WIKA Percepat Pembangunan Proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai
Proyek pembangunan jalur kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome menuju Manggarai terus menunjukkan progre
Proyek pembangunan jalur kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome menuju Manggarai terus menunjukkan progres signifikan. Kontraktor pelaksana, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) bersama konsorsium, mengintensifkan pengerjaan struktur layang dan instalasi sistem perkeretaapian guna mengejar target penyelesaian koridor transportasi massal strategis tersebut.
Rute sepanjang 6,4 kilometer ini disiapkan untuk melengkapi Fase 1A (Pegangsaan Dua-Velodrome) yang telah beroperasi sebelumnya. Kehadiran trase lanjutan ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh dari kawasan Rawamangun ke pusat transit Manggarai menjadi hanya sekitar 15 menit, sekaligus memperluas jangkauan integrasi antarmoda transportasi publik di DKI Jakarta.
Kronologi dan Capaian Pengerjaan Konstruksi
Pembangunan infrastruktur transportasi berbasis rel ini dijalankan melalui tahapan ketat untuk memastikan standar keselamatan dan mutu konstruksi perkotaan yang padat lalu lintas. Berikut merupakan rincian tahapan pembangunan jalur Velodrome-Manggarai:
- Peletakan Batu Pertama (Oktober 2023): Peluncuran konstruksi secara resmi dimulai oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan fokus utama pada pemancangan pondasi bore pile di sepanjang Jalan Pemuda hingga Matraman.
- Pemasangan Girder dan Struktur Layang (2024): WIKA mempercepat perakitan box girder dan pier cap di sejumlah titik krusial, meminimalkan gangguan terhadap arus lalu lintas utama di koridor Rawamangun-Pramuka.
- Tahap Pembangunan Stasiun dan Trackwork (2025): Memasuki fase konstruksi 5 stasiun baru, pemasangan rel (slab track), serta sistem mekanikal, elektrikal, dan persinyalan kereta.
- Target Uji Coba dan Operasional Penuh (2026): Pengetesan sistem integrasi sarana dan prasarana rel sebelum dioperasikan secara komersial untuk melayani masyarakat luas.
"Akselerasi pengerjaan LRT Jakarta Fase 1B menjadi bukti komitmen WIKA dalam menghadirkan infrastruktur transportasi perkotaan yang modern, andal, dan ramah lingkungan untuk mengurai kepadatan lalu lintas ibu kota."
Signifikansi Integrasi di Simpul Manggarai
Pemilihan Stasiun Manggarai sebagai titik akhir trase Fase 1B dinilai memiliki nilai strategis yang sangat tinggi. Stasiun Manggarai kini dikembangkan sebagai stasiun sentral terpadu yang mempertemukan berbagai moda angkutan rel dan darat.
- Konektivitas Multimoda: Penumpang LRT Jakarta dapat langsung berpindah menuju layanan KRL Commuter Line (arah Bogor, Cikarang, Jakarta Kota) serta Kereta Bandara Soekarno-Hatta tanpa harus keluar dari kawasan transit.
- Penyediaan 5 Stasiun Baru: Rute ini mencakup pembangunan Stasiun Pemuda Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Stasiun Sentral Manggarai.
- Pengurangan Polusi dan Kemacetan: Perpindahan pengguna kendaraan pribadi ke moda rel ini diestimasikan mampu mereduksi ribuan ton emisi karbon per tahun di koridor Jakarta Timur dan Jakarta Pusat.
Dampak Ekonomi dan Masa Depan Transportasi Publik
Secara analitis, beroperasinya LRT Jakarta Fase 1B diproyeksikan mendongkrak jumlah penumpang harian (ridership) LRT Jakarta secara signifikan dibanding koridor rintisan Fase 1A. Peningkatan keterhubungan menuju simpul transit utama menjadikan rute ini pilihan paling efisien bagi para komuter perkotaan.
Penyelesaian proyek oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk tidak hanya mengukuhkan kapabilitas BUMN karya tersebut di sektor perkeretaapian, melainkan juga mempercepat realisasi visi Jakarta sebagai kota global modern dengan basis jaringan transportasi publik yang terintegrasi penuh.
Comments (0)