Vinicius Jr Tunda Perayaan Juara Barcelona di Liga Spanyol

Real Madrid memaksa Barcelona menunda pesta juara Liga Spanyol musim 2025/2026 setelah menaklukkan Espanyol 3-1 dalam laga pekan ke-34 di Estadio Santiago Bernabeu, Senin (12/5) dini hari WIB. Kemenan...

Vinicius Jr Tunda Perayaan Juara Barcelona di Liga Spanyol

Real Madrid memaksa Barcelona menunda pesta juara Liga Spanyol musim 2025/2026 setelah menaklukkan Espanyol 3-1 dalam laga pekan ke-34 di Estadio Santiago Bernabeu, Senin (12/5) dini hari WIB. Kemenangan ini menjaga selisih 12 poin di klasemen, sehingga Barcelona yang sudah nyaman di puncak belum bisa mengunci gelar secara matematis meski hanya butuh satu laga bagi Madrid kehilangan poin.

Jalannya Pertandingan

Los Blancos turun dengan formasi 4-3-3 agresif: Courtois di bawah mistar, kuartet bek Carvajal, Militao, Alaba, dan Mendy; trisula lini tengah Valverde, Tchouameni, serta Bellingham; sementara trio penyerang diisi Rodrygo, Mbappe, dan Vinicius Jr. Espanyol memilih pakem 5-4-1 bertahan dengan Joselu sebagai ujung tombak tunggal. Sejak peluit awal, Madrid langsung mendikte ritme permainan. Peluang pertama datang pada menit ke-9 lewat sepakan Mbappe yang masih membentur tiang gawang.

Menit ke-23, Vinicius Jr membuka keunggulan. Berawal dari skema serangan balik kilat, Bellingham mengirim umpan terobosan vertikal ke area kiri pertahanan Espanyol. Vinicius yang bergerak tanpa bola melewati dua bek, mengecoh kiper dengan gerakan bahu, lalu melepaskan tembakan mendatar ke sudut jauh gawang. Gol tersebut merupakan gol ke-19 Vinicius di liga musim ini. Tertinggal satu gol, Espanyol perlahan berani keluar menyerang. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-45+2. Umpan silang melengkung dari sisi kanan berhasil disundul Joselu, mantan striker Madrid, ke pojok atas gawang Courtois yang tak mampu dijangkau. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Babak kedua menjadi panggung dominasi tuan rumah. Pelatih Carlo Ancelotti memasukkan Camavinga menggantikan Tchouameni untuk menambah daya dorong. Hasilnya instan: pada menit ke-67, Rodrygo mengembalikan keunggulan Madrid. Kombinasi satu-dua apik antara Vinicius dan Rodrygo di sepertiga akhir lapangan diakhiri dengan sepakan melengkung Rodrygo dari luar kotak penalti yang bersarang di sudut kanan bawah gawang. Gol ketiga lahir pada menit ke-84 via titik putih. Vinicius dijatuhkan bek Espanyol di dalam kotak terlarang; wasit sempat berkonsultasi dengan VAR sebelum menunjuk titik penalti. Mbappe yang maju sebagai eksekutor mengeksekusi dengan tenang ke tengah gawang, mengecoh kiper Espanyol. Hingga peluit panjang berbunyi, Madrid total mencatatkan delapan tembakan tepat sasaran dan dua kali membentur mistar gawang.

Statistik Kunci

Dominasi Madrid tercermin dari penguasaan bola 62% berbanding 38%. Los Merengues melepaskan 18 tembakan (8 tepat sasaran), sementara Espanyol hanya menciptakan 7 percobaan (3 tepat sasaran). Akurasi umpan Madrid mencapai 89% dengan 573 operan sukses. Vinicius Jr menjadi bintang lapangan dengan satu gol, satu assist, dan empat dribel sukses—statistik yang mengukuhkannya sebagai pemain paling berbahaya di laga ini. Di sisi lain, Espanyol menerima tiga kartu kuning, dua di antaranya akibat pelanggaran terhadap Vinicius. Statistik expected goals (xG) menunjukkan Madrid unggul 2,81 berbanding 0,64, mengonfirmasi kemenangan pantas tuan rumah.

Dampak bagi Persaingan Gelar

Dengan hasil ini, Barcelona tetap berada di puncak klasemen dengan 88 poin dari 34 pertandingan, sedangkan Madrid mengemas 76 poin. Masih tersisa empat laga, sehingga selisih 12 poin belum cukup untuk memastikan trofi. Barcelona hanya membutuhkan satu hasil imbang Madrid di laga berikutnya—atau satu kemenangan sendiri—untuk meraih gelar juara. Kendati begitu, secara realistis Blaugrana tinggal menunggu waktu. Situasi ini mirip dengan musim-musim sebelumnya ketika persaingan diputus lebih awal, namun malam di Bernabeu memastikan perayaan juara tidak terjadi lebih cepat dari jadwal.

Reaksi Pelatih

Carlo Ancelotti memuji performa anak asuhnya, khususnya Vinicius.

"Vinicius menunjukkan kenapa dia pemain spesial. Dia memimpin lini serang dengan kualitas dan determinasi. Kami bermain untuk harga diri, memastikan finis sebaik mungkin di liga sambil fokus ke kompetisi lain,"
ucapnya dalam konferensi pers usai laga. Di kubu Barcelona, Hansi Flick menanggapi hasil ini dengan tenang.
"Kami tidak kecewa. Tim sudah menjalani musim yang luar biasa. Gelar akan datang cepat atau lambat. Kami harus tetap profesional dan fokus ke pertandingan kami sendiri,"
tegasnya. Flick juga mengonfirmasi bahwa tidak ada instruksi khusus bagi pemain untuk menonton laga Madrid; mayoritas skuad memilih beristirahat karena Barcelona baru akan bertanding dua hari kemudian.

Kemenangan ini juga menjaga peluang tipis Madrid untuk setidaknya mengamankan posisi runner-up, sekaligus menjadi modal moral jelang semifinal Liga Champions pekan depan. Sementara itu, Espanyol masih terperosok di zona degradasi dengan 28 poin, membuat perjuangan mereka bertahan di kasta tertinggi semakin berat. Malam di Bernabeu menegaskan bahwa meski gelar juara sudah di depan mata Barcelona, persaingan di papan atas La Liga tetap menyajikan drama yang tak pernah padam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User