Argentina Singkirkan Inggris 2-1, Lautaro Martinez Antar Albiceleste ke Final Lawan Spanyol
Skor akhir 2-1! Stadion Mercedes-Benz di Atlanta bergemuruh pada Rabu dinihari waktu setempat ketika wasit meniup peluit panjang pertandingan semifinal Piala Dunia 2026. Argentina berhasil melangkah k...
Skor akhir 2-1! Stadion Mercedes-Benz di Atlanta bergemuruh pada Rabu dinihari waktu setempat ketika wasit meniup peluit panjang pertandingan semifinal Piala Dunia 2026. Argentina berhasil melangkah ke laga pamungkas setelah memecahkan perlawanan Inggris dalam drama 90 menit yang dipenuhi tekanan mental dan perhitungan taktis ketat. Lautaro Martinez, yang masuk dalam starting XI La Albiceleste, menjadi pahlawan krusial dengan menancapkan gol kedua timnya pada menit ke-67, sebuah finishing keras usai serangan transisi cepat yang mematikan. Kemenangan ini memastikan Argentina akan berhadapan dengan Spanyol di final demi merebut trofi paling bergengsi di dunia.
Babak Pertama: Duel Taktis di Tengah Lapangan
Menit ke-1, Inggris langsung memperlihatkan intensitas tinggi dengan formasi 4-2-3-1 mereka. Duo gelandang bertahan The Three Lions membangun pressing trap di tengah lapangan, memaksa Argentina yang mengandalkan struktur 4-3-3 harus memutar bola melalui lini belakang. Penguasaan bola pada 15 menit awal didominasi skuad asal Britania Raya dengan rasio 58 persen, namun shots on target pertama justru datang dari Lionel Messi pada menit ke-12 melalui tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis kiper Jordan Pickford.
Lini tengah menjadi medan perang sesungguhnya. Declan Rice dan Jude Bellingham berupaya memutus aliran bola ke Enzo Fernandez, namun Argentina menunjukkan kelihaian dengan umpan-umpan diagonal ke sayap. Kartu kuning pertama keluar pada menit ke-28 ketika Cristian Romero melakukan tactical foul terhadap Bukayo Saka yang melesat di sayap kanan. Tensi meningkat, dan pada menit ke-34, Julian Alvarez membobol gawang Inggris. Sebuah assist manis dari Messi yang menjatuhkan bola di ruang antara bek tengah dan bek kanan, dimanfaatkan Alvarez dengan tendangan first-time yang bersarang di sudut bawah. Skor 1-0 untuk Argentina bertahan hingga jeda, dengan penguasaan bola akhir babak pertama terpantau 51 persen untuk Inggris dan 49 persen untuk Argentina, meski shots on target Albiceleste unggul 4-2.
Babak Kedua: Lautaro Martinez Penentu Arah
Masuk babak kedua, Inggris melakukan adjustment taktis dengan menaikkan full-back kanan mereka untuk overload di sayap. Namun, Argentina justru menunjukkan efisiensi mematikan. Menit ke-58, Lautaro Martinez nyaris mencetak gol namun tendangannya dari dalam kotak penalti masih melambung tipis di atas mistar. Tekanan Inggris memuncak pada menit ke-63 ketika Harry Kane mengirimkan sundulan dari sepak pojok, tapi Emiliano Martinez melakukan reflex save kelas dunia.
Lalu datang momen krusial pada menit ke-67. Starting XI Argentina yang tidak diubah Scaloni membuahkan hasil. Rodrigo De Paul merebut bola di lini tengah, melakukan progresi dengan dribble rendah, lalu melepaskan through ball yang membelah pertahanan tinggi Inggris. Lautaro Martinez, dengan positioning yang sempurna di antara dua bek tengah, menerima bola di sisi kiri kotak penalti dan melepaskan tendangan mendatar yang tidak bisa dijangkau Pickford. Gol kedua Argentina, hasil dari transisi bertahan ke menyerang dalam waktu kurang dari delapan detik.
Menit ke-74, Inggris membalas melalui Phil Foden yang memanfaatkan rebound dari tendangan Kane. Clean sheet Emiliano Martinez pun sirna. Asa The Three Lions bangkit kembali. Menit ke
Comments (0)