SEVILLA — Atletico Madrid resmi mengangkat trofi Copa del Rey 2026 setelah mengalahkan Real Sociedad di Stadion La Cartuja, Sevilla, pada 19 April 2026. Skor akhir pertandingan ini menjadi bukti ketajaman lini serang asuhan Diego Simeone, dengan Julian Alvarez tampil sebagai bintang utama lewat kontribusi dua golnya.
Penyerang berkebangsaan Argentina itu, yang mengenakan nomor punggung 19, menjadi momok bagi pertahanan Real Sociedad sepanjang 90 menit. Gol keduanya lahir dari skema serangan balik cepat yang menjadi ciri khas Atletico di bawah komando Simeone. Momen itu langsung disambut selebrasi hangat bersama sang pelatih di pinggir lapangan, sebuah pemandangan yang menegaskan kedekatan generasi baru Los Colchoneros dengan filosofi sang arsitek asal Argentina tersebut.
Jalannya Pertandingan Babak Pertama
Sejak menit awal, Atletico Madrid tampil dengan formasi 5-3-2 yang solid. Simeone menurunkan starting XI terbaiknya dengan menempatkan Alvarez sebagai ujung tombak tunggal yang didampingi seorang second striker. Real Sociedad mencoba menekan lewat penguasaan bola, namun lini belakang Atletico yang dikawal tiga bek tengah mampu meredam setiap penetrasi.
Menit ke-23, Alvarez melepaskan tendangan pertama yang mengarah ke gawang. Sepakannya dari luar kotak penalti masih bisa ditepis kiper Real Sociedad. Namun tekanan terus dibangun, dan assist demi assist mulai mengalir dari sektor sayap. Statistik babak pertama mencatat penguasaan bola 54 persen untuk Atletico dengan empat shots on target, berbanding dua milik lawan.
Gol pembuka akhirnya tercipta menjelang akhir babak pertama. Alvarez menyambar umpan silang rendah dari sisi kanan dan menaklukkan kiper dengan penyelesaian dingin. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Tidak ada kartu merah, hanya satu kartu kuning yang dikeluarkan wasit untuk pemain Real Sociedad akibat pelanggaran taktis menghentikan serangan balik.
Dominasi Atletico di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Real Sociedad mencoba mengubah pendekatan dengan menambah pemain di lini tengah. Namun justru Atletico yang memperlebar jarak. Menit ke-58, Alvarez kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan kesalahan antisipasi bek lawan. Gol keduanya itu membuat Simone melompat dari bangku cadangan, dan Alvarez berlari menghampiri sang pelatih untuk merayakan bersama.
Setelah gol tersebut, Simeone menarik Alvarez pada menit ke-75 untuk menjaga kebugaran jelang jadwal padat. Meski tanpa penyerang utamanya, Atletico tetap disiplin menjaga keunggulan. Real Sociedad hanya mampu melepaskan dua shots on target sepanjang babak kedua, dan itu pun mudah diamankan kiper Atletico. Clean sheet di laga final menjadi catatan istimewa bagi lini pertahanan yang tampil disiplin tanpa pelanggaran berarti.
Statistik akhir pertandingan menunjukkan Atletico unggul dalam penguasaan bola 52 persen, dengan total delapan shots on target berbanding empat milik Real Sociedad. Alvarez sendiri mencatatkan dua gol dari tiga tembakan tepat sasaran, sebuah rasio konversi yang mengesankan di panggung final. Tidak ada keputusan VAR yang mengubah jalannya pertandingan, meski sempat ada pemeriksaan singkat terkait potensi offside pada gol kedua.
Reaksi dan Makna Trofi
"Julian adalah pemain yang selalu saya percaya. Dia bekerja keras setiap hari, dan malam ini dia membayar kepercayaan itu dengan dua gol di final," ujar Diego Simeone dalam konferensi pers usai laga.
Kemenangan ini menambah koleksi trofi Copa del Rey bagi Atletico Madrid dan menegaskan kembalinya daya saing mereka di kompetisi domestik. Bagi Alvarez, penampilan di final ini memperkuat posisinya sebagai salah satu penyerang paling produktif di Spanyol musim ini. Kombinasi antara pemain muda Argentina dan pelatih senior Argentina itu menjadi poros baru kekuatan Atletico.
Real Sociedad harus puas dengan status runner-up meski sempat memberikan perlawanan di babak pertama. Pelatih mereka mengakui bahwa efisiensi Atletico di depan gawang menjadi pembeda utama. Dengan hasil ini, Atletico Madrid menyegel gelar Copa del Rey 2026 dan mengirim sinyal kuat menjelang kompetisi musim berikutnya.
Comments (0)