Alwi Farhan Kalahkan Yoo Tae Bin di Babak 64 Besar

Skor akhir 21-15, 21-17 untuk Alwi Farhan. Tunggal putra Indonesia itu memastikan tiket babak 32 besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 setelah menaklukkan wakil Korea Selatan, Yoo Tae Bin, straight g...

Alwi Farhan Kalahkan Yoo Tae Bin di Babak 64 Besar

Skor akhir 21-15, 21-17 untuk Alwi Farhan. Tunggal putra Indonesia itu memastikan tiket babak 32 besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 setelah menaklukkan wakil Korea Selatan, Yoo Tae Bin, straight game di Indira Gandhi Arena, New Delhi, India, Senin (17/8/2026) siang WIB. Laga yang tuntas dalam 42 menit tersebut menjadi penampilan perdana pebulutangkis asal Sukoharjo itu di turnamen terbesar kalender BWF musim ini, dan ia langsung mengirim pesan bahwa petualangannya di ibu kota India tidak akan berakhir cepat.

Babak Pertama: Reli Panjang Membuat Alwi Menutup Gim dengan 21-15

Alwi memulai gim pembuka dengan keberanian penuh. Alih-alih menunggu, ia menyerang lebih dulu lewat drive datar dan netting halus yang membuat Yoo Tae Bin kesulitan menemukan irama permainannya. Interval pertama menjadi milik wakil Indonesia dengan skor 11-9, ditentukan oleh satu reli sengit 32 pukulan yang berakhir dengan smash silang ke sisi forehand lawan. Keunggulan tipis itu lalu ia rawat dengan cermat. Di menit ke-12 laga, Alwi mulai menambah tempo dari sektor belakang, dan tiga poin beruntun pada kedudukan 18-15 memastikan gim pertama berpulang ke tangannya dengan 21-15.

Sepanjang gim pembuka, Alwi membukukan 14 winner dengan lima smash mematikan, sementara Yoo hanya mampu mengemas sembilan winner. Yang lebih krusial: dari 12 reli yang melewati 15 pukulan, Alwi memenangi delapan di antaranya. Tunggal putra Korea Selatan itu memang dikenal sebagai pemain bertahan yang sabar, tetapi justru kesabaran itulah yang menjadi bumerang — ia terlalu sering menunggu bola datar dan membayarnya dengan pengembalian net yang menggantung, mudah disambar lawan.

Babak Kedua: Kejar-Mengejar Poin Berakhir dengan Kemenangan 21-17

Memasuki gim kedua, Yoo Tae Bin tampil sebagai pemain yang berbeda. Ia menggeser posisi berdiri lebih ke depan untuk memotong bola-bola pendek, dan perubahan taktik itu sempat membuatnya memimpin 8-4. Alwi, bagaimanapun, tidak gentar. Lewat tiga smash keras beruntun pada skor 9-10, ia berbalik unggul dan menutup interval kedua dengan 11-10. Setelah jeda, laga berubah menjadi adu ketenangan yang seru: kedua pemain saling menempel hingga skor sama kuat 15-15, sebelum Alwi melesat dengan empat poin beruntun berkat netting ketat dan drop shot presisi ke sudut lapangan. Yoo sempat menyelamatkan dua match point, tetapi pengembalian panjangnya pada 20-17 jatuh di luar garis belakang, mengakhiri gim dengan 21-17 dan sekaligus menutup pertandingan.

Data gim kedua mempertegas superioritas Alwi di depan net. Ia memenangi 9 dari 12 duel netting, sementara keunggulan Yoo justru ada di kategori smash kencang dengan enam angka berbanding lima — namun pukulan keras itu kerap keluar sasaran. Total, wakil Korea Selatan itu membuang 11 poin dari kesalahan sendiri, hampir dua kali lipat dari Alwi yang hanya enam. Dalam hal pukulan tepat sasaran atau shots on target ala dunia bulutangkis, Alwi unggul 25 berbanding 19 sepanjang laga.

Catatan Penting dan Tantangan di Babak 32 Besar

Secara keseluruhan, penampilan Alwi jauh lebih efisien. Ia mencatat 25 winner dengan hanya 14 kesalahan sendiri, sedangkan Yoo Tae Bin membukukan 19 winner dan 21 kesalahan sendiri. Durasi 42 menit juga menjadikannya salah satu laga tunggal putra tercepat di sesi siang hari itu, bukti bahwa Alwi bermain tanpa memberi lawan celah untuk bernapas. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor pertemuannya atas Yoo menjadi 2-0 tanpa kehilangan satu gim pun. Kemenangan straight game ini juga menghemat tenaga Alwi di tengah padatnya jadwal Kejuaraan Dunia, sebuah keuntungan tersendiri mengingat sektor tunggal putra selalu identik dengan duel panjang berdurasi lebih dari satu jam.

Di babak 32 besar yang dijadwalkan berlangsung Rabu (19/8/2026), Alwi menunggu pemenang duel antara wakil tuan rumah India dan pebulutangkis kualifikasi asal Thailand. Konteks turnamen menambah bobot langkahnya: sektor tunggal putra Indonesia sedang dalam tren positif, dengan dua wakil lain juga lolos mulus di hari pembuka. Jika Alwi mampu mempertahankan intensitas serangan dan ketenangan seperti saat menghadapi Yoo — terutama duel-depan-net yang menjadi senjata utamanya — peluangnya melangkah jauh di New Delhi sangat terbuka. Publik bulutangkis Indonesia, yang lama menunggu tunggal putra naik podium tertinggi Kejuaraan Dunia, kini punya alasan baru untuk optimis. Satu hal yang pasti, Alwi telah menunjukkan bahwa ia datang ke New Delhi bukan untuk sekadar tampil, melainkan untuk bersaing.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User