Skor akhir 6-1 terpampang di papan skor Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (10/10/2026), saat Bali United menjamu Persijap Jepara pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027. Serdadu Tridatu tidak memberi ampun kepada tamunya dalam laga yang berakhir dengan pesta gol. Jort van der Sande menjadi bintang utama dengan selebrasi khasnya, sementara lini pertahanan Persijap Jepara harus bekerja keras sepanjang 90 menit menghadapi gempuran tuan rumah.
Babak Pertama: Serangan Bertubi Sejak Menit Awal
Sejak peluit kick-off berbunyi, Bali United langsung mengambil inisiatif menyerang. Formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih tuan rumah membuat lini tengah Persijap Jepara kesulitan menguasai bola. Penguasaan bola Bali United di babak pertama menyentuh angka 64 persen, jauh di atas Persijap yang hanya 36 persen.
Menit ke-12, Jort van der Sande membuka keunggulan melalui sundulan memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan. Kiper Persijap Jepara sudah berusaha keluar dari sarangnya, tetapi bola tetap bersarang di jala. Tidak butuh waktu lama, menit ke-23, Bali United menggandakan skor lewat tendangan keras dari luar kotak penalti setelah assist terukur dari lini kedua.
Persijap Jepara sempat memperkecil kedudukan pada menit ke-31 melalui serangan balik cepat. Namun, gol tersebut justru membangkitkan amarah Serdadu Tridatu. Menit ke-38, Bali United kembali menjauh melalui skema bola mati yang dieksekusi dengan sempurna. Shots on target Bali United di babak pertama mencapai 7 dari total 11 percobaan, sedangkan Persijap hanya mencatat 2 dari 4 tembakan.
Babak Kedua: Dominasi Tanpa Henti dan Clean Sheet di Paruh Akhir
Memasuki babak kedua, pelatih Persijap Jepara mencoba mengubah taktik dengan menarik keluar satu penyerang dan menambah pemain di lini tengah. Formasi 5-4-1 yang diterapkan bertujuan menutup celah di sepertiga akhir. Namun, keputusan tersebut tidak banyak membantu. Bali United tetap mendikte jalannya pertandingan.
Menit ke-57, Jort van der Sande mencetak gol keduanya malam itu. Berawal dari penetrasi di sisi kiri, bola diumpan ke tiang jauh dan diselesaikan dengan sekali sentuhan. Menit ke-68, giliran pemain pengganti yang mencatatkan nama di papan skor melalui serangan terorganisir dari tengah. Kartu kuning mulai bermunculan untuk pemain Persijap Jepara yang kewalahan menghadapi kecepatan pemain sayap Bali United.
Menit ke-79, Bali United menutup pesta gol melalui titik penalti setelah wasit menunjuk titik putih. Tidak ada VAR yang menganulir keputusan tersebut. Hingga peluit panjang, tidak ada gol tambahan dari Persijap Jepara. Kiper Bali United mencatatkan clean sheet di paruh kedua, meski harus beberapa kali melakukan penyelamatan penting.
Statistik Akhir dan Komentar Pelatih
Secara keseluruhan, penguasaan bola Bali United mencapai 61 persen berbanding 39 persen milik Persijap Jepara. Shots on target tuan rumah tercatat 12, sementara tamu hanya 4. Jumlah kartu kuning mencapai 4 untuk Persijap dan 1 untuk Bali United. Tidak ada kartu merah dalam laga ini, meski tensi pertandingan sempat memanas di menit-menit akhir.
Pelatih Bali United dalam konferensi pers usai laga menyatakan kepuasannya terhadap performa tim.
"Kami bermain disiplin sejak menit pertama. Penguasaan bola dan transisi cepat menjadi kunci. Jort van der Sande menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang top," ujarnya.
Sementara itu, pelatih Persijap Jepara mengakui keunggulan lawan.
"Kami kalah di semua aspek. Bali United lebih siap, lebih cepat, dan lebih efisien. Ini pelajaran berharga untuk kami," katanya.
Dengan hasil ini, Bali United menambah tiga poin dan menjaga momentum di papan atas klasemen BRI Super League 2026/2027. Persijap Jepara harus segera bangkit sebelum pekan kelima, karena tekanan di zona bawah semakin besar. Laga ini menjadi pengingat bahwa di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Serdadu Tridatu masih menjadi tuan rumah yang sulit ditaklukkan.
Comments (0)