Veda Ega Pratama Rebut Poin Perdana di Moto3 GP Prancis 2026
Posisi akhir ke-12 dengan gap 11,482 detik dari pemenang. Itulah ringkasan performa Veda Ega Pratama pada Moto3 Grand Prix Prancis 2026 di Sirkuit Bugatti, Le Mans, akhir pekan lalu. Pebalap asal Bogo...
Posisi akhir ke-12 dengan gap 11,482 detik dari pemenang. Itulah ringkasan performa Veda Ega Pratama pada Moto3 Grand Prix Prancis 2026 di Sirkuit Bugatti, Le Mans, akhir pekan lalu. Pebalap asal Bogor yang membela Honda Team Asia itu membukukan 4 poin pertamanya musim ini — sekaligus menjadi hasil terbaik kariernya di kelas Moto3 sejauh ini.
Balapan sepanjang 22 lap di lintasan sepanjang 4,185 kilometer itu berjalan intens sejak tikungan pertama. Saat lampu start padam, peloton 26 pebalap langsung memadat di Tikungan La Chapelle yang menyempit, dan Veda yang start dari posisi ke-14 harus keluar dari garis ideal untuk menghindari kontak beruntun di Tikungan 3. Kehilangan dua posisi di lap pembuka, ia sempat terlempar ke urutan ke-16 sebelum mulai membangun ritme.
Kualifikasi yang Menjanjikan
Perjalanan Veda ke balapan utama sebenarnya dimulai dengan kualifikasi yang solid. Pada sesi Q2, ia mencatatkan waktu 1:43,284 — hanya 0,842 detik dari pole position dan terpaut 0,2 detik dari pebalap Honda lain di baris kelima. Performa itu menegaskan tren naik setelah dua seri sebelumnya ia selalu lolos dari Q1 namun gagal menembus 15 besar saat balapan.
Yang menarik, delta waktu Veda di sektor satu dan tiga tercatat kompetitif — masuk 10 besar klasemen sektor. Justru di sektor dua, rangkaian tikungan cepat Michelin, ia kehilangan hampir setengah detik per lap. Data telemetri tim menunjukkan ia masih kesulitan mempertahankan sudut kemiringan maksimal di tikungan 7 dan 8, area yang kerap menjadi pembeda di Le Mans.
Manuver di Tengah Peloton
Ketika balapan memasuki lap kelima, Veda mulai menunjukkan agresivitas. Di chicane cepat sebelum tikungan 9, ia melakukan overtake ganda — melewati dua pebalap sekaligus dari sisi luar — yang membuatnya kembali ke posisi ke-14. Strategi Honda Team Asia memintanya menunggu hingga lap ke-10 untuk menyerang penuh, menghemat ban belakang yang rentan overheat di aspal Le Mans yang panas.
Momen kunci datang di lap ke-14. Saat grup pebalap di depannya terlibat duel sengit dan saling memblokir, Veda memanfaatkan slipstream di lintasan lurus sepanjang 674 meter dan memutar gas penuh lebih awal. Ia menyalip tiga pebalap dalam dua lap beruntun dan naik ke posisi ke-12. Sejak itu, ia konsisten membukukan lap 1:44,0 hingga 1:44,3 — selisihnya terhadap lap tercepat balapan hanya 0,4 hingga 0,7 detik per lap.
Dua lap terakhir menjadi ujian mental. Veda sempat mendapat peringatan track limits di tikungan 11 dan nyaris kehilangan kendali saat roda depannya bergetar di gundukan dekat Tikungan Garage Vert. Namun ia bertahan hingga garis finis, mengamankan 4 poin yang membuatnya naik ke peringkat ke-23 klasemen sementara pebalap Moto3 2026.
Analisis Data Balapan
Angka-angka memperlihatkan perkembangan nyata. Veda menuntaskan 22 lap dengan kecepatan puncak 237,4 km/jam di lintasan lurus utama, hanya 1,8 km/jam di bawah pebalap tercepat di kelasnya. Ia melakukan total 11 overtake sepanjang balapan — jumlah terbanyak kedua di antara pebalap yang start dari baris kelima — dan hanya kehilangan satu posisi dari hasil startnya saat balapan awal.
Konsistensinya juga membaik drastis: deviasi waktu antar lapnya hanya 0,312 detik, turun dari 0,58 detik di seri sebelumnya. Penguasaan ritme balapan inilah yang membuat Honda Team Asia optimistis, apalagi sektor dua yang tadinya menjadi kelemahan kini mulai menyempit. Jika tren ini berlanjut, bukan mustahil Veda menembus 10 besar di Mugello, sirkuit yang justru lebih cocok dengan gaya balapnya yang agresif di pengereman.
Komentar Tim dan Target ke Depan
"Hasil ini buah kerja keras yang konsisten. Veda menjalankan rencana balapan dengan sempurna, sabar di awal dan agresif di pertengahan. Empat poin ini hadiah untuk tim, dan kami akan terus mengembangkan setelan mesin untuk sektor dua," ujar manajer tim Honda Team Asia usai balapan.
Target berikutnya jelas: dua seri kandang beruntun di Mugello dan Barcelona. Dengan modal kepercayaan diri dari Le Mans, Veda Ega Pratama kini membuktikan bahwa ia bukan sekadar pelengkap grid — melainkan pebalap yang sedang menapaki tangga perkembangan dengan data yang mendukung. Poin ke-12 itu mungkin kecil, tapi untuk karier pebalap Indonesia di panggung dunia, nilainya terasa jauh lebih besar.
Comments (0)