Veda Ega Pratama Tembus Delapan Besar Moto3 Prancis 2026
LE MANS — Bendera finis berkibar di Sirkuit Bugatti, dan Veda Ega Pratama melintasi garis di posisi kedelapan dengan selisih +8,412 detik dari pemenang balapan Moto3 Prancis 2026, Minggu (10/5). Ber...
LE MANS — Bendera finis berkibar di Sirkuit Bugatti, dan Veda Ega Pratama melintasi garis di posisi kedelapan dengan selisih +8,412 detik dari pemenang balapan Moto3 Prancis 2026, Minggu (10/5). Berangkat dari grid ke-14, pemuda asal Gunungkidul itu memangkas enam posisi dalam 20 lap penuh drama, sekaligus mengamankan delapan poin berharga bersama Honda Team Asia di hadapan lebih dari 110 ribu penonton yang memadati tribun Le Mans.
Ini adalah finis sepuluh besar kedua Veda musim ini, dan cara ia meraihnya jauh lebih mengesankan ketimbang angka di lembar hasil. Suhu lintasan yang menyentuh 38 derajat Celsius membuat daya cengkeram ban menjadi lotere bagi seluruh grid, namun sang pembalap Indonesia justru tampil tenang sejak lampu start padam.
Start Agresif dari Grid ke-14
Lima lampu merah padam, dan Veda langsung melesat. Reaksi startnya termasuk tiga tercepat di grid, dan pada lap pembuka ia sudah menyalip tiga pembalap melalui sisi dalam Tikungan 1. Memasuki lap ke-2, pembalap bernomor motor 54 itu menempel grup kedua yang dipimpin Mateo Ramirez, menjaga jarak kurang dari setengah detik dari rombongan depan.
Titik balik balapan terjadi pada lap ke-5. Insiden beruntun di chicane Dunlop membuat tiga pembalap terjatuh, dan bendera kuning berkibar di sektor pertama. Veda, yang berada tepat di belakang lokasi kejadian, menunjukkan refleks luar biasa dengan menghindar ke sisi luar tanpa kehilangan banyak kecepatan. Ia naik ke posisi kesembilan dan tetap berada dalam rombongan berisi delapan pembalap yang memperebutkan posisi enam hingga tiga belas.
Duel Grup Kedua dan Manajemen Ban
Memasuki paruh kedua balapan, Veda mulai unjuk gigi. Pada lap ke-9, ia mencetak fastest lap pribadi 1 menit 42,317 detik — hanya terpaut 0,6 detik dari lap tercepat balapan — sembari menyalip Kaito Nakamura di tikungan cepat sebelum garis finis. Manuver itu membawanya ke posisi kedelapan, posisi yang ia pertahankan hingga akhir.
Tiga lap pamungkas menjadi ujian mental. Stefano Rinaldi menekan dari jarak 0,3 detik, beberapa kali mengintip sisi dalam di titik pengereman keras. Namun Veda disiplin menjaga racing line, tidak sekali pun membuka celah. Top speed 231,4 km/jam yang ia catatkan di lintasan lurus Bugatti menjadi senjata pertahanan yang efektif. Garis finis dilewati dengan keunggulan 0,187 detik atas Rinaldi.
Statistik Balapan dan Klasemen Sementara
Angka-angka di Le Mans berbicara jelas: enam posisi dipangkas dari grid start, 11 overtaking sukses sepanjang balapan — terbanyak ketiga di antara seluruh pembalap — dan nol penalti track limits dalam 20 lap. Konsistensi waktu lapnya juga menonjol, dengan variasi di bawah 0,4 detik antara lap ke-7 hingga lap ke-18, bukti manajemen ban yang matang di lintasan yang abrasif.
"Veda menunjukkan kedewasaan yang melampaui usianya. Ia tidak panik saat insiden di depannya, dan ia berani menyerang ketika peluang terbuka. Delapan poin ini hasil kerja keras seluruh tim," ujar manajer Honda Team Asia seusai balapan.
Tambahan delapan poin mengangkat Veda ke posisi kesepuluh klasemen sementara dengan koleksi 34 poin dari lima seri, tertinggal 21 poin dari zona lima besar. Dengan karakter Sirkuit Barcelona-Catalunya yang mengalir dan cocok dengan gaya balapnya, seri berikutnya di Spanyol dua pekan mendatang menjadi peluang emas bagi kebanggaan Indonesia ini untuk kembali mengibarkan Merah Putih di papan atas Moto3.
Comments (0)