Vinicius Junior Pecah Telur, Real Madrid Hajar Atletico 3-1
Skor akhir: Real Madrid 3-1 Atletico Madrid. Malam yang sempurna di Santiago Bernabeu, Senin (23/3/2026) dini hari WIB, menjadi milik Vinicius Junior. Winger asal Brasil itu akhirnya memecahkan telur ...
Skor akhir: Real Madrid 3-1 Atletico Madrid. Malam yang sempurna di Santiago Bernabeu, Senin (23/3/2026) dini hari WIB, menjadi milik Vinicius Junior. Winger asal Brasil itu akhirnya memecahkan telur — mencetak gol pertamanya ke gawang Atletico Madrid setelah 17 derby tanpa gol — dalam kemenangan meyakinkan Los Blancos atas rival sekotanya. Gol pembuka Kylian Mbappé pada menit ke-14, gol bersejarah Vinicius pada menit ke-34, dan penutup dari Jude Bellingham pada menit ke-82 memastikan tiga poin krusial dalam perburuan gelar La Liga. Atletico hanya mampu membalas sekali lewat penalti Antoine Griezmann pada menit ke-57.
Babak Pertama: Gempuran Los Blancos Tak Terbendung
Baru 14 menit laga berjalan, Bernabeu sudah bergemuruh. Jude Bellingham melepaskan umpan terobosan yang membelah pertahanan Atletico, dan Mbappé menyambarnya dengan penyelesaian dingin ke sudut bawah gawang Jan Oblak. 1-0 untuk Madrid, assist tercatat atas nama Bellingham.
Atletico yang turun dengan formasi 5-3-2 khas Diego Simeone mencoba merapatkan barisan, tetapi pressing tinggi Madrid membuat mereka kesulitan keluar dari separuh lapangan sendiri. Puncaknya terjadi pada menit ke-34: Vinicius menerima bola dari Federico Valverde di sisi kiri, melakukan cut inside melewati Nahuel Molina, lalu melepaskan tendangan melengkung kaki kanan yang bersarang di tiang jauh. Oblak tak berkutik. 2-0, dan Vinicius berlari ke sudut lapangan dengan selebrasi penuh emosi — gol yang dinanti bertahun-tahun itu akhirnya tiba.
Statistik babak pertama mencerminkan dominasi total: penguasaan bola 63% berbanding 37%, dengan Madrid melepaskan 9 tembakan, 5 di antaranya shots on target, sementara Atletico hanya mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran sepanjang 45 menit pertama.
Babak Kedua: Drama VAR dan Penutup Manis Bellingham
Simeone merespons ketertinggalan dengan memasukkan Conor Gallagher dan menginstruksikan pendekatan lebih agresif. Hasilnya, pada menit ke-55, sundulan José María Giménez mengenai lengan Antonio Rüdiger di kotak terlarang. Wasit awalnya melanjutkan permainan, tetapi tinjauan VAR mengubah keputusan — penalti untuk Atletico. Griezmann yang maju sebagai algojo mengecoh Thibaut Courtois. Skor 2-1 pada menit ke-57, derby kembali hidup.
Atletico nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-70 ketika Julián Álvarez melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti, tetapi Courtois tampil gemilang dengan penyelamatan satu tangan. Madrid kemudian mengunci kemenangan pada menit ke-82 lewat serangan balik kilat: Vinicius menggiring bola hampir 40 meter sebelum mengirim umpan silang mendatar yang disambut Bellingham dengan sontekan first-time. 3-1, assist kedua bagi Vinicius dalam derby ini — satu gol, satu assist, malam yang komplet.
Analisis Taktik: Pressing Tinggi Alonso vs Low Block Simeone
Xabi Alonso menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3: Courtois di bawah mistar; Carvajal, Militão, Rüdiger, dan Mendy mengawal lini belakang; Valverde, Tchouaméni, Bellingham di lini tengah; serta trisula Mbappé, Vinicius, dan Rodrygo di depan. Strateginya jelas — menekan sejak lini pertahanan Atletico dan memaksa bola-bola panjang yang mudah dipotong duet Militão-Rüdiger.
Angka akhir membuktikan rencana itu berjalan nyaris sempurna. Madrid menutup laga dengan penguasaan bola 58%, 16 tembakan dengan 7 shots on target, berbanding 8 tembakan dan 3 tepat sasaran milik Atletico. Derby yang panas juga tercermin dari 5 kartu kuning yang dikeluarkan wasit — dua untuk Madrid, tiga untuk Atletico — meski tidak ada kartu merah maupun keputusan offside kontroversial yang mengubah jalannya laga.
Vinicius Akhiri Penantian Panjang
Ini malam milik Vinicius. Selain 1 gol dan 1 assist, ia mencatatkan 6 dribel sukses dari 8 percobaan, 3 tembakan tepat sasaran, dan 2 peluang tercipta. Golnya mengakhiri catatan 17 pertemuan melawan Atletico di semua kompetisi tanpa gol — sebuah anomali statistik untuk pemain sekalibernya.
"Saya sudah lama menunggu momen ini. Derby selalu spesial, dan mencetak gol di sini, di depan fans kami, rasanya luar biasa," ujar Vinicius seusai laga. Pelatih Xabi Alonso menambahkan, "Vinicius bermain dengan kebebasan malam ini. Ketika dia seperti itu, tidak ada bek di dunia yang bisa tenang."
Di kubu lawan, Simeone mengakui keunggulan lawan: "Kami kalah dari tim yang lebih baik malam ini. Kami harus segera bangkit." Kemenangan ini membuat Madrid kokoh di puncak klasemen La Liga dengan keunggulan empat poin atas Barcelona, sementara Atletico tertahan di peringkat ketiga. Derby edisi berikutnya di Metropolitano sudah pasti dinanti.
Comments (0)