Argentina Susah Payah Lolos Semifinal Lewat Kemenangan Dramatis atas Swiss

KANSAS CITY — Argentina mengunci tiket ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Swiss 3-1 dalam laga yang berjalan alot hingga perpanjangan waktu di Stadion Arrowhead, Sabtu (11/7). Skor a...

Argentina Susah Payah Lolos Semifinal Lewat Kemenangan Dramatis atas Swiss

KANSAS CITY — Argentina mengunci tiket ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Swiss 3-1 dalam laga yang berjalan alot hingga perpanjangan waktu di Stadion Arrowhead, Sabtu (11/7). Skor akhir ini tidak mencerminkan betapa gigihnya perlawanan tim “La Nati” yang harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-67.

Jalannya Pertandingan dan Kartu Merah Kontroversial

Swiss membuka kejutan pada menit ke-14 lewat gol cepat dari serangan balik. Umpan terobosan Xherdan Shaqiri diselesaikan dengan tembakan mendatar oleh striker Noah Okafor yang menaklukkan Emiliano Martínez. Argentina yang terhenyak langsung meningkatkan intensitas serangan. Lionel Messi, yang tampil sebagai kapten di usianya yang ke-39, beberapa kali melepaskan umpan kunci, namun penyelesaian akhir Julian Alvarez dan Alejandro Garnacho masih melebar.

Gol penyama kedudukan lahir pada menit ke-38. Sebuah skema sepak pojok pendek menghasilkan bola kiriman Enzo Fernández ke tiang jauh, disundul balik oleh Cristian Romero, dan Lautaro Martínez yang berdiri bebas menceploskan bola ke gawang. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Babak kedua berjalan lebih keras. Pada menit ke-67, petaka menghampiri Swiss ketika bek tengah Manuel Akanji diusir wasit setelah menerima kartu merah langsung. Ia dinilai melakukan pelanggaran profesional sebagai pemain terakhir saat menghentikan Alvarez yang sudah berhadapan dengan kiper. Keputusan VAR mengonfirmasi bahwa pelanggaran terjadi tepat di luar kotak penalti, sehingga hanya menghasilkan tendangan bebas yang gagal dimaksimalkan Argentina.

Dominasi Sia-Sia di Waktu Normal

Bermain dengan sepuluh pemain, Swiss semakin menumpuk pertahanan di sepertiga akhir lapangan. Argentina mencatat penguasaan bola mencapai 72 persen pada sisa babak kedua, melepaskan 14 tembakan dengan 6 mengarah ke gawang. Namun kiper Yann Sommer tampil gemilang dengan serangkaian penyelamatan krusial, termasuk menepis tendangan voli Messi dari jarak dekat.

Statistik shots on target Argentina yang berjumlah 8 berbanding 3 milik Swiss pada waktu normal menjadi bukti dominasi yang gagal dikonversi menjadi gol. Formasi 4-3-3 Argentina dengan lebar serangan dari sayap terus membombardir pertahanan Swiss, tetapi disiplinnya lini belakang “Rossocrociati” membuat skor 1-1 bertahan hingga peluit akhir 90 menit.

Perpanjangan Waktu yang Menentukan

Laga memasuki 120 menit karena hasil imbang di waktu normal. Argentina langsung tancap gas dan akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-102. Berawal dari penetrasi Nahuel Molina di sisi kanan, umpan silangnya disundul masuk oleh Lautaro Martínez untuk gol keduanya sekaligus membawa Argentina unggul 2-1. Dwigol Lautaro malam itu menjadi kunci kebangkitan tim Tango.

Swiss yang kelelahan dan kalah jumlah pemain mulai kehilangan organisasi. Argentina menambah gol pamungkas pada menit ke-117 lewat serangan balik cepat yang diselesaikan oleh pemain pengganti Valentín Carboni. Berawal dari salah umpan di lini tengah Swiss, Carboni yang baru masuk pada menit ke-110 berlari menusuk kotak penalti dan melepaskan tembakan melengkung yang gagal dijangkau Sommer. Skor 3-1 menutup perjuangan dramatis Argentina.

Secara keseluruhan, Argentina mencatat total 26 shots dengan 11 on target, sementara Swiss hanya mampu menghasilkan 5 tembakan sepanjang laga, dua di antaranya tepat sasaran. Keunggulan jumlah pelanggaran juga terlihat: Argentina hanya melakukan 9 fouls berbanding 17 milik Swiss, sebuah cerminan dari tekanan Argentina yang memaksa lawan melakukan banyak pelanggaran.

“Kami tahu ini akan sulit. Swiss luar biasa dalam bertahan, bahkan dengan sepuluh pemain. Tapi mentalitas pemain kami yang tidak pernah menyerah membawa kami lolos. Ini untuk seluruh rakyat Argentina,” ucap pelatih Lionel Scaloni.

Dengan hasil ini, Argentina akan menantang pemenang laga antara Brasil dan Belanda di semifinal yang dijadwalkan pada 15 Juli mendatang. Sementara itu, Swiss pulang dengan kepala tegak setelah memberi perlawanan heroik hingga detik-detik terakhir.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User