Airlangga Hartarto Paparkan Kebijakan Ekonomi 2026 di Istana
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, tiba di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu pagi, 11 Februari 2026, untuk mengikuti sidang kabin
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, tiba di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu pagi, 11 Februari 2026, untuk mengikuti sidang kabinet terbatas yang dipimpin Presiden. Kehadiran Airlangga kali ini menjadi sorotan karena membawa sejumlah laporan strategis tentang perkembangan ekonomi nasional dan global yang akan menjadi dasar penyusunan kebijakan tahun berjalan. Dengan mengenakan setelan jas gelap dan masker putih, ia tampak serius saat melangkah memasuki kompleks kepresidenan sekitar pukul 08.45 WIB, menandakan agenda penting yang akan dibahas.
Kronologi Kehadiran dan Agenda Rapat
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rangkaian kegiatan Airlangga di Istana berlangsung sebagai berikut:
- Pukul 09.00 WIB: Airlangga bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju mengikuti rapat paripurna di Ruang Rapat Utama. Presiden memberikan arahan tentang penguatan fundamental ekonomi di tengah ketidakpastian global.
- Pukul 10.30 WIB: Sesi khusus Kemenko Perekonomian memaparkan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026. Airlangga menyampaikan bahwa target pertumbuhan tetap dijaga pada kisaran 5,2%–5,4% dengan mempertimbangkan tekanan inflasi dari kenaikan harga energi dan pangan dunia.
- Pukul 12.15 WIB: Konferensi pers singkat di Gedung Sekretariat Negara. Airlangga menegaskan komitmen pemerintah menjaga daya beli masyarakat dan mendorong investasi di sektor hilirisasi.
- Pukul 13.00 WIB: Pertemuan bilateral informal dengan Menteri Keuangan untuk sinkronisasi data fiskal dan moneter terbaru.
"Kuncinya adalah memperkuat mesin pertumbuhan domestik melalui konsumsi rumah tangga dan realisasi investasi. Kami optimis tahun ini angkanya bisa di atas 5,3% asal seluruh kementerian bergerak satu frekuensi," ujar Airlangga dalam sesi tanya jawab dengan media.
Angka Penting yang Disorot
Dalam paparannya, Airlangga menyoroti beberapa indikator makro terkini yang menjadi fondasi keyakinan pemerintah:
- Inflasi inti Januari 2026 tercatat 2,17% (yoy), masih dalam rentang sasaran Bank Indonesia.
- Cadangan devisa akhir Januari mencapai 151,2 miliar dolar AS, naik dari posisi Desember 2025.
- Neraca perdagangan tetap surplus untuk ke-57 bulan berturut-turut, meskipun surplus mengecil menjadi 2,68 miliar dolar AS akibat pelemahan permintaan di negara mitra.
- Penanaman Modal Asing (PMA) pada kuartal I-2026 ditargetkan tumbuh 12% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong oleh proyek-proyek di Ibu Kota Nusantara dan kawasan industri hijau.
Kondisi eksternal tetap menjadi perhatian. Bank Dunia dan IMF memangkas proyeksi ekonomi global menjadi hanya 2,9%, sehingga diperlukan strategi mitigasi. Airlangga menyebut tiga langkah prioritas: percepatan belanja pemerintah, insentif pajak untuk industri padat karya, dan digitalisasi layanan publik untuk menekan biaya logistik.
Respons Pasar dan Pengamat
Para analis menilai pernyataan Airlangga cukup meyakinkan pasar. Ekonom senior dari Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia, Faisal Basri, berkomentar: "Target 5,2-5,4% realistis jika belanja modal dan investasi publik benar-benar direalisasikan sejak kuartal I. Tantangannya ada pada serapan anggaran dan stabilitas rupiah yang masih rawan terpengaruh sentimen global."
Di lantai bursa, IHSG justru ditutup menguat 0,83% ke level 7.215 pada perdagangan Rabu, menandakan optimisme investor terhadap koordinasi kebijakan yang dipaparkan Menko Perekonomian. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup pada posisi Rp15.680, menguat tipis 0,2%.
Agenda Airlangga di Istana ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah sedang mematangkan paket kebijakan ekonomi jilid II yang akan diumumkan pada akhir Februari 2026. Paket tersebut disebut-sebut akan mencakup perbaikan regulasi ketenagakerjaan, subsidi tepat sasaran, serta percepatan transisi energi. Publik menanti realisasi program-program tersebut yang diharapkan mampu menjaga momentum pemulihan ekonomi pasca pandemi.
[SOCIAL_TWEET]: Menko Airlangga paparkan proyeksi ekonomi 2026 di Istana: target pertumbuhan 5,2-5,4%, inflasi terkendali 2,17%, cadangan devisa naik ke 151,2 M USD. Pasar menyambut positif, IHSG menguat 0,83%. Simak strategi hadapi gejolak global. #EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #KebijakanPublik[SOCIAL_TG]: 📊 Menko Airlangga sampaikan laporan ekonomi di Istana: target pertumbuhan 2026 tetap optimis di 5,2-5,4%. Inflasi inti 2,17%, cadangan devisa naik. Langkah prioritas: belanja pemerintah, insentif pajak, digitalisasi. IHSG menguat 0,83% 🚀
Comments (0)