Argentina Taklukkan Swiss di Extra Time, Embolo Dapat Kartu Merah

Skor akhir: Argentina 2-1 Swiss (extra time). La Albiceleste memastikan tiket semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Swiss 2-1 di GEHA Field, Kansas City, Sabtu (11/7/2026) waktu setempat. Nam...

Argentina Taklukkan Swiss di Extra Time, Embolo Dapat Kartu Merah

Skor akhir: Argentina 2-1 Swiss (extra time). La Albiceleste memastikan tiket semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Swiss 2-1 di GEHA Field, Kansas City, Sabtu (11/7/2026) waktu setempat. Namun kemenangan dramatis ini tidak akan tercipta tanpa satu momen kontroversial: kartu merah yang dijatuhkan wasit asal Portugal, Joao Pinheiro, kepada penyerang Swiss, Breel Embolo, pada menit ke-63. Keputusan itu mengubah total peta pertandingan yang semula nyaris menjadi mimpi buruk bagi Argentina.

Jalannya laga berjalan sengit sejak menit pertama. Swiss, yang tampil tanpa beban, datang dengan rencana bertahan disiplin dan menusuk lewat transisi cepat. Argentina menguasai bola lebih banyak, tetapi kebuntuan demi kebuntuan justru mewarnai babak pertama yang berakhir tanpa gol.

Babak Pertama: Duel Formasi dan Kebuntuan

Pelatih Argentina menurunkan formasi 4-3-3 dengan starting XI yang mempertahankan tulang punggung: Emiliano Martinez di bawah mistar, Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, dan Alexis Mac Allister di lini tengah, plus Lionel Messi, Lautaro Martinez, dan Julian Alvarez di lini depan. Swiss menjawab dengan 3-4-2-1, menumpuk lima pemain di lini tengah dan menyerahkan lini depan kepada Dan Ndoye serta Breel Embolo.

Statistik babak pertama menunjukkan penguasaan bola Argentina 57 persen berbanding 43 persen, tetapi shots on target imbang 2-2. Messi melepaskan tendangan bebas pada menit ke-23 yang melayang tipis di atas mistar, sementara Ndoye membalas dengan tembakan terarah pada menit ke-31 yang masih bisa ditepis Emiliano Martinez. Satu insiden offside sempat membatalkan gol Julian Alvarez pada menit ke-39, dan VAR memeriksa pelanggaran di kotak penalti Swiss pada menit ke-44 sebelum akhirnya memutuskan tidak ada penalti.

Babak Kedua: Embolo Diusir, Momentum Berbalik

Menit ke-58, petir menyambar: umpan terobosan Embolo melepaskan diri dari jebakan offside, dan Ndoye menyelesaikannya dengan tembakan first-time ke tiang jauh. Swiss unggul 1-0, dan Kansas City seketika membisu. Gol itu adalah buah dari transisi yang dirancang pelatih Swiss sepanjang pekan.

Namun euforia itu hanya bertahan lima menit. Menit ke-63, Embolo yang sebelumnya sudah menerima kartu kuning pada menit ke-38 karena pelanggaran taktis, melakukan tekel tinggi ke arah pergelangan kaki Enzo Fernandez. Wasit Joao Pinheiro semula hanya memberikan kartu kuning kedua, tetapi setelah peninjauan VAR, keputusan diubah menjadi kartu merah langsung. Swiss harus bermain dengan 10 pemain, dan momentum bergeser total.

Argentina tidak menyia-nyiakan keunggulan jumlah pemain. Menit ke-78, Lautaro Martinez menyamakan kedudukan lewat sundulan menyambut umpan silang Messi dari sisi kanan. Assist Messi itu menjadi yang pertama dari dua assist malam itu, dan skor berubah 1-1 hingga babak kedua usai. Swiss nyaris mengamankan clean sheet selama 77 menit, tetapi ketiadaan Embolo di lini depan memaksa mereka bertahan mati-matian.

Extra Time: Keajaiban La Albiceleste

Memasuki perpanjangan waktu, Swiss menumpuk hampir seluruh pemain di sepertiga pertahanan sendiri. Penguasaan bola Argentina naik ke 63 persen, dan serangan demi serangan dilancarkan lewat kombinasi satu-dua Messi dengan para gelandang. Menit ke-103, akhirnya tiba momen penentu: De Paul melepaskan umpan terobosan, dan Julian Alvarez menuntaskannya dengan sepakan datar ke sudut gawang. Skor akhir 2-1, dan Argentina melaju.

Meski kalah jumlah pemain, Swiss sempat memiliki peluang emas pada menit ke-112 ketika serangan balik dua lawan dua berujung tendangan Ndoye yang membentur tiang. Emiliano Martinez tercatat melakukan lima penyelamatan sepanjang laga, termasuk satu penyelamatan krusial di masa injury time babak kedua.

Analisis Pemain Kunci dan Kutipan Pelatih

Messi menjadi sutradara kemenangan dengan dua assist dan tujuh peluang diciptakan, rekor tertinggi dalam turnamen ini untuk satu pertandingan. Lautaro Martinez dan Julian Alvarez membuktikan diri sebagai duet penyerang paling tajam Argentina, sementara Ndoye menjadi satu-satunya penyerang Swiss yang mampu merepotkan lini belakang lawan. Tak ada hat-trick dalam laga ini, tetapi kemenangan justru lahir dari kerja kolektif yang disempurnakan oleh keunggulan jumlah pemain.

“Kartu merah mengubah segalanya. Sebelum itu kami mengendalikan pertandingan, tetapi dengan 10 pemain, bertahan menghadapi Argentina adalah misi yang hampir mustahil. Para pemain saya sudah memberikan segalanya.” — pelatih Swiss.

Statistik akhir menjadi bukti dominasi Argentina: penguasaan bola 61-39, shots on target 6-3, dan 18 tembakan total berbanding 9. Argentina kini menunggu lawan di semifinal, sementara Swiss pulang dengan kepala tegak setelah hampir menciptakan kejutan terbesar turnamen. Satu hal yang pasti: kartu merah Joao Pinheiro pada menit ke-63 akan diperbincangkan selama bertahun-tahun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User