Inggris ke Semifinal Piala Dunia 2026, Selebrasi Bellingham Jadi Sorotan
Inggris memastikan tiket semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Norwegia dengan skor 2-1 di laga perempat final yang digelar di MetLife Stadium, New Jersey, Minggu dini hari WIB. Drama berlang...
Inggris memastikan tiket semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Norwegia dengan skor 2-1 di laga perempat final yang digelar di MetLife Stadium, New Jersey, Minggu dini hari WIB. Drama berlangsung sengit, namun sorotan tertuju pada selebrasi unik Jude Bellingham yang menjadi penentu kemenangan Three Lions di menit ke-78.
Jalannya Pertandingan: Duel Sengit Dua Generasi Emas
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung menampilkan tempo tinggi. Inggris dengan formasi 4-2-3-1 mengandalkan Harry Kane sebagai ujung tombak, didukung trio Bellingham, Phil Foden, dan Bukayo Saka di belakangnya. Sementara Norwegia tak gentar dengan skema 4-3-3 andalan mereka, menempatkan Erling Haaland sebagai target man yang dijaga ketat John Stones dan Marc Guéhi.
Menit ke-34, tekanan Inggris akhirnya berbuah hasil. Akselerasi Saka di sisi kanan memaksa bek kiri Norwegia, Birger Meling, melakukan tekel ceroboh di kotak terlarang. Wasit asal Brasil langsung menunjuk titik putih tanpa perlu tinjauan VAR. Harry Kane dengan dingin mengeksekusi penalti ke pojok kiri bawah, mengecoh kiper Ørjan Nyland. Skor 1-0 untuk Inggris.
Penguasaan bola Inggris mencapai 58% di babak pertama, dengan total 8 percobaan dan 3 mengarah ke gawang. Norwegia lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat melalui umpan panjang Martin Ødegaard ke Haaland. Namun koordinasi lini belakang Inggris masih terlalu rapat untuk ditembus.
Babak kedua dibuka dengan perubahan intensitas. Norwegia meningkatkan pressing dan mulai mengambil risiko. Hasilnya langsung terlihat pada menit ke-56. Sebuah skema serangan balik mematikan yang dibangun dari umpan terobosan Ødegaard, berhasil disambut Haaland yang lolos dari jebakan offside. Dengan satu sentuhan, bomber Manchester City itu menundukkan Jordan Pickford lewat tembakan menyilang ke tiang jauh. Kedudukan imbang 1-1.
Inggris sempat terpukul, namun pengalaman di turnamen besar membuat mereka tetap tenang. Gareth Southgate tak melakukan pergantian pemain, masih percaya pada starting XI-nya. Keputusan itu terbukti tepat di menit ke-78.
Gol Kemenangan dan Selebrasi Ikonik Bellingham
Dari situasi open play yang tampak buntu, bola bergulir di luar kotak penalti Norwegia setelah sepak pojok pendek Saka yang gagal diantisipasi sempurna. Bola muntah tepat di depan Jude Bellingham yang berdiri bebas sekitar 22 meter dari gawang. Tanpa ragu, gelandang Real Madrid itu melepaskan tendangan voli kaki kanan yang meluncur deras ke sudut kiri atas gawang Nyland. Bola sempat membentur mistar sebelum masuk ke dalam gawang, membuat stadion bergemuruh.
VAR sempat melakukan pengecekan potensi offside terhadap posisi Kane yang berada di jalur pandang kiper, namun tayangan ulang memastikan kapten Inggris itu tidak mengganggu pergerakan Nyland. Gol dinyatakan sah.
Namun yang langsung mencuri perhatian bukan hanya kualitas golnya, melainkan selebrasi yang dilakukan Bellingham. Pemain berusia 23 tahun itu berlari ke sudut lapangan, lalu melakukan gestur unik: ia menutup kedua telinganya sambil menatap tribun penonton lawan, seolah ingin mengatakan bahwa ia tak mendengar keraguan atau ejekan yang dialamatkan padanya. Rekan-rekan setimnya, termasuk Declan Rice dan Foden, langsung merayakan bersama, meniru gestur seraya tersenyum lebar.
Selebrasi tersebut sontak menjadi viral di media sosial. Banyak yang mengaitkannya dengan kritik yang diterima Bellingham sebelum turnamen terkait konsistensinya di tim nasional. Gestur 'tutup telinga' ini sudah pernah ia lakukan saat membela Real Madrid di El Clasico, namun kini hadir di panggung terbesar dengan tekanan berlipat.
Analisis Taktik dan Statistik Kunci
Dari sisi taktik, Inggris tampil efisien dengan pressing terstruktur dan transisi cepat. Total penguasaan bola akhir adalah 56% - 44% untuk Inggris. Mereka melepaskan 15 tembakan dengan 6 tepat sasaran, sedangkan Norwegia hanya mencatatkan 8 tembakan dan 3 on target — dua di antaranya berasal dari situasi serangan balik.
Bellingham menjadi man of the match dengan kontribusi luar biasa: selain gol penentu, ia mencatat 2 dribel sukses, 3 tekel kunci, akurasi umpan mencapai 89%, dan menang dalam 5 duel udara. Di lini tengah, ia bersama Rice mampu meredam kreativitas Ødegaard yang hanya mencatat satu umpan kunci sepanjang laga.
Di kubu Norwegia, Haaland tetap berbahaya dengan 3 tembakan dan 1 gol, tetapi isolasi di lini depan membuatnya minim peluang. Formasi 4-3-3 Solbakken menyisakan celah di sepertiga akhir lapangan karena gelandang sayap terlalu melebar, sehingga transisi pertahanan Inggris mudah menutup ruang.
Data lain: Inggris mengungguli total sprints (132 vs 107), intersep (14 vs 9), dan pelanggaran yang dilakukan (12 vs 8). Kartu kuning diterima dua pemain Inggris (Stones menit ke-42, Guéhi menit ke-67) dan satu dari Norwegia (Ajer menit ke-51). Tak ada kartu merah, menunjukkan tensi tinggi tetap dalam kendali.
Kutipan Pelatih dan Antisipasi Semifinal
Gareth Southgate dalam konferensi pers usai laga mengaku bangga dengan reaksi timnya setelah kebobolan. “Karakter tim ini luar biasa. Ketika Haaland menyamakan skor, kami tidak panik. Jude menunjukkan kualitas dunia malam ini, golnya dan selebrasinya menggambarkan mentalitas tim ini — kami siap menghadapi apa pun,” ujarnya.
Sementara pelatih Norwegia Stale Solbakken memberi apresiasi pada kegigihan pasukannya namun tak bisa menyembunyikan kekecewaan. “Kami punya peluang, tapi detail kecil di kotak penalti jadi pembeda. Inggris pantas menang, tapi saya bangga bagaimana kami merepotkan tim unggulan,” katanya.
Kemenangan ini mengantarkan Inggris ke semifinal Piala Dunia 2026 untuk keempat kalinya dalam sejarah setelah 1966, 1990, dan 2018. Mereka tinggal menunggu pemenang duel sengit antara Argentina dan Portugal yang akan bertanding sehari setelahnya. Dengan performa Bellingham yang semakin matang, harapan untuk mengulang kejayaan 1966 semakin nyata.
Baca juga:
Comments (0)