Bellingham Bawa Inggris ke Semifinal, Singkirkan Norwegia 2-1
Inggris memastikan satu tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Norwegia dengan skor tipis 2-1 di Stadion Lusail, Qatar. Laga yang berlangsung dramatis ini menampilkan sosok Jude Bel...
Inggris memastikan satu tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Norwegia dengan skor tipis 2-1 di Stadion Lusail, Qatar. Laga yang berlangsung dramatis ini menampilkan sosok Jude Bellingham sebagai pembeda lewat dua golnya yang membalikkan keadaan. Kemenangan ini tidak hanya menjaga asa The Three Lions untuk meraih bintang kedua, tetapi juga menegaskan status Bellingham sebagai salah satu gelandang paling berpengaruh di turnamen ini.
Babak Pertama: Kejutan dari Skandinavia
Sejak peluit awal dibunyikan, Norwegia langsung menerapkan garis pertahanan rapat dan mengandalkan serangan balik cepat yang dimotori Martin Ødegaard serta penyerang sayap Antonio Nusa. Inggris yang mengusung formasi 4-3-3 kesulitan menembus blok rendah lawan, meski mencatatkan penguasaan bola mencapai 63 persen di 20 menit pertama.
Kejutan terjadi pada menit ke-31. Umpan terobosan Ødegaard berhasil memecah konsentrasi lini belakang Inggris yang dikawal John Stones dan Marc Guéhi. Nusa yang lolos dari jebakan offside melepaskan tembakan mendatar yang sempat ditepis Jordan Pickford, namun bola muntah langsung disambar Erling Haaland yang berdiri bebas di mulut gawang. Gol tersebut sontak membungkam pendukung Inggris dan membuat Norwegia memimpin 0-1.
Inggris mencoba merespons. Phil Foden yang diplot sebagai ujung tombak palsu beberapa kali melepas tusukan, tetapi selalu kandas di kaki Andreas Hanche-Olsen. Hingga turun minum, skor tetap 0-1 untuk keunggulan tim asuhan Ståle Solbakken.
Babak Kedua: Sihir Bellingham Mengubah Segalanya
Pelatih Thomas Tuchel mengambil langkah berani di awal babak kedua dengan memasukkan Cole Palmer menggantikan Bukayo Saka. Perubahan ini langsung meningkatkan intensitas serangan Inggris dari sisi kanan. Statistik tembakan tepat sasaran The Three Lions yang semula hanya dua di babak pertama, melonjak menjadi tujuh hanya dalam 25 menit paruh kedua.
Gol penyama kedudukan akhirnya lahir pada menit ke-64. Berawal dari kemelut di kotak penalti Norwegia, bola liar jatuh di kaki Bellingham yang dengan tenang menceploskan si kulit bundar ke sudut kiri gawang Ørjan Nyland. Proses gol sempat dicek oleh VAR terkait potensi pelanggaran, namun wasit Daniele Orsato mengesahkan gol tersebut. Stadion Lusail bergemuruh.
Inggris terus menggencarkan tekanan. Sepuluh menit berselang, tepatnya menit ke-74, Bellingham kembali mencatatkan namanya di papan skor. Menerima umpan tarik Luke Shaw yang memanfaatkan celah di sisi kiri, gelandang Real Madrid itu melepaskan tembakan first-time dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke tiang jauh. Nyland hanya bisa terpaku. Skor berbalik menjadi 2-1.
Norwegia mencoba bangkit dengan memasukkan Alexander Sørloth untuk menambah daya gedor, namun solidnya koordinasi antara Declan Rice dan duet bek tengah mampu meredam setiap ancaman. Hingga peluit panjang berbunyi, keunggulan Inggris tidak berubah.
Statistik Kunci dan Dominasi Bellingham
Secara keseluruhan, Inggris unggul dalam penguasaan bola dengan 58 persen berbanding 42 persen milik Norwegia. The Three Lions juga melepaskan total 18 tembakan dengan 9 mengarah ke gawang, sedangkan Norwegia hanya mencatatkan 4 shots on target dari 10 percobaan. Assist kemenangan disumbangkan oleh Shaw, sementara Rice menjadi metronom dengan 92 persen akurasi umpan dan tiga tekel sukses.
Namun, panggung sepenuhnya milik Bellingham. Selain dua gol penentu, gelandang berusia 22 tahun itu mencatatkan 4 dribel sukses, 3 tembakan ke gawang, dan memenangi 7 duel lapangan tengah. Ia juga menjadi pemain Inggris pertama sejak Steven Gerrard di Piala Dunia 2014 yang mencetak dua gol di fase gugur. Rating pertandingan darinya menyentuh angka 9,2—tertinggi di antara semua pemain.
Kartu kuning yang diterima Kieran Trippier pada menit ke-55 menjadi satu-satunya noda disiplin Inggris. Sementara itu, Norwegia harus kehilangan Julian Ryerson karena kartu merah tidak langsung akibat akumulasi pelanggaran di menit ke-88.
Kutipan dari Sang Pahlawan: “Saya Hanya Melakukan Tugas Saya”
Seusai pertandingan, Bellingham tampil rendah hati di hadapan media. Ia enggan disebut sebagai pahlawan meski dua golnya menjadi tiket semifinal.
“Saya hanya melakukan tugas yang dipercayakan pelatih dan rekan setim. Ketika peluang datang, saya harus siap. Gol pertama adalah hasil kerja keras seluruh tim yang terus menekan hingga terjadi kemelut,” ujar pemain kelahiran Stourbridge itu.
Bellingham juga menyoroti mentalitas Inggris yang tidak menyerah setelah tertinggal. “Kami tahu Norwegia adalah lawan yang sangat terorganisir. Haaland dan Ødegaard adalah pemain kelas dunia, tetapi kami punya keyakinan bahwa dengan intensitas yang tepat, kami bisa membalikkan keadaan. Ini kemenangan untuk semua penggemar yang terus mendukung kami.”
Pelatih Tuchel dalam konferensi pers juga tak segan melontarkan pujian. “Jude adalah pemain spesial. Kemampuannya membaca ruang dan ketenangan dalam penyelesaian akhir adalah sesuatu yang langka untuk usianya. Dia memimpin dengan contoh di lapangan dan malam ini dia membuktikan kenapa dia layak menjadi pemimpin tim ini,” kata Tuchel.
Jalan Menuju Final: Ujian Berat Menanti
Dengan lolosnya Inggris ke semifinal, mereka kini menanti pemenang antara Brasil dan Portugal yang akan bertanding besok. Jika berhasil melaju ke partai puncak, Inggris berpeluang mengulang memori manis Piala Dunia 1966. Tantangan tak akan mudah, namun dengan performa apik lini tengah yang dimotori Bellingham, The Three Lions punya modal kuat untuk terus melaju.
Pertandingan semifinal akan digelar di Stadion Education City pada hari Rabu mendatang. Seluruh mata akan tertuju pada Bellingham, yang kini telah mengoleksi empat gol di sepanjang turnamen dan menjadi kandidat kuat peraih Golden Ball.
Baca juga:
Comments (0)