Argentina Tumbangkan Swiss 2-1, Melaju ke Semifinal Piala Dunia 2026
Argentina mengukir langkah penting menuju tangga juara usai menumbangkan Swiss dengan skor akhir 2-1 pada babak perempat final Piala Dunia 2026 yang bergulir di Stadion Kansas City, Minggu (12/7) puku...
Argentina mengukir langkah penting menuju tangga juara usai menumbangkan Swiss dengan skor akhir 2-1 pada babak perempat final Piala Dunia 2026 yang bergulir di Stadion Kansas City, Minggu (12/7) pukul 08.00 WIB. Pertandingan sarat drama yang dipantau teknologi VAR itu memastikan tiket semifinal untuk La Albiceleste, yang kini menunggu pemenang antara Belanda dan Brasil.
Babak Pertama: Gol Cepat dan Balasan via Titik Putih
Argentina membuka laga dengan formasi 4-3-3 dan langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit dibunyikan. Starting XI Lionel Scaloni yang dihuni para pemain berpengalaman tampil eksplosif. Menit ke-12, sebuah umpan terobosan akurat dari gelandang serang Emiliano Fernández berhasil diselesaikan striker Julián Álvarez dengan tendangan mendatar yang tak mampu dijangkau kiper Swiss. Assist itu menjadi penanda dominasi Argentina yang mencatatkan penguasaan bola hingga 61% dalam 20 menit pertama. Swiss mencoba bangkit melalui serangan balik cepat yang diotaki kapten Granit Xhaka. Hasilnya, menit ke-35, wasit menunjuk titik putih setelah peninjauan VAR mengonfirmasi handball bek Argentina di kotak terlarang. Noah Okafor maju sebagai eksekutor dan menaklukkan kiper Emiliano Martínez, membuat skor imbang 1-1. Hingga turun minum, shots on target Argentina tercatat 4 berbanding 2 milik Swiss, menunjukkan efektivitas serangan kedua tim.
Babak Kedua: Gol Penentu dan Kartu Merah Pengubah Jalannya Laga
Selepas jeda, Swiss meningkatkan intensitas dengan mengubah pola menjadi 4-4-2 untuk memenangi duel lini tengah. Namun, Argentina kembali unggul pada menit ke-78 lewat situasi bola mati. Tendangan sudut yang dieksekusi Rodrigo De Paul melayang ke kotak penalti dan disambut sundulan keras bek Cristian Romero. Gol tersebut menjadi titik balik, sekaligus menegaskan keunggulan Argentina dalam memanfaatkan peluang set-piece. Swiss merespons dengan tekanan masif. Petaka bagi mereka terjadi pada menit ke-85 saat bek Manuel Akanji menerima kartu merah langsung setelah menjatuhkan Álvarez yang tinggal berhadapan dengan kiper. Keputusan itu kembali melibatkan pengecekan VAR dan pertimbangan offside, yang akhirnya dinyatakan sah. Bermain dengan sepuluh pemain, upaya Swiss menyamakan kedudukan semakin berat. Meskipun Argentina gagal mencatatkan clean sheet, pertahanan mereka yang dikomandoi Romero tampil solid di sisa waktu, memastikan skor akhir 2-1 bertahan hingga bubaran.
Statistik Kunci dan Analisis Taktik
Dari segi statistik, Argentina memegang penguasaan bola 56% berbanding 44% milik Swiss. Total tembakan skuad asuhan Scaloni mencapai 15, dengan 7 di antaranya tepat sasaran (shots on target), sedangkan Swiss melepaskan 8 tembakan dan hanya 3 yang mengarah ke gawang. Assist dicatatkan Fernández dan De Paul, masing-masing satu. Disiplin menjadi isu bagi Swiss: mereka melakukan 18 pelanggaran, mengoleksi 3 kartu kuning, dan 1 kartu merah. Argentina mencatat 12 pelanggaran dan 2 kartu kuning. Teknologi VAR digunakan dalam dua momen krusial: penalti di babak pertama dan kartu merah Akanji. Secara posisi, starting XI Argentina menurunkan Martínez di bawah mistar; Molina, Romero, Otamendi, Acuña di lini belakang; De Paul, Enzo Fernández, Mac Allister di tengah; serta Di María, Álvarez, dan Garnacho di depan. Swiss mengandalkan formasi 3-5-2 dengan Sommer; Akanji, Schär, Elvedi; Widmer, Freuler, Xhaka, Zakaria, Rodríguez; Okafor, Amdouni. Pertandingan memperlihatkan keunggulan Argentina dalam transisi cepat dan efektivitas set-piece, sementara Swiss lebih dominan dalam duel udara namun kehilangan momentum setelah kartu merah.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengatakan: ‘Kami menunjukkan karakter besar. Sempat ditekan setelah penalti, tetapi tim tetap tenang dan menjalankan taktik dengan disiplin. Gol kedua datang dari situasi yang sudah kami latih, dan saya bangga melihat para pemain pantang menyerah.'
Dengan hasil ini, Argentina mengukuhkan diri sebagai salah satu kandidat kuat juara dan akan bertemu pemenang laga Belanda versus Brasil di semifinal yang dijadwalkan pada Rabu (15/7). Sementara itu, Swiss harus pulang dengan kepala tegak setelah memberikan perlawanan sengit hingga menit akhir.
Comments (0)