Argentina ke Final Piala Dunia Usai Comeback Dramatis 2-1
Skor akhir 2-1 menghantarkan Argentina ke final Piala Dunia 2026, membalikkan ketertinggalan dari Inggris dalam laga semifinal yang berlangsung di Stadion Atlanta, Kamis (16/7/2026). Pada duel penuh t...
Skor akhir 2-1 menghantarkan Argentina ke final Piala Dunia 2026, membalikkan ketertinggalan dari Inggris dalam laga semifinal yang berlangsung di Stadion Atlanta, Kamis (16/7/2026). Pada duel penuh tensi tinggi itu, Argentina sempat tertinggal lebih dulu sebelum dua gol di babak kedua memastikan tiket ke partai puncak.
Babak Pertama: Kejutan Cepat Inggris
Inggris langsung tampil agresif sejak menit awal. Menit ke-12, kombinasi satu-dua antara Jude Bellingham dan Bukayo Saka merobek sisi kiri pertahanan Argentina. Saka, yang lolos dari jebakan offside, menerima umpan matang Bellingham dan dengan tenang menyontek bola melewati Emiliano Martínez. Gol cepat itu memaksa Argentina mengubah pendekatan, meski penguasaan bola mereka konsisten di angka 55%. Statistik shots on target pun mencolok: Argentina hanya mencatat satu tembakan mengarah ke gawang lawan sepanjang 45 menit pertama, sementara Inggris punya tiga percobaan berbahaya.
Babak Kedua: Kebangkitan Tak Terelakkan
Argentina kembali dari ruang ganti dengan intensitas tinggi. Pelatih Lionel Scaloni memasukkan Alejandro Garnacho yang langsung menambah daya gedor. Menit ke-67, kerja sama apik Lionel Messi dan Lautaro Martínez akhirnya memecah kebuntuan. Sebuah umpan lambung akurat Messi dari sisi kanan disundul Martínez ke sudut bawah gawang, mengubah kedudukan menjadi 1-1. Momentum berbalik total. Argentina makin percaya diri mendikte tempo. Hingga menit ke-83, sebuah skema serangan balik cepat menjadi penentu. Rodrigo De Paul merebut bola di lini tengah, mengirim umpan ke ruang kosong yang disambut Julián Álvarez. Dengan kontrol sempurna, Álvarez menaklukkan kiper Jordan Pickford lewat tembakan mendatar ke tiang dekat. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang.
Statistik Kunci dan Reaksi
Data akhir mempertegas dominasi Argentina setelah jeda: penguasaan bola 58% berbanding 42%, total shots on target 7-4, dan sepak pojok 5-3 untuk Argentina. Kedua tim sama-sama menerima satu kartu kuning, masing-masing untuk Cristian Romero dan Declan Rice. Tidak ada kartu merah. Lini belakang Argentina yang dikomandoi Romero dan Nicolás Otamendi mampu meredam serangan Inggris di sisa waktu. Inggris sendiri kehilangan daya ledak setelah lini tengah mereka terputus dari suplai bola ke Harry Kane. Pelatih Scaloni memuji mental pasukannya: “Kami menunjukkan karakter juara. Tertinggal tak membuat tim ini menyerah—itu warisan yang terus kami jaga.” Sementara itu, pelatih Inggris Gareth Southgate mengakui timnya kecolongan pada momen krusial: “Kami mengontrol setengah jam pertama, tapi kehilangan fokus saat menghadapi tekanan tinggi Argentina.” Argentina kini menunggu pemenang antara Brasil dan Prancis di final mendatang.
Comments (0)