Belgia dan Portugal Tersingkir di Perempat Final Piala Dunia 2026

Panggung Piala Dunia 2026 kembali mencatatkan nama-nama besar yang harus meninggalkan turnamen lebih cepat dari yang diharapkan. Dua raksasa Eropa, Belgia dan Portugal, resmi angkat koper setelah mene...

Belgia dan Portugal Tersingkir di Perempat Final Piala Dunia 2026

Panggung Piala Dunia 2026 kembali mencatatkan nama-nama besar yang harus meninggalkan turnamen lebih cepat dari yang diharapkan. Dua raksasa Eropa, Belgia dan Portugal, resmi angkat koper setelah menelan kekalahan di babak perempat final yang berlangsung dramatis pada Sabtu (11/7) dini hari WIB. Kedua pertandingan, yang digelar di dua kota berbeda di Amerika Serikat, menyajikan total 9 gol dan membuktikan bahwa tidak ada jaminan bagi tim unggulan ketika tekanan fase gugur tiba.

Spanyol 3-1 Belgia: Dominasi Total di Los Angeles

Di Stadion Los Angeles, Spanyol tampil superior dengan membungkam Belgia 3-1 dalam laga yang berakhir pukul 02.00 WIB. Pelatih Luis de la Fuente menurunkan formasi 4-3-3 dengan Pedri, Gavi, dan Rodri di lini tengah, sementara Belgia mengandalkan formasi 3-4-3 yang digerakkan Kevin De Bruyne. Dominasi Spanyol sudah terlihat sejak menit awal: penguasaan bola mencapai 62% dengan 8 shots on target berbanding 3 milik Belgia.

Gol pembuka lahir pada menit ke-17 saat Alvaro Morata menyambut umpan tarik Lamine Yamal dari sisi kanan. Skema serangan yang dibangun dari 14 operan beruntun itu mengeksploitasi celah antara bek tengah Belgia Wout Faes dan Zeno Debast. Belgia sempat mengancam lewat sundulan Romelu Lukaku menit 29, tetapi bola mengenai mistar gawang Unai Simon. Di masa injury time babak pertama, Pedri menggandakan keunggulan lewat tendangan first-time dari luar kotak penalti memanfaatkan bola muntah, skor 2-0.

Selepas jeda, Belgia meningkatkan intensitas. Pada menit ke-55, Lukaku berhasil memperkecil ketinggalan lewat sundulan memanfaatkan crossing De Bruyne, memanfaatkan kelengahan bek sayap Alejandro Grimaldo. Namun asa comeback Belgia pupus pada menit ke-78 saat Ferran Torres yang baru masuk menggantikan Morata, melepaskan tembakan mendatar dari sudut sempit setelah menerima assist Dani Olmo. Skor bertahan 3-1 hingga peluit panjang. Statistik akhir menunjukkan total attempts Belgia hanya 9 berbanding 18 milik Spanyol, mencerminkan betapa sulitnya skuat asuhan Domenico Tedesco menembus pressing tinggi La Roja.

Argentina 3-2 Portugal: Duel Dua Maestro Berakhir Pahit untuk Selecao

Hampir bersamaan, di MetLife Stadium, New Jersey, Argentina mengalahkan Portugal 3-2 dalam duel yang diwarnai pertarungan dua megabintang, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Kedua tim menurunkan skuat terbaiknya; Argentina dengan formasi 4-4-2 mengandalkan duet Messi-Julian Alvarez, sementara Portugal menggunakan pola 4-3-3 dengan Ronaldo sebagai ujung tombak didukung Bruno Fernandes dan Rafael Leao.

Argentina membuka keunggulan cepat lewat Messi pada menit ke-12. Berawal dari skema serangan balik kilat, Alvarez melepaskan through pass yang diterima Messi di sisi kiri. Sang kapten mengecoh Ruben Dias sebelum melepaskan penyelesaian klinis ke sudut jauh gawang Diogo Costa. Portugal merespons pada menit ke-29 lewat sepakan penalti Cristiano Ronaldo setelah Joao Cancelo dilanggar Nicolas Tagliafico di kotak terlarang. Eksekusi dingin Ronaldo menyamakan kedudukan 1-1.

Babak kedua berlangsung lebih terbuka. Menit ke-54, Julian Alvarez mengembalikan keunggulan Argentina usai memanfaatkan kemelut di depan gawang hasil sepak pojok Messi. Portugal lagi-lagi menyamakan skor lewat Bruno Fernandes menit 72—tembakan jarak jauh yang sempat membentur bek Argentina sebelum bersarang di gawang Emiliano Martinez. Drama mencapai puncak pada menit ke-89 saat Angel Di Maria, yang masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol kemenangan lewat voli menyambut umpan silang Nahuel Molina. Gol tersebut memastikan Argentina melaju sekaligus mengakhiri Piala Dunia terakhir Ronaldo dengan kekalahan. Statistik mencatatkan penguasaan bola 48%-52% untuk keunggulan Argentina, sementara Portugal unggul shots on target 7-6, namun efektivitas serangan balik Tim Tango yang menjadi pembeda.

Statistik Kunci: Akhir Perjalanan Dua Generasi Emas

Kedua hasil ini menegaskan akhir pahit bagi dua "generasi emas" sepak bola Eropa. Belgia yang diperkuat De Bruyne, Lukaku, dan Thibaut Courtois hanya mampu mencetak 5 gol dalam 5 laga di turnamen ini, terendah dibanding tiga edisi Piala Dunia sebelumnya. Kevin De Bruyne mencatatkan 2 assist sepanjang 2026, tetapi akurasi umpannya di pertandingan melawan Spanyol hanya 76%, jauh di bawah rata-rata kariernya. Sementara itu, Portugal membukukan 11 goals sepanjang turnamen—produktivitas terbaik di antara tim yang tersingkir di perempat final—namun kebobolan 7 gol mengungkap rapuhnya koordinasi lini belakang asuhan Roberto Martinez. Cristiano Ronaldo mengakhiri dengan 4 gol, membawanya ke total 16 gol sepanjang karier Piala Dunia, tetapi gagal membawa Portugal melampaui pencapaian terbaik mereka.

Reaksi Pasca Laga

Selepas pertandingan, pelatih Belgia Domenico Tedesco menyampaikan,

"Kami tidak bisa memanfaatkan momen-momen kunci. Spanyol terlalu efisien, dan ketika Anda memberikan ruang sekecil apa pun, mereka akan menghukum. Ini kekecewaan mendalam bagi tim yang sudah bekerja keras."
Di kubu Portugal, Roberto Martinez—yang juga mantan pelatih Belgia—menyesali inkonsistensi timnya.
"Kami mencetak gol-gol indah, tapi kehilangan fokus di menit-menit kritis. Argentina menunjukkan kenapa mereka juara bertahan."
Sementara itu, Messi dalam komentar singkatnya menegaskan,
"Lolos ke semifinal adalah langkah penting, tapi kami belum mencapai apa-apa. Tim ini lapar akan lebih."

Dengan tersingkirnya Belgia dan Portugal, Piala Dunia 2026 kini menyisakan empat tim yang akan bertarung di semifinal: Spanyol, Argentina, serta dua pemenang lainnya dari laga yang akan dimainkan malam ini. Babak semifinal dijadwalkan berlangsung pada 14-15 Juli di stadion AT&T, Arlington, dan Mercedes-Benz, Atlanta.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User