan meminta full-back kanan Vanderson lebih sering overlap dan menurunkan lini pertahanan Strasbourg. Hasilnya, Monaco semakin menggencarkan serangan dari sayap. Menit ke-56, terjadi momen kontroversial ketika Strasbourg mengira mereka mendapat penalti setelah bola mengenai tangan pemain Monaco, namun wasit setelah meninjau melalui VAR memutuskan tidak ada pelanggaran karena posisi tangan dalam keadaan natural. Keputusan tersebut memicu protes keras dari pemain tuan rumah.
Menit ke-78, gol kemenangan Monaco lahir dari kerja sama apik lini tengah. Takumi Minamino yang masuk sebagai pemain pengganti di awal babak kedua memberikan assist silang dari sisi kiri yang diteruskan oleh Wissam Ben Yedder dengan sundulan presisi ke gawang Strasbourg. Gol tersebut menutup perlawanan tuan rumah dan membawa skor menjadi 2-1 untuk Monaco. Strasbourg sempat mencoba mengejar ketertinggalan melalui serangan-serangan balik di 10 menit terakhir, namun back line Monaco yang dikomandoi Guillermo Maripán dengan disiplin menjaga benteng mereka. Satu tendangan keras dari luar kotak penalti oleh gelandang Strasbourg di menit ke-86 masih bisa ditepis Köhn, menjaga keunggulan dua gol tidak mungkin lagi tercipta hat-trick bagi tuan rumah.
Analisis Individual: Lamine Camara, Motor Lini Tengah
Lamine Camara tampil gemilang sebagai jantung permainan Monaco sepanjang 90 menit. Selain gol di menit ke-34, ia mencatatkan 87 persen akurasi umpan sukses, empat tekel yang berhasil, dan tiga intercept di area transisi pertahanan-ke-serangan. Kombinasi fisik dan visi permainannya membuat formasi 4-2-3-1 Monaco tetap seimbang, baik saat mengalirkan serangan maupun memutus build-up lawan. Pemain asal Senegal itu juga memenangkan enam duel udara dan dua kali memaksa lawan melakukan pelanggaran di tengah lapangan.
"Lamine bermain dengan kedewasaan luar biasa malam ini. Golnya penting, tapi yang lebih saya hargai adalah kerja defensifnya dan kontrol ritme permainan. Dia membuktikan mengapa dia ada di starting XI kami," ujar pelatih kepala Adi Hütter usai laga.
Dari sisi statistik akhir, penguasaan bola Monaco tertahan di angka 56 persen, sedikit turun dari babak pertama, namun mereka meningkatkan shots on target menjadi enam kali berbanding tiga milik Strasbourg. Tuan rumah harus puas dengan satu kartu kuning dan satu keputusan VAR yang tidak berpihak, sementara Monaco keluar sebagai pemenang tanpa kartu merah meski mendapat satu kartu kuning di menit ke-64. Kemenangan ini memperpanjang rekor tandang Monaco yang kini tak terkalahkan dalam lima laga terakhir di Ligue 1.
Comments (0)