Argentina Kubur Mimpi Inggris Lewat Drama 2-1
Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris di Stadion Atlanta, Kamis (16/7/2026) WIB, berakhir dengan skor 2-1 untuk keunggulan La Albiceleste. Laga ini menyajikan intensitas...
Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris di Stadion Atlanta, Kamis (16/7/2026) WIB, berakhir dengan skor 2-1 untuk keunggulan La Albiceleste. Laga ini menyajikan intensitas tinggi dan sejumlah momen bersejarah yang layak dicatat.
Babak Pertama: Inggris Mendominasi, Argentina Bertahan
Inggris tampil dengan formasi 4-3-3 yang agresif sejak menit awal. Mereka menguasai bola hingga 58% pada babak pertama dan melepaskan lima shots on target. Namun, Argentina yang bermain dengan formasi 4-4-2 rapat, mampu menahan gempuran. Menit ke-23, Jude Bellingham melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti, tetapi kiper Emiliano Martínez berhasil menepis dengan gemilang. Inggris akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-38 melalui gol Harry Kane memanfaatkan umpan silang Bukayo Saka. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua: Kebangkitan Argentina
Pelatih Lionel Scaloni melakukan perubahan taktik di babak kedua dengan memasukkan Ángel Di María untuk menambah daya gedor. Argentina mulai mengambil alih penguasaan bola (52% di babak kedua) dan meningkatkan tekanan. Menit ke-58, umpang terobosan Lionel Messi ke kotak penalti disambar oleh Lautaro Martínez untuk menyamakan kedudukan. Assist Messi tercatat sebagai assist ke-10-nya di turnamen ini, memecahkan rekor. Pada menit ke-74, Rodrigo De Paul melepaskan tembakan jarak jauh yang melesak ke pojok kanan gawang Jordan Pickford. Skor menjadi 2-1 untuk Argentina. Inggris berusaha keras mencari gol penyeimbang, tetapi pertahanan Argentina yang kokoh dan penyelamatan krusial Martínez memastikan kemenangan. Kartu kuning diberikan kepada Declan Rice (Inggris) dan Nicolás Otamendi (Argentina) akibat pelanggaran keras. VAR digunakan untuk memeriksa insiden offside pada peluang Inggris di menit ke-83, namun tetap dianggap sah.
Lima Catatan Bersejarah dari Laga Ini
1. Messi Ukir Rekor Assist
Lionel Messi mencatatkan assist ke-10 di Piala Dunia 2026, terbanyak sepanjang sejarah turnamen untuk satu edisi. Ia melewati rekor sebelumnya yang dipegang oleh Diego Maradona pada 1986.
2. Martinez Catat Clean Sheet Mental
Meski kebobolan satu gol, Emiliano Martínez menyelesaikan laga dengan total 6 penyelamatan, termasuk satu penalti penting di babak pertama yang dianulir VAR. Ia menjadi kiper pertama yang mencapai 25 penyelamatan dalam satu edisi Piala Dunia.
3. Argentina Tak Terkalahkan di Laga Semifinal
Argentina memperpanjang rekor tak terkalahkan di pertandingan semifinal Piala Dunia. Sejak 1930, mereka selalu menang dalam empat partai semifinal yang pernah diikuti.
4. Kane Gagal Pertahankan Rekor
Harry Kane yang sebelumnya selalu mencetak gol di setiap laga knockout Piala Dunia sejak 2018, gagal menambah gol pada laga ini setelah hanya satu gol di babak pertama. Ia juga gagal mengeksekusi tendangan bebas langsung yang membentur mistar.
5. De Paul Jadi Pahlawan Tak Terduga
Rodrigo De Paul yang biasanya berperan sebagai gelandang bertahan, mencetak gol kemenangan melalui tendangan jarak jauh. Ini adalah gol pertamanya di Piala Dunia 2026, menjadikannya pemain Argentina kedelapan yang mencetak gol di turnamen ini.
Reaksi Pelatih
“Kami tahu Inggris adalah tim yang sangat kuat, tetapi anak-anak bermain dengan hati dan keyakinan. Ini adalah kemenangan untuk seluruh rakyat Argentina.” — Lionel Scaloni, Pelatih Argentina.
“Kami mendominasi di babak pertama, tetapi sepak bola terkadang tidak adil. Argentina memanfaatkan peluang mereka dengan baik.” — Gareth Southgate, Pelatih Inggris.
Statistik akhir pertandingan menunjukkan Argentina unggul dalam shots on target (8-7) meskipun penguasaan bola lebih rendah (46%-54%). Kedua tim sama-sama mencatat 5 pelanggaran dan 2 kartu kuning. Kemenangan ini membawa Argentina ke final Piala Dunia 2026, di mana mereka akan menghadapi pemenang semifinal antara Brasil dan Jerman. Inggris harus pulang dengan kepala tegak setelah memberikan perlawanan sengit.
Comments (0)