Mac Allister Cetak Gol Kemenangan Liverpool Usai Drama VAR

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Liverpool atas West Ham United di London Stadium tidak terlepas dari kontroversi teknologi. Menit ke-78, Alexis Mac Allister melepaskan tendangan voli spektakuler dari ...

Mac Allister Cetak Gol Kemenangan Liverpool Usai Drama VAR

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Liverpool atas West Ham United di London Stadium tidak terlepas dari kontroversi teknologi. Menit ke-78, Alexis Mac Allister melepaskan tendangan voli spektakuler dari luar kotak penalti yang sempat dianulir wasit karena dugaan offside pada fase build-up, namun setelah ditinjau VAR, gol tersebut disahkan dan menjadi penentu tiga poin berharga bagi The Reds. Kemenangan ini membawa Liverpool menempati posisi keenam klasemen Liga Inggris 2025/2026 dengan koleksi 45 poin, menjaga asa merangkak ke zona Liga Champions.

Pertandingan yang berlangsung intens sejak menit awal ini memperlihatkan dominasi pasukan Arne Slot dengan penguasaan bola 58 persen dan delapan shots on target dari total 14 percobaan. Starting XI Liverpool menurunkan formasi 4-3-3 dengan Alisson Becker di bawah mistar, back four Trent Alexander-Arnold, Ibrahima Konate, Virgil van Dijk, dan Andrew Robertson. Trio lini tengah diisi oleh Ryan Gravenberch, Alexis Mac Allister, dan Dominik Szoboszlai, sementara lini depan dikomandoi Mohamed Salah, Diogo Jota, dan Cody Gakpo.

Babak Pertama: Dominasi The Reds

Menit ke-12, Szoboszlai melepaskan tembakan jarak jauh yang masih bisa ditepak kiper West Ham. Tuan rumah sempat membalas pada menit ke-19 ketika Jarrod Bowen mencoba sundulan dari umpan silang, namun Alisson melakukan penyelamatan klasik. Konsistensi tekanan Liverpool akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-34. Andrew Robertson mengirimkan umpan silang rendah dari sisi kiri yang diselesaikan dengan dingin oleh Mohamed Salah untuk membuka skor 1-0. Assist Robertson tersebut menunjukkan efektivitas rotasi bek sayap Slot yang terus melebar membentangkan lini pertahanan lawan.

West Ham mencoba keluar dari tekanan dengan transisi cepat, namun penguasaan bola Liverpool yang mencapai 61 persen di babak pertama membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan. Menit ke-41, Ibrahima Konate harus menerima kartu kuning setelah melakukan foul taktis untuk menghentikan serangan balik Michail Antonio. Meski demikian, The Reds berhasil menjaga clean sheet hingga jeda dengan keunggulan tipis satu gol.

Babak Kedua: Drama VAR dan Gol Penentu

Masuk babak kedua, West Ham tampil lebih agresif dengan menurunkan gelandang bertahan tambahan. Tekanan itu membuahkan hasil pada menit ke-52. Jarrod Bowen berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui finishing akurat di dalam kotak penalti usai menerobos sisi kanan pertahanan Liverpool. Gol tersebut memaksa Slot melakukan penyesuaian taktis dengan mempercepat tempo passing dan menaikkan lini pertahanan.

Pertandingan semakin panas ketika Liverpool menggandakan intensitas serangan. Menit ke-78, momen magis terjadi. Dominik Szoboszlai merebut bola di tengah lapangan dan mengirimkan umpan vertikal ke Cody Gakpo yang membackheel bola ke arah masuknya Alexis Mac Allister. Gelandang Argentina itu langsung melepaskan tendangan voli kaki kanan yang bersarang di sudut atas gawang. Wasit sempat mengangkat bendera offside karena menduga Gakpo berada dalam posisi offside saat menerima umpan pertama. Namun, setelah ditinjau melalui VAR, replik menunjukkan Gakpo masih sejajar dengan pemain belakang terakhir West Ham. Gol pun disahkan, Liverpool unggul 2-1.

Celebrasi Mac Allister yang cukup emosional mencerminkan beban yang terlepas usai lini tengah Liverpool sempat dikritik karena kurang produktif di laga-laga sebelumnya. Tiga menit berselang, Slot menarik Mac Allister dan memasukkan Curtis Jones untuk memperketat lini tengah. West Ham berusaha mengejar namun hanya mampu menciptakan dua peluang berbahaya yang keduanya berhasil dimentahkan oleh blok pertahanan Van Dijk dan Alexander-Arnold.

Dampak Klasemen dan Analisis Taktis Slot

Kemenangan ini tidak hanya memberikan moral bagi skuad Liverpool, tetapi juga memiliki nilai strategis besar di papan klasemen. Dengan raihan 45 poin, Liverpool kini menempati posisi keenam dan memangkas jarak dengan empat besar menjadi hanya tiga poin. Dalam hitungan expected goals (xG), Liverpool unggul 2,4 berbanding 0,9, mencerminkan superioritas kreasi peluang meski hanya menang dengan skor tipis.

Dari sisi taktis, Slot membuktikan fleksibilitasnya. Setelah kebobolan, Liverpool beralih ke formasi 2-3-5 saat buildup dengan Alexander-Arnold dan Robertson yang naik hampir setinggi winger. Gravenberch beroperasi sebagai pivot tunggal yang memungkinkan Mac Allister dan Szoboszlai melakukan late run ke kotak penalti. Gol kemenangan Mac Allister adalah hasil dari pola tersebut, di mana gelandang serang mendapatkan ruang di antara garis pertahanan lawan.

"Alexis menunjukkan kualitasnya sebagai match-winner. Saya pikir keputusan VAR tepat, dan gol itu layak karena kami membangun serangan dengan sabar. Tiga poin ini penting untuk momentum," ujar Arne Slot usai pertandingan.

Dengan tambahan tiga poin ini, Liverpool kini mengoleksi 45 poin dan mulai melihat peluang menyalip rival-rival di puncak. Pertahanan yang solid ditambah produktivitas lini tengah menjadi modal utama The Reds untuk terus mengejar posisi empat besar dalam sisa perjalanan musim 2025/2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User