Menit ke-112, Stadion Miami di Miami Gardens bergemuruh. Argentina akhirnya memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Tanjung Verde dengan skor akhir 2-1 melalui drama extra time yang menegangkan, Jumat (03/07/2026). Kemenangan ini terasa begitu dramatis mengingat Tanjung Verde memberikan perlawanan sengit sepanjang 120 menit pertandingan.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Argentina tampil mendominasi jalannya pertandingan. Formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih terlihat begitu solid dengan penguasaan bola mencapai 68 persen sepanjang babak pertama. Starting XI Argentina langsung menekan pertahanan Tanjung Verde yang bermain dengan formasi 5-4-1 defensive.
Babak Pertama: Dominasi Tanpa Gol
Menit ke-23, Lionel Messi melepaskan tendangan bebas dari jarak 25 meter yang masih membentur mistar gawang. Peluang emas tercipta kembali di menit ke-31 melalui sundulan keras yang berhasil ditepis kiper Tanjung Verde dengan refleks gemilang. Statistik menunjukkan Argentina mencatatkan 7 shots on target di babak pertama, sementara Tanjung Verde sama sekali belum mengancam gawang.
Meski terus menggempur pertahanan lawan, Argentina harus puas menyelesaikan babak pertama dengan skor kacamata 0-0. Beberapa peluang melalui serangan sayap kanan dan skema overlap di sisi kiri belum mampu memecah kebuntuan. Tanjung Verde bermain disiplin dengan garis pertahanan rendah dan mengandalkan serangan balik cepat.
Babak Kedua: Kejutan dari Tanjung Verde
Memasuki babak kedua, kejutan tak terduga terjadi. Menit ke-58, Tanjung Verde mencetak gol pembuka melalui serangan balik cepat yang diakhiri dengan tendangan kaki kiri terukur dari dalam kotak penalti. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Tanjung Verde, membuat stadion sejenak terhenyak.
Gol tersebut memaksa Argentina meningkatkan intensitas serangan. Taktik berubah dengan menambah pemain di lini tengah untuk mengontrol permainan. Menit ke-74, Argentina akhirnya menyamakan kedudukan melalui assist indah dari sisi kanan pertahanan yang diselesaikan dengan sepakan first-time ke sudut kanan gawang. Skor menjadi 1-1 dan pertandingan berlanjut ke babak extra time.
"Kami tidak panik meski tertinggal lebih dulu. Karakter tim ini teruji. Para pemain menunjukkan mentalitas juara di momen-momen krusial," ujar pelatih Argentina dalam konferensi pers usai pertandingan.
Extra Time: Momen Penentu
Babak extra time menjadi panggung bagi Argentina untuk menunjukkan kelasnya. Penguasaan bola terus dijaga di atas 70 persen, sementara Tanjung Verde mulai kehabisan tenaga. Menit ke-105, peluang emas melalui tendangan voli masih menyamping tipis di sisi kiri gawang.
Puncaknya terjadi di menit ke-112. Berawal dari pergerakan Messi yang menarik perhatian dua bek lawan, bola disalurkan ke ruang kosong dan disambut dengan tendangan mendatar yang tidak mampu dijangkau kiper. Skor berubah 2-1 untuk Argentina, memicu selebrasi besar-besaran di bench dan tribun stadion. Momen menarik terlihat saat Messi mengangkat bek Tanjung Verde, Sidney Lopes Cabral, setelah pertandingan usai sebagai bentuk respek antar pemain.
Selama 120 menit, Argentina mencatatkan total 14 shots on target, 11 corner kick, dan 2 kartu kuning. Sementara Tanjung Verde meski kalah, patut diacungi jempol dengan 3 shots on target dari 6 percobaan serta pertahanan rapat yang membuat Argentina frustrasi di 90 menit pertama. Tidak ada kartu merah dalam laga ini, meski beberapa pelanggaran keras sempat diprotes pemain dan dicek melalui VAR.
Dengan hasil ini, Argentina melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi pemenang laga antara dua tim yang belum memastikan diri. Pertanyaan besar kini muncul: mampukah Argentina mempertahankan momentum dan clean sheet di fase berikutnya? Yang jelas, drama extra time ini membuktikan bahwa Piala Dunia 2026 menyajikan kejutan dan ketegangan hingga detik-detik akhir.
Comments (0)