Skor akhir 3-2 untuk Barcelona atas Real Madrid dalam laga final Piala Super Spanyol 2026 yang digelar di King Abdullah Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (11/01/2026) waktu setempat. Kemenangan ini memastikan Blaugrana meraih gelar back-to-back, sebuah pencapaian yang menegaskan dominasi mereka di pentas Supercopa dua musim berturut-turut.
Lamine Yamal menjadi wajah paling mencolok dalam selebrasi. Winger muda itu terlihat mengenakan dua kacamata sekaligus saat merayakan gelar bersama rekan-rekan setimnya di atas lapangan. Pemandangan tersebut langsung menjadi momen ikonik yang menandai suka cita skuad asuhan pelatih asal Jerman itu.
Jalannya Pertandingan: Duel Ketat Dua Raksasa Spanyol
Sejak menit awal, kedua tim menampilkan tempo tinggi khas laga El Clasico. Barcelona mengusung formasi 4-2-3-1 dengan pressing agresif di lini tengah, sementara Real Madrid merespons lewat skema 4-3-1-2 yang mengandalkan transisi cepat. Penguasaan bola pada babak pertama tercatat hampir berimbang, dengan Barcelona sedikit unggul 54 persen berbanding 46 persen.
Menit ke-23, Barcelona membuka keunggulan lewat skema serangan sayap kanan. Umpan silang rendah diselesaikan dengan sontekan first-time di depan gawang, membuat kiper Real Madrid tidak berkutik. Skor 1-0 bertahan hingga menit ke-38, saat Real Madrid menyamakan kedudukan lewat eksekusi bola mati. Tendangan bebas dari sisi kiri pertahanan Barcelona melengkung masuk ke sudut jauh gawang, membuat skor imbang 1-1.
Namun Barcelona merespons cepat. Menit ke-44, lewat serangan balik kilat tiga sentuhan, mereka kembali unggul. Assist tercipta dari sisi kiri, lalu diselesaikan dengan tendangan kaki kanan ke tiang dekat. Babak pertama ditutup dengan skor 2-1 untuk Blaugrana, disertai dua kartu kuning yang dikeluarkan wasit akibat pelanggaran taktis di lini tengah.
Babak Kedua: Drama, VAR, dan Ketegangan Hingga Peluit Akhir
Memasuki babak kedua, Real Madrid meningkatkan intensitas. Pelatih mereka memasukkan dua pemain segar untuk menambah daya gedor di sepertiga akhir lapangan. Hasilnya, menit ke-61, Los Blancos menyamakan skor menjadi 2-2 melalui sundulan kepala setelah umpan silang terukur dari sisi kanan. Sempat terjadi pemeriksaan VAR terkait potensi offside, namun wasit memutuskan gol tersebut sah.
Barcelona tidak tinggal diam. Menit ke-74, mereka kembali memimpin 3-2 lewat penyelesaian klinis di dalam kotak penalti. Sebuah kombinasi one-two di tepi kotak penalti melepaskan penyerang Barcelona dari kawalan, sebelum melepaskan tembakan keras ke sisi kanan gawang. Statistik mencatat Barcelona melepaskan total 6 shots on target dari 13 percobaan, sementara Real Madrid mencatat 5 shots on target dari 11 upaya.
Menit-menit akhir berjalan menegangkan. Real Madrid mengepung pertahanan Barcelona, dan pada menit ke-89 sebuah peluang emas berhasil digagalkan kiper Blaugrana dengan penyelamatan refleks rendah. Kartu merah tidak tercipta, tetapi tensi pertandingan meninggi hingga menit ke-90+5 ketika wasit meniup peluit panjang. Clean sheet tidak tercipta di laga ini, tetapi tiga poin penuh dan trofi berhasil dibawa pulang.
Analisis Pemain: Lamine Yamal dan Poros Tengah Barcelona
Peran Lamine Yamal dalam turnamen ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Meski dalam laga final ia lebih banyak menarik perhatian lewat selebrasi dua kacamata, kontribusinya di sepanjang kompetisi tercatat sebagai salah satu kreator peluang terbaik tim. Dribelnya di sisi kanan menjadi opsi utama untuk membuka pertahanan rapat lawan, sementara pergerakannya tanpa bola kerap menciptakan ruang bagi rekan setim.
Di lini tengah, duet gelandang bertahan Barcelona tampil disiplin. Mereka mencatat angka intersepsi tertinggi dalam pertandingan dan berhasil memutus banyak transisi cepat Real Madrid. Kombinasi pengalaman dan energi muda menjadi kunci keseimbangan tim, baik saat menyerang maupun bertahan.
"Kami tahu laga ini tidak akan mudah. Real Madrid adalah lawan yang selalu memaksa kami tampil di level terbaik. Para pemain menunjukkan mentalitas juara, terutama di 15 menit terakhir ketika tekanan sangat besar," ujar pelatih Barcelona dalam konferensi pers usai pertandingan.
Dengan hasil ini, Barcelona menambah koleksi trofi Piala Super Spanyol mereka dan mengukuhkan status sebagai juara bertahan. Gelar back-to-back menjadi bukti konsistensi proyek tim yang mengandalkan perpaduan pemain muda seperti Lamine Yamal dan pemain senior berpengalaman. Sementara itu, Real Madrid harus puas dengan posisi runner-up meski menampilkan perlawanan sengit hingga peluit akhir.
Selebrasi di Jeddah menjadi penutup manis bagi Barcelona. Dua kacamata di wajah Lamine Yamal bukan sekadar aksesori, melainkan simbol percaya diri generasi baru Blaugrana yang siap melanjutkan tradisi kemenangan di pentas domestik maupun Eropa.
Comments (0)