Veda Ega Pratama Pede di Tes Pramusim Moto3 2026 Jerez

Jerez de la Frontera menjadi saksi kebangkitan pebalap muda Indonesia di ajang balap motor paling kompetitif di dunia. Veda Ega Pratama menuntaskan tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez dengan cata...

Veda Ega Pratama Pede di Tes Pramusim Moto3 2026 Jerez

Jerez de la Frontera menjadi saksi kebangkitan pebalap muda Indonesia di ajang balap motor paling kompetitif di dunia. Veda Ega Pratama menuntaskan tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez dengan catatan menjanjikan bersama tim barunya, Honda Team Asia. Dalam sesi resmi yang digelar selama tiga hari, pebalap berusia belia itu sukses menembus zona 10 besar klasemen gabungan, mencatatkan waktu terbaik 1 menit 46,2 detik pada hari terakhir — selisih hanya 0,7 detik dari pebalap tercepat di tes tersebut.

Progres Tiga Hari di Tanah Spanyol

Pekan tes di Jerez bukan sekadar ajang unjuk kecepatan. Bagi Veda, ini adalah momen adaptasi paling krusial: mengenal karakter motor Honda NSF250RW yang kini dikendarainya, membangun komunikasi dengan kru baru, sekaligus membandingkan dirinya dengan para pebalap senior yang sudah malang melintang di kelas Moto3. Hari pertama ia habiskan untuk memahami perilaku ban dan mencari setelan dasar. Hasilnya masih tertahan di posisi 17 — wajar untuk pebalap yang baru pertama kali merasakan sasis baru di sirkuit berkarakter teknis seperti Jerez, yang penuh tikungan cepat beruntun dan satu bagian pengereman keras di Tikungan 6.

Hari kedua, progres mulai terlihat. Veda berhasil memangkas waktu hingga 0,9 detik dari catatan hari pertama. Ia mulai berani menekan gas lebih awal saat keluar tikungan, memanfaatkan traksi belakang yang menjadi salah satu keunggulan mesin Honda. Tim melaporkan pebalapnya menyelesaikan 62 lap dalam sehari, angka yang tergolong tinggi dan menunjukkan ketahanan fisik yang prima. Menjelang sore, ia sempat memimpin simulasi lap panjang selama 8 lap berturut-turut sebelum akhirnya turun ke posisi 12 saat catatan waktu para rival mulai membaik.

Analisis Data: Kecepatan Murni dan Konsistensi

Jika dilihat dari data, kekuatan utama Veda di Jerez ada pada kecepatan murni di satu lap. Sebaran waktu terbaiknya sangat rapat — hanya berbeda 0,3 detik antara lap tercepat pertama dan ketiga — tanda bahwa ia sudah mampu mengendarai motor dengan gaya yang lebih halus dan efisien. Top speed-nya di lintasan lurus utama tercatat 212 km/jam, hanya kalah 3 km/jam dari pebalap dengan kecepatan tertinggi, sebuah defisit kecil yang bisa ditutup dengan pengaturan rasio gigi saat balapan nanti.

Namun, masih ada pekerjaan rumah. Pada simulasi sprint 10 lap di hari terakhir, Veda kehilangan ritme di lima lap terakhir, rata-rata melambat 0,5 detik per lap akibat degradasi ban depan. Hal ini wajar terjadi pada pebalap yang baru berpindah tim, karena karakter pengendalian Honda Team Asia berbeda dari tim sebelumnya. Yang menggembirakan, ia tidak mencatatkan satu pun kecelakaan selama tiga hari tes, menjaga motor tetap utuh dan memberikan data bersih bagi para insinyur untuk dikembangkan sebelum seri pembuka.

“Kami sangat puas dengan perkembangan Veda di Jerez. Ia mendengarkan, bertanya, dan langsung menerapkan semua masukan di lap berikutnya. Untuk pebalap yang baru bergabung, progres secepat ini di sirkuit sesulit Jerez adalah sinyal yang sangat positif,” ujar salah satu kru senior Honda Team Asia.

Modal Menuju Seri Pembuka dan Perbandingan Rival

Dengan catatan tersebut, Veda menempati posisi ke-8 secara keseluruhan dalam tes — hasil terbaik Indonesia di kelas Moto3 sejak beberapa musim terakhir. Ia unggul atas dua pebalap rookie lain yang turut mengaspal di sesi yang sama, meski masih kalah pengalaman dari para pebalap yang sudah dua musim membalap di kelas ini. Perbandingan langsung dengan rekan setimnya menjadi tolok ukur yang menarik: gap hanya 0,4 detik, jarak yang bisa dikejar dalam beberapa pekan ke depan.

Tim menegaskan bahwa target utama musim ini bukan sekadar finis di zona poin. Setelah Jerez, program dilanjutkan dengan sesi privat di Sirkuit Portimao, Portugal, sebelum akhirnya menuju seri pembuka Moto3 2026. Jika konsistensi di Jerez bisa dipertahankan dan masalah degradasi ban depan teratasi, bukan tidak mungkin Veda Ega Pratama menjadi kuda hitam yang diperhitungkan di awal musim. Bagi penggemar balap Indonesia, namanya kini layak masuk radar — bukan lagi sekadar harapan, melainkan data nyata yang sudah tertulis di papan waktu Jerez.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User