Tulis ulang berita dalam Bahasa Indonesia dengan panjang minimal 600 kata. Gunakan

Toy Story 5 Kantongi Rp14 Triliun dari Box Office Global Los Angeles — Film animasi terbaru Pixar, Toy Story 5, terus mengukir prestasi gemilang di box of

Tulis ulang berita dalam Bahasa Indonesia dengan panjang minimal 600 kata. Gunakan

Toy Story 5 Kantongi Rp14 Triliun dari Box Office Global

Los Angeles — Film animasi terbaru Pixar, Toy Story 5, terus mengukir prestasi gemilang di box office global. Dalam tiga pekan sejak penayangan perdananya pada 19 Juni 2026, sekuel legendaris ini berhasil meraup pendapatan lebih dari Rp14 triliun (sekitar $875 juta dolar AS). Hingga akhir pekan lalu, film persembahan Disney itu masih bercokol di posisi puncak tangga box office di lebih dari 30 negara, membuktikan daya tarik tak lekang waktu dari Woody, Buzz Lightyear, dan kawan-kawan.

Kesuksesan ini tidak datang begitu saja. Pihak studio melaporkan bahwa Toy Story 5 membukukan pembukaan global sebesar $260 juta pada akhir pekan perdananya, dengan $115 juta di antaranya berasal dari pasar domestik Amerika Utara. Angka ini mengungguli debut pendahulunya, Toy Story 4, yang memperoleh $244 juta pada pembukaan global tahun 2019. Sejak saat itu, traksi penonton tetap stabil, didorong oleh ulasan positif dan promosi dari mulut ke mulut yang masif.

Dominasi Pasar Domestik dan Internasional

Secara rinci, pendapatan domestik Amerika Serikat kini mencapai $390 juta, sementara pasar internasional menyumbang $485 juta. China menjadi pasar terbesar di luar AS dengan kontribusi $120 juta, disusul Britania Raya ($65 juta), Meksiko ($50 juta), dan Jepang ($45 juta). Di Indonesia, film ini mencetak sejarah sebagai animasi Hollywood terlaris sepanjang masa dengan penjualan tiket lebih dari 5 juta lembar hanya dalam 18 hari. Pencapaian ini menegaskan kuatnya basis penggemar franchise di Tanah Air.

"Kami tak pernah menyangka sambutan sehebat ini. Toy Story 5 bukan sekadar film anak-anak, melainkan perjalanan emosional yang relevan untuk semua umur,"

ujar Andrew Stanton, sutradara yang kembali memegang kendali untuk seri kelima ini, dalam konferensi pers virtual Senin (10/7/2026).

Pasar internasional memang menjadi kunci. Dengan strategi distribusi yang agresif dan jadwal penayangan yang disesuaikan dengan libur sekolah di berbagai kawasan, film ini mampu mempertahankan momentum. Di Eropa, misalnya, pendapatan hanya turun 30% di pekan kedua—penurunan yang jauh lebih landai dibandingkan rata-rata blockbuster musim panas.

Resep Sukses: Cerita Baru, Karakter Lama

Para analis menilai formula cerita Toy Story 5 menjadi faktor penentu. Alih-alih mengulang konflik yang sama, naskah yang ditulis oleh Stanton bersama Meg LeFauve menghadirkan dilema baru: Bonnie, pemilik mainan yang kini beranjak dewasa, harus memutuskan apakah akan mewariskan mainan-mainannya kepada adiknya atau menyimpannya sebagai kenangan. Konflik ini mempertemukan kembali Woody dan Buzz dalam petualangan lintas dimensi yang menyentuh tanpa kehilangan humor khas Pixar.

"Ini tentang melepaskan dan mengenang. Setiap penonton pasti punya mainan masa kecil yang sulit dilupakan, dan di situlah kekuatan emosional film ini,"

kata Paul Dergarabedian, analis senior Comscore, kepada Beritainti.com.

Selain Tom Hanks dan Tim Allen yang kembali mengisi suara Woody dan Buzz, film ini memperkenalkan karakter baru yang ikonik: Nova, drone canggih dengan kecerdasan buatan yang diperankan oleh Awkwafina, dan Pipo, boneka badut antik dari Brasil yang diisi suara oleh Wagner Moura. Chemistry antar karakter baru dan lama mendapat pujian luas, dengan Rotten Tomatoes memberikan skor kritik 96% dan skor audiens 94%.

Teknologi Animasi Generasi Baru

Dari sisi teknis, Toy Story 5 menampilkan lompatan visual yang signifikan. Pixar mengembangkan sistem RenderFlex 3.0 yang memungkinkan detail tekstur plastik, kain, dan logam terlihat nyaris fotorealistis tanpa kehilangan estetika kartun. Durasi produksi yang memakan waktu hampir tiga tahun membuahkan adegan-adegan spektakuler—terutama sekuens pengejaran di taman hiburan terbengkalai yang oleh banyak kritikus disebut sebagai "mahakarya teknis".

Menatap Langit Satu Miliar Dolar

Dengan sisa musim panas dan pasar seperti Korea Selatan serta Italia yang belum sepenuhnya tergarap, proyeksi akhir Toy Story 5 berada di kisaran $1,05—1,1 miliar secara global. Jika terwujud, film ini akan melampaui pencapaian Toy Story 4 ($1,074 miliar) dan menempatkannya dalam jajaran film animasi terlaris keempat sepanjang masa, di belakang The Lion King (2019), Frozen II, dan Inside Out 2.

Pencapaian ini juga menjadi kemenangan besar bagi Disney dan Pixar yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan dari dominasi platform streaming. CEO Bob Iger dalam laporan triwulan terbaru menyebut kesuksesan Toy Story 5 sebagai "bukti bahwa pengalaman bioskop tak tergantikan untuk cerita-cerita besar".

Berikut beberapa poin penting dari performa box office Toy Story 5 hingga saat ini:

  • Pendapatan global: $875 juta (sekitar Rp14 triliun)
  • Pembukaan domestik AS: $115 juta — tertinggi dalam franchise
  • Pasar internasional terbesar: China ($120 juta)
  • Penurunan pendapatan pekan kedua di AS: hanya 32%, menunjukkan daya tahan luar biasa
  • Rekor di Indonesia: animasi Hollywood terlaris dengan 5 juta+ tiket terjual

Sementara itu, Disney telah mengonfirmasi bahwa tidak ada rencana sekuel lanjutan—setidaknya untuk saat ini. Stanton dan tim kreatif menyebut film ini sebagai "penutup yang sempurna". Namun, seperti kata Woody di penghujung film: "Selama ada anak yang bermimpi, mainan akan selalu hidup." Tampaknya, bagi para penggemar, semangat itu akan terus menyala.

[SOCIAL_FB]: Persahabatan tak lekang waktu, petualangan yang lebih besar! 🧸🤠 Toy Story 5 sukses besar dengan pendapatan lebih dari Rp14 triliun secara global. Dari teknologi animasi generasi baru hingga cerita emosional yang bikin bernostalgia, inilah alasan kenapa kita semua nggak bisa move on dari Woody dan geng. Baca selengkapnya di Beritainti.com! 👇 [SOCIAL_THREADS]: Nggak nyangka, Toy Story 5 ternyata masih kuat banget di bioskop! Udah tiga minggu tayang, duitnya udah Rp14 T lebih. Ini alasan kenapa film ini masih jadi raja box office: cerita yang dalam, karakter baru yang relatable, dan teknologi animasi Pixar yang makin gila. Kalau kalian udah nonton, adegan favorit kalian yang mana? 👀🧵

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User