AHY Dampingi Presiden Prabowo Resmikan Lima Bendungan Strategis
Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan lima bendungan secara serentak
Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan lima bendungan secara serentak yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026). Peresmian ini menandai babak baru dalam strategi swasembada pangan, air, dan energi yang dicanangkan Kabinet Indonesia Maju 2025–2030.
Rangkaian Peresmian di Lombok
Rombongan Presiden tiba di Meninting pukul 09.30 WITA. Setelah meninjau pelataran bendungan setinggi 64 meter itu, Presiden menyaksikan prosesi pengisian awal waduk dan memukul gong sebagai simbol pengoperasian. Dalam sambutannya, Prabowo menekankan bahwa lima bendungan yang diresmikan bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan "benteng ketahanan bangsa menghadapi krisis iklim dan geopolitik". AHY yang turut menyaksikan menjelaskan bahwa Kementerian ATR/BPN telah menyelesaikan pensertifikatan 14.230 bidang tanah di kawasan genangan dan daerah tangkapan air (DTA) untuk memastikan keberlanjutan ekologis bendungan.
Lima Bendungan Perkuat Ketahanan Nasional
Selain Meninting di NTB, empat bendungan lainnya adalah Bendungan Tapin (Kalimantan Selatan), Bendungan Marga Tiga (Lampung), Bendungan Jenelata (Sulawesi Selatan), dan Bendungan Wampu (Sumatera Utara). Total investasi pembangunan kelima bendungan mencapai Rp 12,8 triliun dari APBN. Berikut kontribusi utama masing-masing:
- Meninting: irigasi 1.759 hektare sawah baru, suplai air baku 150 liter/detik, dan pengendali banjir untuk Kota Mataram.
- Tapin: irigasi 5.472 hektare lumbung padi di Kalimantan Selatan, sekaligus menambah pasokan air minum ke Banjarmasin.
- Marga Tiga: irigasi 2.300 hektare, perikanan darat, dan potensi mikrohidro 2,2 megawatt.
- Jenelata: irigasi 24.586 hektare—terluas di Sulawesi—serta mereduksi banjir Gowa-Maros.
- Wampu: irigasi 3.000 hektare dan PLTA mini 1,5 megawatt untuk desa terpencil di Sumatera Utara.
Tekad Swasembada Pangan 2028
Presiden optimistis dengan beroperasinya kelima bendungan, target swasembada pangan 2028 semakin terang. "Lima bendungan ini saja sudah menambah luas tanam 37.117 hektare. Artinya produksi padi kita bisa naik 200–250 ribu ton per tahun. Kalikan dengan 61 bendungan yang sudah selesai, kita akan menjadi lumbung pangan dunia," jelasnya. AHY menambahkan, pihaknya menjamin tanah ulayat dan hak masyarakat adat yang terdampak telah diakomodir melalui program land consolidation dan kemitraan agroforestri di DTA.
Dukungan ATR/BPN untuk Keberlanjutan
Kementerian ATR/BPN menyiapkan peta spasial detail (detail spatial plan) untuk setiap bendungan. Langkah ini mencakup penetapan batas tinggi muka air (HMA), zona lindung, dan kawasan budidaya pertanian terintegrasi. "Sertifikat tanah adat yang sudah kami terbitkan sebanyak 8.600 sertifikat di lima lokasi ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan hak-hak dasar masyarakat," tegas AHY. Ke depan, pola ini akan direplikasi pada 17 bendungan lain yang ditargetkan rampung 2027.
Peresmian diakhiri dengan penanaman pohon endemik di areal sabuk hijau Meninting. Kehadiran bendungan serempak ini diharapkan tak hanya menopang produksi pangan dan energi bersih, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal melalui wisata waduk dan budidaya perikanan darat yang diperkirakan menyerap 4.500 tenaga kerja baru di lima provinsi.
[SOCIAL_TWEET]: Presiden Prabowo didampingi AHY resmikan 5 bendungan serentak di Lombok. 37.117 hektare sawah baru, air baku, dan listrik mikrohidro siap mendukung swasembada 2028. #SwasembadaPangan #BendunganNusantara #PrabowoSubianto[SOCIAL_TG]: 💧🌾 Lima bendungan strategis resmi beroperasi! Presiden Prabowo dan AHY dorong swasembada pangan lewat Meninting dkk. 37 ribu hektare sawah baru siap ditanam. Simak dampaknya untuk daerahmu.
Comments (0)