Bitcoin Kembali ke $63.000 Saat Aksi Jual Saham Chipmaker Global Menyeret Pasar Kripto
Bitcoin (BTC) kembali terpeleset ke level $63.000 pada perdagangan Kamis (17/7), tergerus oleh gelombang aksi jual saham chipmaker global yang semakin meluas dan menyeret aset-aset berisiko ke zona merah. Koreksi ini mematahkan reli singkat yang semp
Bitcoin (BTC) kembali terpeleset ke level $63.000 pada perdagangan Kamis (17/7), tergerus oleh gelombang aksi jual saham chipmaker global yang semakin meluas dan menyeret aset-aset berisiko ke zona merah. Koreksi ini mematahkan reli singkat yang sempat mendorong Bitcoin menyentuh level $65.000 awal pekan ini, katalis yang muncul setelah data inflasi Amerika Serikat menunjukkan angka yang lebih lunak dari ekspektasi pasar.
Aksi Jual Saham Teknologi Meluas Secara Global
Pasar keuangan global diguncang oleh tekanan jual besar-besaran pada saham-saham produsen semikonduktor (chipmaker). Saham-saham seperti Nvidia, AMD, dan TSMC mengalami penurunan tajam yang dipicu oleh kekhawatiran atas perlambatan permintaan chip kecerdasan buatan (AI) serta potensi eskalasi baru dalam perang dagang teknologi antara Amerika Serikat dan China. Indeks Nasdaq Composite, yang sarat dengan saham teknologi, mencatat kerugian besar di awal sesi sebelum berhasil memangkas sebagian penurunannya menjelang penutupan.
Sentimen negatif ini tidak hanya terisolasi di Wall Street. Bursa saham di Asia, termasuk Nikkei Jepang dan KOSPI Korea Selatan, juga ikut tertekan mengingat ketergantungan besar kawasan tersebut pada industri semikonduktor. Pelaku pasar mengamati bahwa pelemahan ini mencerminkan kekhawatiran struktural terhadap valuasi sektor teknologi yang selama ini menjadi motor penggerak utama pasar bullish.
Bitcoin dan Korelasi dengan Aset Berisiko
Pergerakan Bitcoin yang mengikuti pola saham teknologi kembali menegaskan korelasi positif yang masih kuat antara aset kripto utama dengan indeks saham berorientasi pertumbuhan, khususnya Nasdaq. Fenomena ini bukan hal baru — sepanjang 2024 dan paruh pertama 2025, Bitcoin acap kali bergerak searah dengan saham teknologi karena keduanya dikategorikan sebagai aset berisiko tinggi (risk-on assets) yang sensitif terhadap perubahan selera risiko investor institusional.
Data dari platform analitik on-chain menunjukkan bahwa volume perdagangan Bitcoin di bursa terpusat meningkat sekitar 18% selama sesi penurunan, mengindikasikan adanya aksi ambil untung dan repositioning portofolio oleh para pemegang jangka pendek. Sementara itu, data derivatif mencatat likuidasi posisi long senilai lebih dari $45 juta dalam waktu enam jam pertama sejak aksi jual saham chipmaker meluas.
Data Inflasi AS yang Positif Tak Mampu Menahan Arus
Yang menarik untuk dicatat adalah bahwa penurunan Bitcoin ini terjadi hanya berselang dua hari setelah rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang menunjukkan pendinginan inflasi. Data inflasi yang melunak biasanya menjadi katalis positif bagi aset kripto karena meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Namun, kali ini sentimen negatif dari sektor chipmaker terbukti lebih dominan.
Analis pasar menilai bahwa investor saat ini lebih fokus pada risiko resesi yang mungkin timbul dari perlambatan belanja modal di sektor teknologi dibandingkan optimisme terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar. Dalam konteks ini, koreksi Bitcoin hingga ke $63.000 dapat dipahami sebagai respons rasional terhadap ketidakpastian makroekonomi yang meningkat.
Perspektif dan Level Kunci yang Perlu Diperhatikan
Dari sisi analisis teknikal, level $63.000 kini menjadi area support psikologis yang krusial. Jika gagal bertahan, Bitcoin berpotensi menguji level $61.800 yang merupakan rata-rata pergerakan 50 hari (50-day moving average). Sebaliknya, pemulihan di atas $64.500 diperlukan untuk mengonfirmasi bahwa tekanan jual telah mereda dan reli dapat kembali berlanjut. Trader juga mencermati data klaim pengangguran AS dan laporan pendapatan perusahaan teknologi besar yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan sebagai katalis potensial berikutnya.
Meskipun terjadi koreksi, banyak analis tetap mempertahankan pandangan bullish jangka panjang terhadap Bitcoin, terutama menjelang halving yang telah berlalu dan potensi persetujuan produk Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot di berbagai yurisdiksi. Namun, dalam jangka pendek, volatilitas diperkirakan masih akan tinggi seiring dengan dinamika pasar global yang belum stabil.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai saran investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca setelah melakukan riset dan analisis mandiri. Pasar kripto memiliki risiko tinggi dan kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Sumber: CoinDesk — "Live Markets: Bitcoin Slips to $63,000 as the Chip Rout Goes Global" (17 Juli 2026)
Sumber: CoinDesk
Comments (0)