Garudayaksa Juara Usai Adu Penalti Dramatis 4-3 Atas PSS Sleman

Skor akhir 4-3 lewat adu penalti menjadi penutup manis bagi perjalanan Garudayaksa di musim ini. Dalam laga puncak yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (9/5/2026) malam WIB, tim keb...

Garudayaksa Juara Usai Adu Penalti Dramatis 4-3 Atas PSS Sleman

Skor akhir 4-3 lewat adu penalti menjadi penutup manis bagi perjalanan Garudayaksa di musim ini. Dalam laga puncak yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (9/5/2026) malam WIB, tim kebanggaan suporter Garudayaksa berhasil mengangkat piala usai menaklukkan tuan rumah PSS Sleman dalam drama 120 menit yang penuh tekanan. Kedua kubu tampil dalam starting XI terbaiknya, namun tak satu pun mampu menciptakan keunggulan berkelanjutan hingga wasit meniup peluit panjang babak perpanjangan waktu.

Dua Kali Comeback dan Momen VAR

Laga berjalan intens sejak menit awal. PSS Sleman yang mengandalkan formasi 4-3-3 dengan tekanan tinggi berhasil membuka keran gol lebih dulu pada menit ke-12 melalui striker andalannya, Dika, yang menerima assist manis dari sayap kanan setelah serangan balik cepat. Tuan rumah seakan akan mengunci pertahanan dan mencoba mempertahankan clean sheet, namun Garudayaksa tak tinggal diam. Mengubah skema dari 5-4-1 menjadi 3-5-2 di awal babak kedua, mereka menemukan equalizer pada menit ke-41 berkat sundulan Reza usai tendangan sudut yang memantul di kotak penalti.

Memasuki babak kedua, irama pertandingan semakin liar. Garudayaksa membalikkan kedudukan pada menit ke-58 ketika Fajar melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang merobek gawang kiper PSS. Namun, kegembiraan itu tidak bertahan lama. PSS Sleman menyamakan skor 2-2 pada menit ke-79 melalui Bima yang memanfaatkan kekacauan lini belakang setelah sepak pojok. Ada momen kontroversial pada menit ke-88 ketika gol Garudayaksa dianulir setelah wasit memeriksa monitor VAR dan memutuskan posisi penyerang dalam kondisi offside separuh badan. Beberapa kartu kuning juga keluar di menit-menit akhir akibat duel keras yang tak terhindari, meski wasit berhasil menjaga pertandingan tetap 11 versus 11 tanpa kartu merah.

Statistik dan Dominasi Taktis

Dari sisi data, PSS Sleman sedikit lebih menguasai permainan dengan penguasaan bola 54 persen berbanding 46 persen milik Garudayaksa. Namun, efisiensi tim tamu terbilang lebih tajam. Laporan pertandingan mencatat PSS melepaskan 8 shots on target dari total 14 tembakan, sementara Garudayaksa mengirim 6 shots on target dari 10 percobaan. Meski demikian, penyerang andalan kedua tim sama-sama gagal mengemas hat-trick di laga pamungkas ini karena pertahanan ketat yang diterapkan masing-masing pelatih. Perpanjangan waktu berlangsung ketat dengan pergantian pemain strategis, namun tak ada gol tambangan yang tercipta hingga skor tetap 2-2 dan adu penalti menjadi penentu.

Adu Penalti dan Selebrasi di Maguwoharjo

Drama sesungguhnya terjadi di titik putih. Kedua tim saling balas dalam dua tendangan pertama. Namun, kiper Garudayaksa, Bayu, menjadi pahlawan ketika berhasil menepis tendangan penalti ketiga PSS Sleman. Keunggulan itu memberikan angin segar bagi anak asuh sang pelatih. Meski eksekutor keempat Garudayaksa melihat tendangannya membentur mistar, pemain kelima mereka menuntaskan tugas dengan tenang. Sementara itu, tendangan terakhir PSS Sleman yang bisa menyamakan kedudukan justru melebar di sisi kiri gawang, memastikan skor akhir adu penalti 4-3 untuk kemenangan Garudayaksa.

"Ini adalah hasil kerja keras selama sembilan bulan. Anak-anak pantas mendapatkannya meski kami tahu PSS memberikan perlawanan sengit," ucap pelatih Garudayaksa usai laga.

Selebrasi pun meledak di pinggir lapangan. Para pemain dan staf Garudayaksa berlari ke tribune penonton untuk mengangkat piala bersama suporter yang hadir. Kemenangan ini tidak hanya menutup musim dengan manis, tetapi juga menegaskan performa konsisten tim tersebut sepanjang turnamen. Di sisi lain, PSS Sleman harus puas menjadi runner-up di depan publiknya sendiri meski secara statistik sempat mendominasi beberapa aspek permainan. Malam itu, Maguwoharjo menjadi saksi bisu lahirnya sang juara baru yang menulis sejarah lewat kaki dingin di adu penalti.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User