Mario Aji Finis ke-13 di FP2 Moto2 Jerman, Ortola Tercepat

Pembalap Indonesia Mario Aji mengakhiri sesi latihan bebas kedua (FP2) Moto2 Jerman 2026 di posisi ke-13. Padahal, ia sempat menunjukkan taji dengan menembus lima besar pada separuh awal sesi yang ber...

Mario Aji Finis ke-13 di FP2 Moto2 Jerman, Ortola Tercepat

Pembalap Indonesia Mario Aji mengakhiri sesi latihan bebas kedua (FP2) Moto2 Jerman 2026 di posisi ke-13. Padahal, ia sempat menunjukkan taji dengan menembus lima besar pada separuh awal sesi yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring sepanjang 3,671 km tersebut. Sementara itu, Ivan Ortola dari tim MT Helmets MSi menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 23,456 detik, mengungguli para rivalnya dalam persiapan menuju kualifikasi.

Start Gemilang Mario Aji yang Perlahan Memudar

Sesi FP2 dimulai dengan optimisme tinggi dari kubu Honda Team Asia. Mario Aji, dengan nomor start 64, langsung memacu motor Kalex-nya ke lintasan dan menempati posisi kelima pada 15 menit pertama. Catatan waktu 1 menit 23,789 detik saat itu menjadi bukti potensi besarnya, atau meningkat drastis dari hasil FP1 kemarin yang hanya menempatkannya di posisi ke-18. Peningkatan ini didukung oleh perubahan set-up suspensi depan yang lebih rigid, serta pemilihan ban medium di belakang yang memberinya traksi awal yang baik.

Namun, saat sesi memasuki paruh kedua, komposisi penguasaan trek berubah drastis. Mayoritas pembalap mulai memakai ban soft baru untuk simulasi time attack. Mario Aji sempat mencoba strategi serupa, tetapi motor yang ia kendarai mengalami sedikit masalah grip di tikungan lambat sektor 1 dan 2. Akibatnya, ia tidak mampu memperbaiki lap time terbaiknya dan justru melorot ke posisi ke-11 pada 20 menit tersisa. Di akhir sesi, setelah total 22 putaran, ia harus puas finis ke-13 dengan selisih 0,987 detik dari pemimpin.

Ortola Kuasai Trek, Persaingan Lima Besar Super Ketat

Ivan Ortola tampil seperti predator yang mengendus peluang. Pada menit ke-30, ia membukukan waktu 1 menit 23,456 detik yang tidak terkejar hingga bendera finis berkibar. Catatan itu dibuat dengan bantuan slipstream dari rekan setimnya di lintasan utama, serta pemilihan ban soft di belakang dan hard di depan—kombinasi yang pas untuk karakter trek Sachsenring yang mengalir. Di posisi kedua, Fermin Aldeguer hanya terpaut 0,078 detik, disusul Aron Canet di posisi ketiga dengan selisih 0,112 detik. Persaingan di lima besar sangat brutal, di mana empat pembalap pertama hanya dipisahkan maksimal 0,2 detik.

Strategi ban ternyata menjadi pembeda krusial. Banyak pengamat menilai bahwa pembalap yang berani memakai ban soft sejak awal time attack mendapat margin lebih besar di sektor tiga yang didominasi tikungan cepat. Ortola sendiri mengaku puas dengan setelan motornya.

Kami menemukan keseimbangan yang baik antara stabilitas pengereman dan kelincahan di sektor lambat. Ini modal bagus untuk kualifikasi nanti,
ujarnya usai sesi.

Bongkar Data: Di Sektor Mana Mario Aji Kehilangan Waktu?

Analisis sektor per sektor mengungkap titik lemah pembalap Indonesia itu. Data sektor 1: Mario mencatat rata-rata 0,3 detik lebih lambat per lap dibandingkan Ortola. Sektor 2: kerugian bertambah menjadi 0,45 detik. Namun, di sektor 3 yang terdiri dari tikungan cepat mengalir, ia hanya selisih 0,15 detik—sebuah angka yang tergolong kompetitif. Hal ini menunjukkan bahwa masalah grip dan akselerasi keluar dari tikungan lambat adalah pekerjaan rumah utama tim.

Statistik lain menunjukkan Mario Aji mencapai top speed 297 km/jam, sedikit di atas rata-rata hari itu. Ia juga melakukan 22 putaran, dengan 5 di antaranya sempat mencatatkan split time terbaik di sektor ketiga. Fakta kunci FP2 lainnya: total 14 pembalap masuk dalam rentang satu detik. Barry Baltus jadi pembalap dengan putaran terbanyak (25 lap), sementara Xavier Cardelus jadi satu-satunya yang terjatuh (di tikungan 11) tanpa cedera.

Cuaca dan Karakter Trek Hari Ini

Kondisi siang itu di Sachsenring cerah berawan dengan suhu lintasan 43 derajat Celsius saat sesi dimulai, menyisakan sedikit kendala berupa angin kencang dari sisi barat. Angin ini sangat terasa di tikungan 8 dan 9, area menikung cepat yang butuh kestabilan motor prima.

Angin benar-benar mengganggu keseimbangan motor, terutama saat memasuki tikungan cepat. Kami sampai mengubah strategi pengereman,
keluh Aron Canet yang finis ketiga. Beruntung, tidak ada hujan yang turun sehingga semua tim bisa mengumpulkan data kering yang berharga.

Reaksi Tim dan Harapan Menuju Kualifikasi

Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menilai hasil ini masih dalam koridor wajar.

Mario menunjukkan perkembangan, terutama di sektor terakhir. Namun, kami harus bekerja ekstra untuk menemukan traksi tambahan di tikungan lambat. Kami yakin di kualifikasi bisa lebih baik,
katanya melalui rilis resmi. Sementara Mario Aji sendiri tidak mau larut dalam kekecewaan.
Ini bukan hasil ideal, tapi kami punya data berharga untuk sesi kualifikasi. Saya hanya butuh sedikit penyesuaian agar bisa menembus Q2 langsung,
ujarnya optimistis.

Prediksi Kualifikasi: Mampukah Mario Aji Membalikkan Keadaan?

Melihat data dan tren sesi ini, Ivan Ortola tentu menjadi kandidat terkuat peraih pole position. Namun, nama seperti Aldeguer dan Canet jelas enggan tinggal diam. Bagi Mario Aji, peluang untuk menembus 15 besar dan lolos ke Q2 masih terbuka lebar. Kuncinya adalah memperbaiki performa di sektor 1 dan 2—jika timnya bisa menemukan solusi set-up yang pas, bukan tidak mungkin ia akan mengulangi kejutan seperti di seri-seri sebelumnya. Kualifikasi Moto2 Jerman yang akan berlangsung beberapa jam lagi tentu layak dinantikan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User